Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Desa: Peran Kepemimpinan Lokal dalam Perspektif Relasi Antar Aktor

*Kushadajani Kushadajani scopus  -  Departemen Politik dan Pemerintahan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Indah Ayu Permana  -  Magister Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 2 Mar 2020; Revised: 31 Mar 2020; Accepted: 15 Apr 2020; Published: 16 Apr 2020.
Open Access Copyright 2020 JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 112 239
Abstract

Desa adalah struktur administrasi terendah di Indonesia, sehingga posisi desa adalah paling dekat dengan masyarakat. Untuk itu, desa memegang peran penting dalam kerangka pembangunan nasional. Di masa lalu, Desa Melung di Kabupaten Banyumas, dianggap sebagai salah satu desa terbelakang. Namun sekarang, Desa Melung mampu mentransformasikan dirinya melalui program pemberdayaan desa yang inovatif, yang disebut Desa Melek Internet. Fokus penelitian ini terletak pada kepemimpinan kepala desa dalam membangun keterlibatan para aktor dengan peran mereka masing-masing dalam merancang dan menerapkan program inovasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian studi kasus, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam kepada beberapa informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kepala desa untuk membangun jaringan antar aktor, merupakan kunci keberhasilan dalam merancang dan secara simultan mengimplementasikan program inovasi pemberdayaan masyarakat.

Keywords: inovasi; pemberdayaan komunitas desa; pemerintah desa; kepemipinan lokal; relasi antar aktor

Article Metrics:

  1. Azwardi. (2004). Kemampuan Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta: Gadjah Mada Press.
  2. Badri, M. (2016). Pembangunan Pedesaan Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Studi Pada Gerakan Desa Membangun). Jurnal Dakwah Risalah, 27(2), 62-73.
  3. Banyai, C. (2010). Community capacity building and local policy: An example from Pagudpud, the Philippines. Asia Pacific World, 1(2), 83-108.
  4. Beer, A. (2014). Leadership and the governance of rural communities. Journal of Rural Studies, 34, 254-262.
  5. Castells, M. (2011). Network theory| A network theory of power. International Journal of Communication, 5, 15.
  6. Chaskin, R. J. (2001). Building community capacity: A definitional framework and case studies from a comprehensive community initiative. Urban affairs review, 36(3), 291-323.
  7. Cooper, D. R., & Schindler, P. S. (2006). Business research methods: Empirical investigation. Journal of service research, 1(2), 108-128.
  8. Creswell, J. W., & Clark, V. L. P. (2017). Designing and conducting mixed methods research: Sage publications.
  9. Eisele, P. (2017). Assessment of leadership for innovation and perceived organizational innovativeness: Differences between self-reported individual and social creativity. International Journal of Organizational Leadership, 6, 470-480.
  10. Hapsari, D. R., Sarwono, B., & Eriyanto, E. (2017). Jaringan Komunikasi Dalam Partisipasi Gerakan Sosial Lingkungan: Studi Pengaruh Sentralitas Jaringan terhadap Partisipasi Gerakan Sosial Tolak Pabrik Semen Pada Komunitas Adat Samin di Pati Jawa Tengah. Jurnal Komunikasi Indonesia, 6(2), 120-128. doi: 10.7454/jki.v6i2.8712
  11. Ji, C., & Hussey, R. (2009). Business research: a practical guide for undergraduate & postgraduate students. In: Basingstoke: Palgrave Macmillan.
  12. Kabeer, N., & Natali, L. (2013). Gender Equality and Economic Growth: Is there a Win‐Win? IDS Working Papers, 2013(417), 1-58.
  13. Kushandajani, K. (2015). Inovasi Manajemen Pemerintahan Daerah dalam Penanggulangan Kemiskinan di Kota Pekalongan. Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 1(1), 49-58.
  14. Kushandajani, K. (2018). Bekerjanya Hukum Tentang Desa di Ranah Pemberdayaan Politik, Sosial, dan Ekonomi Perempuan Desa. Masalah-Masalah Hukum, 47(4), 413-429.
  15. Kushandajani, K., & Astuti, P. (2016). Managing Village Governance Based On Mutual Assistance (Gotong Royong). Paper presented at the International Conference on Ethics in Governance (ICONEG 2016).
  16. Mohammadpour, S., Yaghoubi, N. M., Kamalian, A. R., & Salarzehi, H. (2017). Authentic leadership: a new approach to leadership (describing the mediatory role of psychological capital in the relationship between authentic leadership and intentional organizational forgetting). Available at SSRN 3335745.
  17. Myers, M. D. (2019). Qualitative research in business and management: Sage Publications Limited.
  18. Noorsy, I. (2007). Maksimalkan Potensi Petani Dan Ekonomi Desa. Suara Karya.
  19. Öztürk, A., Varoğlu, M. A., & Varoglu, D. (2017). A critical review of implicit leadership theory on the validity of organizational actor-national culture fitness. International Journal of Organizational Leadership, 6, 456-469.
  20. Palmer, C. (2007). The role of leadership in the collective enforcement of community property rights in Indonesia. Society and Natural Resources, 20(5), 397-413.
  21. Rahardjo, S. (2006). Ilmu Hukum, Cet. VI, Bandung: Citra Aditya Bakti.
  22. Rogers, E. M. (2010). Diffusion of innovations: Simon and Schuster.
  23. Sumodiningrat, G. (2007). Pemberdayaan sosial: kajian ringkas tentang pembangunan manusia Indonesia: Penerbit Buku Kompas.
  24. Supriyono, B., & Trisnawati. (2015). Innovative Public Leadership (Case Study on Innovative Food Policy for SME's in Sidoarjo Regency). Procedia-Social and Behavioral Sciences, 211, 1057-1063. doi: 10.1016/j.sbspro.2015.11.141
  25. Yin, R. K. (2003). Case study research: Design and methods sage. Thousand Oaks.