Penentuan Zona Gerakan Tanah dan Analisis Kemantapan Lereng di Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah

*Monalisa Isma Rikma Marani -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Najib Najib -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rinal Khaidar Ali -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 18 Sep 2018; Published: 30 Nov 2018.
Open Access Copyright 2018 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Supp. File(s):
PENENTUAN ZONA GERAKAN TANAH DAN ANALISIS KEMANTAPAN LERENG DI KECAMATAN KLEGO, KABUPATEN BOYOLALI, JAWA TENGAH
Subject Bencana gerakan tanah/ longsor; kondisi geologi; zona gerakan tanah; kemantapan lereng; Kecamatan Klego
Type Other
  Download (3MB)    Indexing metadata
Statistics: 58 165
Abstract
Bencana gerakan tanah merupakan salah satu jenis bencana yang sering terjadi, baik secara alamiah maupun buatan, yang dampaknya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur (Noor, 2011). Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali merupakan wilayah yang perkembangan sarana infrastrukturnya cukup tinggi, tetapi juga berpotensi mengalami gerakan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, tingkat kerentanan gerakan tanah dan kestabilan lereng di Kecamatan Klego. Geologi Kecamatan Klego terdiri dari batulanau, breksi laharik, breksi piroklastik dan endapan alluvium, struktur geologi terdiri dari sesar geser sinistral dengan kedudukan strike dan dip N 325o E/52o, bersifat minor. Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah di Kecamatan Klego adalah kondisi kemiringan lereng yang curam, litologi/ material penyusun lereng yang telah lapuk, dan faktor pemicu berupa infiltrasi air berlebihan ke dalam lereng ketika intensitas hujan tinggi. Kecamatan Klego termasuk daerah dengan tingkat kerawanan zona Tipe B, yang terbagi menjadi 3 tingkat, yaitu kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi (kemiringan lereng 25% - 40%), tingkat kerawanan sedang (kemiringan lereng 8% - 16%), dan tingkat kerawanan rendah (kemiringan lereng 21% - 31%). Nilai Faktor Keamanan (FK) setelah menggunakan beban tambahan pada 5 titik adalah 1,28-1,22 (Lokasi 1), 1,54-1,49 (Lokasi 2), 0,62-0,61 (Lokasi 3), 5,68-5,71 (Lokasi 4), dan 0,66-0,68 (Lokasi 5). Berdasarkan hasil tersebut, kondisi lereng di Kecamatan Klego terdiri dari lereng relatif stabil dan labil. Nilai FK yang aman ketika diberikan beban tambahan adalah 1,5. Tidak disarankan memberikan beban yang berlebih di atas lereng dengan FK 1,5. Perlu dilakukan upaya penanggulangan dan pengendalian bahaya gerakan tanah di Kecamatan Klego seperti mengubah geometri lereng, membuat dinding penahan dari batuan dan parit permukaan pada lereng yang tidak stabil, serta perlindungan sistem hidrologi kawasan.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords
Bencana gerakan tanah; kestabilan lereng; Kecamatan Klego; zona gerakan tanah

Article Metrics:

  1. Departemen Pekerjaan Umum, 2005, Pedoman Konstruksi dan Bangunan – Rekayasa Penanganan Keruntuhan Lereng pada Tanah Residual dan Batuan, Pd T – 09 – 2005 – B. Direktorat Jenderal Penataan Ruang: Jakarta.
  2. Departemen Pekerjaan Umum, 2007. Pedoman Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor – Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/ PRT/ M/ 2007. Direktorat Jenderal Penataan Ruang: Jakarta.
  3. Karnawati, D., 2005, Bencana Alam Gerakan Massa Tanah di Indonesia dan Upaya Penanggulangannya. Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.
  4. Noor, D., 2011, Geologi Untuk Perencanaan. Graha Ilmu: Yogyakarta.
  5. Sukardi, dan Budhitrisna, T., 1992, Peta Geologi Lembar Salatiga, Jawa Skala 1 : 100.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi: Bandung.
  6. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, 2015, Buklet Gerakan Tanah. Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral: Bandung.
  7. van Bemmelen, R. W., 1949, The Geology Of Indonesia Volume IA, Government Printing Office, The Hague.
  8. Verhoef, W. N. P., 1994, Geologi Untuk Teknik Sipil. PT. Gelora Aksara Pratama: Jakarta.
  9. Wesley, D.L., 2010, Mekanika Tanah untuk Tanah Endapan dan Residu. ANDI: Yogyakarta.