Geophysical Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology, Sumatra Institute of Technology, Jl. Terusan Ryacudu, Way Huwi, Kec. Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Indonesia 35365, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JGT28931, author = {Ahmad Atsani and Raka Putra Rumansah and Ibrani Saragi and Muhammad Cahyanto and Selvi Irawati}, title = {Identifikasi Jalur Air Panas dengan Menggunakan Metode Geolistrik 2D dan Very Low Frequency Electromagnetic di Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Lampung Selatan}, journal = {Jurnal Geosains dan Teknologi}, volume = {0}, number = {0}, year = {2026}, keywords = {Panas Bumi; Geolistrik 2D; VLF-EM; Aliran Panas Bumi; Muara Putih}, abstract = {Mata air panas Cisarua di Desa Muara Putih, Natar, Lampung Selatan, merupakan manifestasi panas bumi yang terletak jauh dari zona vulkanik aktif, sehingga memerlukan penelitian untuk memahami mekanisme kemunculannya. Daerah ini tersusun atas endapan vulkanik muda, Formasi Lampung, dan batuan malihan, serta dilalui patahan berarah barat laut–tenggara sebagai bagian dari Sesar Lampung Panjang. Penelitian ini bertujuan mendeteksi jalur aliran fluida panas bumi melalui kombinasi metode geolistrik 2D dan Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM). Pengukuran dilakukan pada dua lintasan terintegrasi, sepanjang 350 meter dan 470 meter. Data VLF-EM diolah menggunakan filter NA MEMD, Fraser, dan Karous-Hjelt serta inversi 2D. Hasilnya menunjukkan anomali resistif vertikal (≤100 Ωm) dan anomali resistif dangkal (≤60 Ωm) yang diduga jalur fluida. Tiga lapisan utama teridentifikasi: top soil (>80 Ωm), lempung tufan (0–20 Ωm), dan lempung pasiran (20–70 Ωm). Pada lintasan pertama terindikasi tiga zona sesar, salah satunya sesuai dengan penelitian sebelumnya yang diperkirakan sebagai jalur air panas dengan arah barat laut–tenggara . Lintasan kedua tidak menunjukkan sesar karena tidak adanya kontras anomali resisvitas dan tidak didukung oleh data sekunder atau penelitian yang lain. Kedua metode menunjukkan pola resistivitas yang selaras, sehingga efektif digunakan untuk studi pendahuluan panas bumi.}, issn = {2620-634X}, doi = {10.14710/jgt.0.0.0.%p}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jgt/article/view/28931} }
Refworks Citation Data :
Article Metrics:
Last update:
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Jurnal Geosains dan Teknologi and Department of Geological Engineering, Universitas Diponegoro as the publisher of the journal. Copyright encompasses rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms, and any other similar reproductions, as well as translations.
Jurnal Geosains dan Teknologi and Department of Geological Engineering, Universitas Diponegoro and the Editors make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in Jurnal Geosains dan Teknologi are the sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.
The Copyright is officially transfered when the Author has filled and signed the License of Agreement, please do download the file here. The License of Agreement should be signed originally and send to the Editorial Office in the form of original mail or scanned document to :
Dr.rer.nat Thomas Triadi Putranto (Editor-in-Chief)Editorial Office of Jurnal Geosains dan TeknologiGeological Engineering Department, Universitas DiponegoroJl. Prof. Soedarto, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Central Java, Indonesia 50275Email: jgt@live.undip.ac.id