Ekstraksi Teh Putih Berbantu Ultrasonik pada Berbagai Amplitudo

*Asri Widyasanti -  Laboratorium Pascapanen dan Teknologi Proses, Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Indonesia
Tri Halimah -  Laboratorium Pascapanen dan Teknologi Proses, Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Indonesia
Dadan Rohdiana -  Pusat Penelitian Teh dan Kina, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Indonesia
Received: 27 Feb 2018; Published: 23 Aug 2018.
Open Access Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh amplitudo yang berbeda terhadap sifat fisikokimia ekstrak teh putih dengan menggunakan Ultrasound Assisted Extraction (UAE). Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol 96% serta ukuran bubuk teh putih 18 mesh. Sonikasi digunakan pada amplitudo 25, 50, 75 dan 100%. Metode yang digunakan adalah percobaan laboratorium dengan analisis deskriptif. Parameter uji yang dilakukan meliputi rendemen total, kadar sisa pelarut, bobot jenis, warna, dan kadar polifenol. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan penggunaan amplitudo pada proses ekstraksi mempengaruhi nilai rendemen ekstraksi dan mutu ekstrak dengan penggunaan amplitudo 100% sebagai perlakuan terbaik dengan nilai rendemen total sebesar 67,35%; nilai bobot jenis filtrat 0,8241; bobot jenis ekstrak sebesar 1,0306; dan kadar polifenol sebesar 0,90 mg asam galat ekivalen/g bobot kering. Hasil menunjukkan nilai yang lebih baik dibandingkan dengan maserasi dengan rendemen ekstraksi hasil maserasi 60,12 %; nilai bobot jenis filtrat 0,8163; bobot jenis ekstrak sebesar 1,0053; dan kadar polifenol sebesar 0,64 mg asam galat ekivalen/g bobot kering. Karakteristik warna ekstrak etanol teh putih seluruh perlakuan amplitudo dan maserasi menghasilkan kromatisitas warna merah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh teknik sonikasi pada sifat fisikokimia ekstrak teh putih dan ekstraksi menggunakan amplitudo 100% menghasilkan nilai rendemen dan kadar polifenol terbaik.

Extraction of White Tea by Ultrasound Assisted Extraction at Various Amplitude

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of different amplitudes on physicochemical properties of white tea extract using Ultrasound Assisted Extraction (UAE). Ethanol was used as solvent and material size was 18 mesh. This research used amplitude: 25, 50, 75, and 100%. The method used laboratory experiment using descriptive analysis. The parameters were total extraction total yield, residual solvent content, specific gravity, colour, and total polyphenol. The result showed that the amplitude in extraction process influenced the yield and the quality of the extract. As much as 100% amplitude was the best treatment resulted in total yield of 67.35%; the specific gravity of filtrate was 0.8241; the specific gravity of extract was 1.0306; and the polyphenol content was 0.90 mgGAE /g dryweight. The result of UAE showed a better result than hot maceration with total yield of 60.12%; specific gravity of filtrate was 0.8163; specific gravity of extract was 1.0053; and polyphenol content was 0.64 mgGAE /g dry weight. Colour characteristics of white tea ethanol extracts from all operating amplitude and hot maceration were resulting in red colour. As conclusion, ultrasound technique provided the physicochemical properties changes of extract and 100% amplitude was resulting best value of yield and polyphenol content.

••••••

Other format:

Keywords
amplitudo; ekstrak; teh putih; ultrasound assisted extraction; UAE

Article Metrics:

