Bagaimana Kandidat Minoritas Memenangkan Pilkada: Analisis Strategi Politik dalam Bingkai Bourdieusian

Krista Yuliani  -  Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Hendra Try Ardianto  -  Departemen Politik dan Pemerintahan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 8 Mar 2020; Revised: 1 Apr 2020; Accepted: 14 Apr 2020; Published: 16 Apr 2020.
Open Access Copyright 2020 JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 91 290
Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberi gambaran bagaimana seorang kandidat dari kelompok minoritas, bisa memenangkan pemilu, padahal lawan yang dihadapinya adalah calon petahana (imcumbent). Guna memenuhi tujuan itu, artikel ini berangkat dari penelitian studi kasus tentang kemenangan Budhi Sarwono sebagai kandidat Tionghoa (Muslim) saat Pilkada 2017 silam. Dalam penggalian data, penulis melakukan wawancara mendalam terhadap kandidat, para petinggi partai di tingkat lokal, serta warga yang mengetahui dinamika politik saat itu. Temuannya adalah keberhasilan Budhi Sarwono dalam Pilkada 2017 adalah hasil dari equivalensi antara habitus warga yang marah karena infrastruktur jalan di kawasan dataran tinggi banyak yang rusak; kemudian bertemu dengan ranah politik vis-a-vis petahana; dan injeksi modal kandidat  (modal sosial-kultural, ekonomi, politik) yang dikapitalisasi untuk meraih suara warga. Kesimpulannya, strategi politik akan berjalan efektif jika mempertimbangkan bagaimana komposisi ranah, habitus, dan modal kandidat agar bisa saling terjahit secara koheren.

 

Keywords: habitus; minoritas; modal ekonomi; modal sosial; pilkada; praktik sosial; Tionghoa

Article Metrics:

  1. Aziz, A. (2017). Rekapitulasi Pilkada Banjarnegara, Pasangan Budi-Syamsuddin Unggul. Retrieved from https://www.merdeka.com/peristiwa/rekapitulasi-pilkada-banjarnegara-pasangan-budi-syamsuddin-unggul.html
  2. Bourdieu, P. (2011). The Forms of Capital (1986). In I. Szeman & T. Kaposy (Eds.), Cultural theory: An anthology (Vol. 1, pp. 81-93). Singapore: Blackwell.
  3. BPS Kabupaten Banjarnegara. (2018). Penduduk Menurut Jenis Kelamin, Rasio Jenis Kelamin, dan Kecamatan di Kab. Banjarnegara Tahun 2018. Retrieved from https://banjarnegarakab.bps.go.id/statictable/2019/11/25/122/penduduk-menurut-jenis-kelamin-rasio-jenis-kelamin-dan-kecamatan-di-kab-banjarnegara-tahun-2018.html. from Badan Pusat Statistik Kabupaten Banjarnegara
  4. CNN Indonesia. (2019). Jatuh Bangun Etnis Tionghoa dalam Politik Indonesia. Retrieved from https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190205120557-32-366561/jatuh-bangun-etnis-tionghoa-dalam-politik-indonesia
  5. Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  6. Evens, T. M. S. (1999). Bourdieu and the Logic of Practice: Is All Giving Indian‐Giving or is “Generalized Materialism” Not Enough? For the memory of Louis Dumont. Sociological Theory, 17(1), 3-31.
  7. Fatimah, S. (2018). Kampanye sebagai Komunikasi Politik. Resolusi: Jurnal Sosial Politik, 1(1), 12. doi: 10.2489/resolusi.v1i1.154
  8. Hanafi, R. I. (2016). Pemilihan Langsung Kepala Daerah di Indonesia: Beberapa Catatan Kritis untuk Partai Politik. Jurnal Penelitian Politik, 11(2), 16. doi: 10.14203/jpp.v11i2.197
  9. Hudayana, B. (2011). Glembuk: Strategi Politik dalam Rekrutmen Elite Penguasa di Desa Pulungansari Yogyakarta. Jurnal Humaniora, 23(1). doi: 10.22146/jh.1005
  10. Juliastutik, J. (2010). Perilaku Elit Politik Etnis Tionghoa Pasca Reformasi. Jurnal Humanity, 6(1), 14.
  11. KPU RI. (2017). Pilkada Kabupaten Banjarnegara. Retrieved from https://pilkada2017.kpu.go.id/hasil/t2/jawa_tengah/banjarnegara. Retrieved 02-01, from Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia
  12. Maharddhika. (2016). KPU Targetkan Partisipasi Pemilih 77,5 Persen di Pilkada Serentak 2017. Retrieved from https://rumahpemilu.org/kpu-targetkan-partisipasi-pemilih-775-persen-di-pilkada-serentak-2017/
  13. Oh, H. (2017). Ambivalensi Kebijakan Pemerintah Orde Baru tentang Golongan Etnis Tionghoa: Suatu Tinjauan Keputusan Presidium Kabinet Nomor 127 Tahun 1966 dan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967. Ilmu dan Budaya, 40(49).
  14. Paramita, R. P., & Islahuddin. (2017). Kinerja petahana bukan segalanya. Retrieved from https://lokadata.id/artikel/kinerja-petahana-bukan-segalanya
  15. Ritzer, G. (2012). Teori Sosiologi: Dari Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Postmodern. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  16. Saifuddin, A., Tastrawati, N. K. T., & Sari, K. (2018). Penerapan Konsep Teori Permainan (Game Theory) dalam Pemilihan Strategi Kampanye Politik: Studi Kasus Strategi Pemenangan Pemilukada DKI Jakarta Tahun 201. E-Jurnal Matematika, 7(2), 7. doi: 10.24843/MTK.2018.v07.i02.p200
  17. Schroder, P. (2010). Strategi Politik. Jakarta: Friedrich Noumann Shiftung.
  18. Suhandinata, J. (2009). WNI Keturunan Tionghoa dalam Stabilitas Ekonomi dan Politik Indonesia: PT Gramedia Pustaka Utama.
  19. Suryadinata, L. (2003). Kebijakan Negara Indonesia terhadap Etnik Tionghoa: Dari Asimilasi ke Multikulturalisme? Antropologi Indonesia, 71, 12. doi: 10.7454/ai.v0i71.3464