Desentralisasi dan Resentralisasi: Upaya Menyeimbangkan Pendulum Pusat-Daerah

*Priyatno Harsasto  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 2 Jul 2020; Revised: 17 Sep 2020; Accepted: 27 Sep 2020; Published: 30 Sep 2020.
Open Access Copyright 2020 JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Kebijakan desentralisasi di Indonesia belum juga mampu memenuhi harapan akan munculnya pemerintahan demokratis yang membawa kesejahteraan pada masyarakat. Penelitian ini bermaksud untuk mengulik masalah yang muncul dalam proses pemaknaan desentralisasi politik  saat ini. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus yang mengandalkan data-data sekunder, penelitian ini mencermati dinamika politik desentralisasi di Jawa Tengah. Desentralisasi memang telah berhasil meningkatkan kapasistas birokrasi dalam menyediakan pelayanan publik, namun pengembangan karir birokrat seringkali tergantung pada hubungan personal daripada institusional. Di samping itu,  upaya peningkatan efisiensi pelayanan publik pada saat yang sama dikuatkan dengan upaya resentralisasi birokrasi yang membatasi otonomi birokrasi.

Keywords: birokrasi; desentralisasi; resentralisasi; otonomi; efisiensi

Article Metrics:

  1. Ashford, D. E. (1993). Localism and Centralism in Europe: The Political and Legal Bases of Local Self-Government. By Edward C. Page. New York: Oxford University Press, 1992. 186p. $52.00. American Political Science Review, 87(2), 531–532
  2. Aspinall, E. (2003). Local Power & Politics in Indonesia. Flipside Digital Content Company Inc
  3. Blair, H. (2000). Participation and Accountability at The Periphery: Democratic Local Governance in Six Countries. World Development, 28(1), 21–39
  4. De Vries, M. S. (2000). The Rise and Dall of Decentralization: A Comparative Analysis of Arguments and Practices in European Countries. European Journal of Political Research, 38(2), 193–224
  5. Fealy, G. (2013). Indonesian Politics in 2012: Graft, Intolerance, and Hope of Change in the Late Yudhoyono Period. Southeast Asian Affairs, 103–120. Retrieved from https://www.jstor.org/stable/23471139
  6. Foundation, A. (2002). Indonesia Rapid Decentralization Appraisal (IRDA) Second Report. Jakarta: Asia Foundation
  7. Foundation, A. (2004). Indonesia Rapid Decentralization Appraisal (IRDA) Second Report. Jakarta: Asia Foundation
  8. Goldsmith, M. (1995). Autonomy and City Limits. Theories of Urban Politics, 228–252
  9. GoRiau.com. (2017). Hasil Evaluasi Reformasi Birokrasi, Jateng dan Yogyakarta Terbaik, Riau Hanya Dapat Nilai CC. Retrieved from https://www.goriau.com/berita/baca/hasil-evaluasi-reformasi-birokrasi-jateng-dan-yogyakarta-terbaik-riau-hanya-dapat-nilai-cc.html
  10. Harsasto, P. (2015). Bisnis sebagai Kekuatan Politik: Kajian Pengembangan Strategi Kota Surakarta dalam Pengembangan Industri Pariwisata (2005-2012). Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 1(2), 5–14. Retrieved from https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jiip/article/view/1613
  11. Ito, T. (2006). The Dynamics of Local Governance Reform in Decentralizing Indonesia: Participatory Planning and Village Empowerment in Bandung, West Java. Asian and African Area Studies, 5(2), 137–183
  12. Jatengprov.go.id. (2017). 3 Inovasi Pelayanan Publik Jateng Masuk Top 99. Retrieved from https://jatengprov.go.id/publik/3-inovasi-pelayanan-publik-jateng-masuk-top-99/
  13. Litvack, J., Ahmad, J., & Bird, R. (1998). Rethinking Decentralization in Developing Countries. The World Bank
  14. Rasyid, R. (2007). Otonomi Daerah: Latar Belakang dan Masa Depannya, dalam Syamsudin Haris ed. Desentralisasi Dan Otonomi Daerah: Desentralisasi, Demokratisasi & Akuntabilitas Pemerintahan Daerah, 3–24
  15. Scharpf, F. W. (1978). Interorganizational Policy Studies: Issues, Concepts and Perspectives. In Interorganizational policy making: Limits to coordination and central control (pp. 345–370). Sage Publications
  16. Segal, L. (1997). The Pitfalls of Political Decentralization and Proposals for Reform: The Case of New York City Public Schools. Public Administration Review, 141–149
  17. Smith, G. (1976). The Local–Central Axis. London: Heinemann Educational
  18. Stake, R. E. (1995). The art of Case Study Research. sage
  19. TribunJateng.com. (2017). Selamat Reformasi Birokrasi Pemprov Jateng Dapat Nilai Terbaik. Retrieved from https://jateng.tribunnews.com/2017/07/23/selamat-reformasi-birokrasi-pemprov-jateng-dapat-nilai-terbaik
  20. Yin, R. K. (2003). Case Study Research: Design and Methods Sage. Thousand Oaks

Last update: 2021-05-16 12:37:36

No citation recorded.

Last update: 2021-05-16 12:37:36

No citation recorded.