Geokimia Daerah Panasbumi Gunung Pandan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur

*Hanindya Ramadhani -  Sekolah Tinggi Teknologi Nasional, Indonesia
Herning Dyah Kusuma Wijayanti -  Sekolah Tinggi Teknologi Nasional, Indonesia
Paramitha Tedja Trisnaning -  Sekolah Tinggi Teknologi Nasional, Indonesia
Received: 17 Oct 2018; Published: 30 Nov 2018.
Open Access Copyright 2018 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IDN
Full Text:
Statistics: 104 277
Abstract
Pulau Jawa memiliki potensi sumberdaya panasbumi yang tinggi, dibuktikan dengan se-kitar 70% jumlah lapangan panasbumi yang telah beroperasi di Indonesia terletak di Pulau Jawa. Sebagian besar prospek yang telah diidentifikasi berasosiasi dengan gunungapi, khususnya yang berumur Kuarter. Eksplorasi dan eksploitasi panasbumi di Pulau Jawa, hingga saat ini banyak berfokus di Jawa Tengah dan di bagian timur Jawa Barat. Minimnya penyelidikan panasbumi di daerah Jawa Timur menyebabkan kurangnya informasi mengenai sistem panasbumi di wilayah ini. Gunung Pandan merupakan salah satu gunungapi yang terletak di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Kehadiran manifestasi mataair panas dan kolam lumpur menjadi salah satu indikasi prospek energi panasbumi. Penelitian terhadap kehadiran manifestasi panasbumi dapat menjadi referensi dalam melakukan penyelidikan detail potensi panasbumi di daerah ini. Pengamatan geologi lapangan dan pengambilan sampel air pada lokasi mataair panas dan kolam lumpur mencakup koordinat dan ketinggian lokasi pengambilan sampel, jenis litologi, serta temperatur dan pH manifestasi. Sampel air diuji di laboratorium guna mengetahui kandungan unsur kimianya, selanjutnya dilakukan analisis terkait tipe fluida dan geotermometer. Daerah Gunung Pandan, terutama pada setiap lokasi penyelidikan, tertutup endapan limonit dan sebagian lokasi dijumpai adanya travertine. Hasil analisis menunjukkan fluida di ke empat daerah memiliki tipe Sodium Klorida yang dicirikan dengan kandungan Na + K dan Cl yang tinggi, serta memiliki sifat air dewasa. Hasil analisis geothermometer, diperkirakan temperatur terendah reservoir sebesar 153° C dan temperatur tertinggi reservoir sebesar 222°C.
Keywords
Kolam lumpur; Gunung Pandan; manifestasi; mataair panas; panasbumi

Article Metrics:

  1. De Genevraye, P. dan Samuel, L., 1972. Geology of The Kendeng Zone (Central & East Java). Proceedings of the Indonesian Petroleum Association 1st Annual Convention and Exhibition, hal. 17-30.
  2. Giggenbach and Goguel. 1989. Chemical Techniques in Geothermal Exploration. Chemistry Division, DSIR, Private Bag.: New Zealand.
  3. Herdianita, N. R. dan Priadi, B., 2006, Manifestasi Permukaan Sistem Panasbumi Gunung Kendang – Angsana, Garut – Pameungpeuk, Jawa Barat. Jurnal Geoaplika Volume 1, Nomor 1, hal. 047-054.
  4. Lunt, P., Netherwood, R., dan Huffman, O.F., 1998. Guide Book of IPA Field Trip to Central Java. Proceeding of 24th Annual Convention Indonesian Petroleum Association, Jakarta, hal. 65.
  5. Nicholson, K., 1993. Geothemal Fluids Chemistry and Exploration Technique. School of applied sciences. The Robert Gordon University Aberdeen AB1 1HG, Scotland: United Kingdom.
  6. Pringgoprawiro, H., 1983. Biostratigrafi dan Paleogeografi Cekungan Jawa Timur Utara, Suatu Pendekatan Baru. Desertasi Doktor, Institut Teknologi Bandung.
  7. Pringgoprawiro, H. dan Sukido., 1992. Peta Geologi Lembar Bojonegoro, Jawa. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi: Bandung.
  8. van Bemmelen, R. W., 1949. The Geology of Indonesia, vol.1.A: General Geology. Martinus Nijhof, The Haque, hal. 684.