Analisis Rembesan Pada Perencanaan Pembangunan Bendungan Logung, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah

*Heni Setyawati -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Najib Najib -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ahmad Syauqi Hidayatillah -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 5 Sep 2018; Published: 30 Nov 2018.
Open Access Copyright 2018 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IDN
Full Text:
Supp. File(s):
Untitled
Subject bendungan Logung, rembesan, simulasi model, faktor keamanan piping
Type Research Results
  Download (2MB)    Indexing metadata
Statistics: 200 378
Abstract
Bendungan termasuk kedalam heavy construction sehingga bendungan menyimpan potensi bahaya yang besar dan memiliki resiko kerusakan fisik serta kegagalan fungsi. Salah satu kerusakan fisik serta kegagalan fungsi pada bendungan adalah erosi akibat mengalirnya air melalui lubang-lubang pada pondasi (piping). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit air bendungan yang merembes melewati as bendungan pada keadaan muka air normal dan banjir, serta mengetahui nilai faktor keamanan bendungan dari bahaya piping. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi lapangan meliputi pemetaan geologi, pengukuran geolistrik dan pemboran inti, serta perhitungan Faktor Keamanan (FK). Sampel inti batuan diuji di laboratorium untuk mengetahui sifat fisik dan mekanika tanah terutama nilai specific gravity dan void ratio. Perhitungan FK menggunakan simulasi dengan input muka air normal dan muka air banjir. Berdasarkan hasil dari pemetaan geologi, permukaan lokasi penelitian disusun oleh batupasir tuffan, tuff, dan breksi. Pengukuran geolistrik dan pemboran inti menunjukkan bahwa bagian bawah permukaan dari lokasi penelitian tersusun oleh tuff yang mendominasi bagian atas dan batupasir tuffan mendominasi bagian bawah. Debit rembesan sebelum grouting pada keadaan muka air normal adalah sebesar 14,33 m3/hari dan berubah menjadi 9,49 m3/hari, debit rembesan sebelum grouting pada kondisi muka air banjir sebesar 15,32 m3/hari dan berubah menjadi 10,17 m3/hari. Nilai faktor keamanan piping Bendungan Logung pada saat sebelum di grouting adalah 1,38 dan naik menjadi 4,77 setelah di grouting.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords
Bendungan Logung; faktor keamanan piping; rembesan; simulasi model.

Article Metrics:

  1. Azdan, M. D. dan Samekto, C. 2008. Kritisnya Kondisi Bendungan di Indonesia. Seminar Nasional Bendungan Besar, Surabaya.
  2. Badan Standarisasi Nasional. 2016 Metode Analisis dan Cara Pengendalian Rembesan Air untuk Bendungan Tipe Urugan, SNI 8065:2016. Jakarta.
  3. Das, B. M., 1995. Mekanika Tanah : Prinsip-Prinsip Rekayasa Geoteknik Jilid 1. Penerbit Erlangga: Jakarta.
  4. Hardiyatmo, H. C., 2010. Mekanika Tanah 1 Edisi kelima. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.
  5. Kalkani, E. C., 1997. Geological conditions, seepage grouting, and evaluation of piezometer measurments in abutments of an earth dam. Engineering Geology, Vol 46, hal. 93-104.
  6. Karol, R. H. 2003. Chemical Grouting and Soil Stabilization. Marcel Dekker, Inc.: New York, hal. 558.
  7. Nicholson, P. 2015. Soil Improvement and Ground Modification Methods 1st Edition. Butterworth-Heinemann: United Kingdom.
  8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. 2010. Peraturan Pemerintah Tentang Bendungan No 37 BAB I, Pasal 1 Ayat 1.
  9. Soedarmo, G. D. dan Purnomo, S. J. E., 1993. Mekanika Tanah 1. Kanisius: Malang.
  10. Sosrodarsono, S. dan Takeda, K. 2002. Bendungan Tipe Urugan. PT. Pradnya Paramita: Jakarta.