skip to main content

Selebritis Menjadi Politisi: Studi tentang Bagaimana Selebritis Menang atau Kalah dalam Pemilu Legislatif

*HB Habibi Subandi  -  Program Studi Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Indonesia
Ahmad Hasan Ubaid  -  Program Studi Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Indonesia
Open Access Copyright 2020 JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Artikel ini menyorot model pemasaran politik dengan memanfaatkan kandidat caleg selebritis pada Pemilu 2019. Untuk itu studi ini berupaya menjawab fenomena maraknya pencalonan selebritis sebagai caleg DPR RI, yang dikaitkan dengan sistem pemilu yang berorientasi pada figur. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, khususnya dengan melacak bagaimana performa politisi selebritis selama kampanye. Adapun data yang dipakai adalah data survey Laboratorium Politik dan Rekayasa Kebijakan (Lapora) di Dapil Jawa Timur I, V, dan VIII. Hasil riset menyimpulkan bahwa seiring munculnya metode penghitungan suara saint lague, tingkat keterpilihan politisi selebritis semakin lemah dalam kontestasi antar calon legislatif dan antar partai. Mesin partai dan popularitas partai justru menjadi supporting system yang menentukan keterpilihan seorang calon anggota legislatif. Selebritis yang akhirnya terpilih, tidak terlepas dari keberhasilan mereka dalam mengkonsolidasikan tim pemenangan partai, merancang program-program pemasaran politik yang langsung menyasar pemilih, dan pencitraan politik yang menggunakan episentrum masyarakat sebagai komunikasi parasosial.

Fulltext View|Download
Keywords: pemasaran politik; mobilisasi suara; politisi selebritis; popularitas; komunikasi parasosial

Article Metrics:

  1. Adisurya, C. (2019). Kalahkan Denada, Abdul Hakim Bafagih, Pemuda Milenial Kota Kediri Dilantik Jadi Anggota DPR RI
  2. Aminuddin, M. F., & Attamimi, N. H. (2019). From Retail to Grocery: Money Politics in 2014 Indonesian Legislative Election. Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review, 4(1), 99-120
  3. Aspinall, E. (2014). Indonesia's 2014 elections: Parliament and patronage. Journal of Democracy, 25(4), 96-110
  4. Cardo, V. (2014). Celebrity politics and political representation: The case of George Galloway MP on Celebrity Big Brother. British Politics, 9(2), 146-160
  5. Centeno, D. D. G. (2016). Parasociality and habitus in celebrity consumption and political culture: A Philippine case study. Asian Journal of Social Science, 44(4-5), 441-484
  6. Darmawan, I. (2015). Keterlibatan selebriti dalam pemilu Indonesia pasca Orde Baru. Sosiohumaniora, 17(3), 230-236
  7. Downer, L. (2016). Political branding strategies: campaigning and governing in Australian politics
  8. Jati, W. R. (2014). Politik Selebritas Elaborasi Teoritik Terhadap Model Kampanye Baru. Jurnal Kawistara, 4(2)
  9. Johnson, J. B., Reynolds, H. T., & Mycoff, J. D. (2015). Political science research methods: Cq Press
  10. KPU RI. (2019a). Data Pemilih Daerah Pemilihan Jawa Timur I. Retrieved from https://infopemilu.kpu.go.id/pileg2019/dapil/view. from Komisi Pemilihan Umum
  11. KPU RI. (2019b). Data Pemilih Daerah Pemilihan Jawa Timur V. Retrieved from https://infopemilu.kpu.go.id/pileg2019/dapil/view. from Komisi Pemilihan Umum
  12. KPU RI. (2019c). Data Pemilih Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII. Retrieved from https://infopemilu.kpu.go.id/pileg2019/dapil/view. from Komisi Pemilihan Umum
  13. Kresna, M. (2019). Caleg Muda Bergelimang Privilese Keluarga. Retrieved from https://tirto.id/caleg-muda-bergelimang-privilese-keluarga-dlsa
  14. Kumparan. (2018). Daftar 91 Caleg Artis DPR RI di Pileg 2019. Retrieved from https://kumparan.com/kumparannews/daftar-91-caleg-artis-dpr-ri-di-pileg-2019-1q3BDfE9tCR
  15. Lane, M. (2015). Indonesia's 2014 Legislative Elections: The Dilemmas of “Elektabilitas” Politics. In U. Fionna (Ed.), ISEAS Perspective: Watching the Indonesian Elections 2014 (pp. 75-84): ISEAS–Yusof Ishak Institute
  16. Lapora. (2019a). Survey Kondisi Sosial, Politik Dan Ekonomi Di Dapil I. Retrieved from Malang:
  17. Lapora. (2019b). Survey Kondisi Sosial, Politik Dan Ekonomi Di Dapil V. Retrieved from Malang:
  18. Lapora. (2019c). Survey Kondisi Sosial, Politik Dan Ekonomi Di Dapil VIII. Retrieved from Malang:
  19. Lent, R., & Tour, G. (2009). Selling Luxury: Connect with Affluent Customers, Create Unique Experiences Through Impeccable Service, and Close the Sale: John Wiley & Sons
  20. Mashudi, D. (2019). Abdul Hakim Bafagih Kaum Milenial Kota Kediri Calon Anggota DPR RI. Retrieved from https://jatim.tribunnews.com/2019/09/28/abdul-hakim-bafagih-kaum-milenial-kota-kediri-calon-anggota-dpr-ri
  21. Scammell, M. (2015). Politics and image: the conceptual value of branding. Journal of political marketing, 14(1-2), 7-18
  22. Ubaid, A. H., & Subandi, H. H. (2018). Political polarization based on religious identities: Empirical evidence from the 2017 Jakarta gubernatorial. Jurnal Studi Pemerintahan, 8(4), 411-441
  23. West, D. M., & Orman, J. M. (2003). Celebrity politics: Prentice Hall
  24. Wheeler, M. (2013). Celebrity politics: Polity
  25. Wood, N. T., & Herbst, K. C. (2007). Political star power and political parties: Does celebrity endorsement win first-time votes? Journal of political marketing, 6(2-3), 141-158
  26. Zwarun, L., & Torrey, A. (2011). Somebody versus nobody: An exploration of the role of celebrity status in an election. The Social Science Journal, 48(4), 672-680

Last update: 2021-06-21 23:28:11

No citation recorded.

Last update: 2021-06-21 23:28:11

No citation recorded.