Article Info
Section: Artikel Penelitian (Research Article)
Language: EN
Full Text:
Statistics: 205 97
  1. Agustiningsih, Wildan, A., Mindaningsih. 2010. Optimasi cairan penyari pada pembuatan ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifous Roxb) secara maserasi terhadap kadar fenolik dan flavonoid total. Jurnal Momentum 6 (2): 36-41.
  2. Asbahani, A.El., Miladi, K., Badri, W., Sala, M., Ait Addi, E.H., Casabianca, H., Mousadik, A.El., Hartmann, D., Jilale, A., Renaud, F.N.R., Elaissari, A. 2015. Essential oils: from extraction to encapsulation. International Journal of Pharmaceutics 483: 220-243. DOI:10.1016/j.ijpharm.2014.12.069.
  3. Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar. 2013. Teh putih yang langka dan mahal. Terdapat pada http://balittri.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/info-teknologi/177-teh-putih-yang-langka-dan-mahal (Diakses pada tanggal 27 Maret 2017 pukul 16.03).
  4. Bendicho, C., Lavilla, I. 2000. Ultrasound extractions. Spain: Academic Press.
  5. BPOM RI. 2005. Peraturan kepala badan pengawasan obat dan makanan republik indonesia nomor HK 00.05.41.1384 tentang kriteria dan tata laksana pendaftaran obat tradisional, obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Jakarta.
  6. Chemat, F., Zill-e-Huma, Muhammed, K. 2011. Applications of ultrasound in food technology: processing, preservation dan extraction. Journal Ultrasonic Sonochemistry 18: 813-835. DOI:10.1016/j.ultsonch.2010.11.023.
  7. Chemat, F., Rombaut, N., Sicaire, A.G., Meullemiestre, A., Fabiano-Tixier, A., Abert-Vian, M. 2016. Ultrasound assisted extraction of food and natural products: mechanism, techniques, combinations, protocols and application. Journal Ultrasonics Sonochemistry 34: 310-316. DOI: 10.1016/ j.ultsonch.2016.06.035
  8. Lestari, T. Agnis, N., Mira, N. 2015. Penetapan kadar polifenol dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sintrong (Crassocephalum crepidiodes (Benth.) S. moore). Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada 13 (1): 107-112.
  9. Gadkari, P.V., Balaraman, M. 2015. Catechins: Sources, Extraction and Encapsulation: A Riview. Food and Bioproducts Processing 93: 122-138.DOI: http://dx.doi.org/10.1007/s13197-013-1085-9.
  10. Guenther, E. 1987. Minyak Atsiri Jilid I (Penerjemah S. Ketaren). Universitas Indonesia, Jakarta.
  11. Hara, Y. 2008. Development of tea catechin into pharmaceuticals. Proceeding of the 3rd International conference on OCHA (Tea) Culture and Science, Japan: Shizuoka.
  12. Harborne, J. B. 1987. Metode Fitokimia. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
  13. Ho, Chi-Tang, Lin, Jen-Kun, Shahidi, Fereidoon. 2009. Nutraceutical science and technology. CRC Press. New York.
  14. Horzic, D., Jambrak, A.R., Belscak-Cvitanovic, A., Komes, D., Lelas, V. 2012. Comparison of conventional and ultrasound assisted extraction techniques of yellow tea and bioactive composition of obtained extracts. Food Bioprocess Technol. Original Paper. DOI 10.1007/s11947-012-0791-z.
  15. Najib, A., Abdul, M., Aktsar, R.A., Virsa, H., Rezki, A.S., Risda, W. 2017. Standarisasi ekstrak air daun jati belanda dan teh hijau. Jurnal Fitofarmaka Indonesia 4 (2): 241-245.
  16. Shahidi, F., Naczk, M. 2004. Phenolics in Food and Nutraceuticals. CRC Press. Boca Raton
  17. SNI (Standar Nasional Indonesia) 06-2387-2006. 2006. Minyak Daun Cengkih. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.
  18. Suyatma. 2009. Diagram warna hunter (kajian pustaka). Jurnal Penelitian Ilmiah Teknologi Pertanian. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
  19. Sofyana, M., Dani, S., Zuhra, Cut, A.M., Ulfa, H. 2013. Ultrasound assisted extraction of oleoresin from nutmeg (Myristia fragrans Houtt). International Journal on Advanced Science Engineering Information Technology 3 (4) : 18-21. DOI:http:// dx.doi.org/10.18517/ijaseit.3.4.298.
  20. Wardiyati S. 2004. Pemanfaatan ultrasonik dalam bidang Kimia. Prosiding Pertemuan Imiah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bahan, Puslitbang Iptek Bahan (P3IB)–BATAN: 419-424. Terdapat pada http://digilib.batan.go.id/ppin/katalog/file/ 1411-2213-2004-1-419.pdf (Diakses pada 26 Maret 2017 pukul 17.30).
  21. Widyasanti, A., Priantiwi, A.M., Rohdiana, D. 2016. Aktivitas antibakteri Bacillus cereus dan Shigella dysenteriae ekstrak teh putih dalam variasi jenis pelarut. Jurnal Penelitian Teh dan Kina 19 (1) : 41-56. DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v19i1.81