skip to main content

Identifikasi Jalur Air Panas dengan Menggunakan Metode Geolistrik 2D dan Very Low Frequency Electromagnetic di Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Lampung Selatan

Geophysical Engineering Study Program, Faculty of Industrial Technology, Sumatra Institute of Technology, Jl. Terusan Ryacudu, Way Huwi, Kec. Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Indonesia 35365, Indonesia

Received: 9 Aug 2025; Revised: 22 Nov 2025; Accepted: 28 Nov 2025; Published: 6 Jan 2026.
Open Access Copyright (c) 2025 Jurnal Geosains dan Teknologi under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract
Mata air panas Cisarua di Desa Muara Putih, Natar, Lampung Selatan, merupakan manifestasi panas bumi yang terletak jauh dari zona vulkanik aktif, sehingga memerlukan penelitian untuk memahami mekanisme kemunculannya. Daerah ini tersusun atas endapan vulkanik muda, Formasi Lampung, dan batuan malihan, serta dilalui patahan berarah barat laut–tenggara sebagai bagian dari Sesar Lampung Panjang. Penelitian ini bertujuan mendeteksi jalur aliran fluida panas bumi melalui kombinasi metode geolistrik 2D dan Very Low Frequency Electromagnetic (VLF-EM). Pengukuran dilakukan pada dua lintasan terintegrasi, sepanjang 350 meter dan 470 meter. Data VLF-EM diolah menggunakan filter NA MEMD, Fraser, dan Karous-Hjelt serta inversi 2D. Hasilnya menunjukkan anomali resistif vertikal (≤100 Ωm) dan anomali resistif dangkal (≤60 Ωm) yang diduga jalur fluida. Tiga lapisan utama teridentifikasi: top soil (>80 Ωm), lempung tufan (0–20 Ωm), dan lempung pasiran (20–70 Ωm). Pada lintasan pertama terindikasi tiga zona sesar, salah satunya sesuai dengan penelitian sebelumnya yang diperkirakan sebagai jalur air panas dengan arah barat laut–tenggara . Lintasan kedua tidak menunjukkan sesar karena tidak adanya kontras anomali resisvitas dan tidak didukung oleh data sekunder atau penelitian yang lain. Kedua metode menunjukkan pola resistivitas yang selaras, sehingga efektif digunakan untuk studi pendahuluan panas bumi.
Fulltext
Keywords: Panas Bumi; Geolistrik 2D; VLF-EM; Aliran Panas Bumi; Muara Putih
Funding: Institut Teknologi Sumatera

Article Metrics:

  1. Chabaane, A., Redhaounia, B., & Gabtni, H. (2017). Combined application of vertical electrical sounding and 2D electrical resistivity imaging for geothermal groundwater characterization: Hammam Sayala hot spring case study (NW Tunisia). Journal of African Earth Sciences, 134, 292–298. DO9I: https://doi.org/10.1016/j.jafrearsci.2017.0 7.003
  2. Chambers, J. E., Wilkinson, P. B., Penn, S., Meldrum, P. I., Kuras, O., Loke, M. H., et al. (2013). River terrace sand and gravel deposit reserve estimation using three- dimensional electrical resistivity tomography for bedrock surface detection. Journal of Applied Geophysics, 93, 25–32. DOI:
  3. https://doi.org/10.1016/j.jappgeo.2013.03. 002
  4. Chalikakis, K., Bosch, F. P., Guérin, R., Gurk, M., & Sorel, D. (2005). First contributions of TEM, RMT, RF-EM and VLF-GRAD to the study of a karstic/alluvial depression in Greece (Northern Peloponnisos). Seminar Ingenieur und Hydrogeophysik, Konferenzpapier, 1–8. DOI: https://doi.org/10.13140/RG.2.1.2509.2566
  5. Google. (2025). Citra satelit daerah Natar, Lampung Selatan [Citra satelit]. Google Earth. https://www.google.com/earth/
  6. Iqbal, M., Juliarka, B. R., Ashuri, W., & Al Farishi, B. (2019). Hydrogeochemistry of Natar and Cisarua hot springs in South Lampung, Indonesia. Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology, 4(3), 178. DOI: https://doi.org/10.25299/jgeet.2019.4.3.4070
  7. Juliarka, B. R., & Iqbal, M. (2020). 2D conceptual model on Natar geothermal system based on gravity data. Buletin Sumber Daya Geologi, 15(1), 39–49. DOI: https://doi.org/10.47599/bsdg.v15i1.292
  8. Karous, M., & Hjelt, S. E. (1983). Linear filtering of VLF dip angle measurements. Geophysical Prospecting, 31(4), 782–794. DOI: https://doi.org/10.1111/j.1365-2478.1983.tb01085.x
  9. Leborgne, R., Rivett, M. O., Wanangwa, G., Sentenac, P., & Kalin, R. M. (2021). True 2-D resistivity imaging from vertical electrical soundings to support more sustainable rural water supply borehole siting in Malawi. Applied Sciences, 11(3), 1162.DOI:
  10. https://doi.org/10.3390/app11031162
  11. Lin, M. J., & Jeng, Y. (2010). Application of the VLF-EM method with EEMD to the study of a mud volcano in southern Taiwan. Geomorphology, 119(1–2), 97–110. DOI: https://doi.org/10.1016/j.geomorph.2010.02.021
  12. Mangga, A. S. (1993). Peta geologi lembar Tanjungkarang, skala 1:250.000. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi
  13. Marwan, M., Isa, M., Idroes, R., Nursyafira, N., Idris, S., Yanis, M., Ghani, A. A., & Paembonan, A. Y. (2023). Geoelectrical model of geothermal spring in Ie Jue Seulawah deriving from 2D VLF-EM and DC resistivity methods. Journal of Applied Engineering Science, 21(1), 59–69. DOI: https://doi.org/10.5937/jaes0-38014
  14. Okpoli, C. C. (2013). Sensitivity and resolution capacity of electrode configurations. International Journal of Geophysics, 2013, Article ID 608037. DOI: https://doi.org/10.1155/2013/608037
  15. Oloani, O. A. (2022). Analisa perbandingan konfigurasi Wenner-Alpha dan Wenner-
  16. Schlumberger dengan metode geolistrik resistivitas (Skripsi sarjana, Institut Teknologi Sumatera, tidak dipublikasikan). Özürlan, G., & Sahin, M. H. (2006). Integrated geophysical investigations in the Hisar geothermal field, Demirci, Western Turkey. Geothermics, 35(2), 110–122
  17. DOI: https://doi.org/10.1016/j.geothermics.2005
  18. .11.004
  19. Putri, U. A., Paembonan, A. Y., Antosia, R. M., & Irawati, S. M. (2024). Analisis metode geolistrik 2D dan VLF-EM untuk mendeteksi jalur air panas Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Geosains dan Teknologi, 7(1), 9–18. DOI: https://doi.org/10.14710/jgt.7.1.2024.9-18
  20. Rizka, & Setiawan, S. (2019). Investigasi lapisan akuifer berdasarkan data vertical electrical sounding (VES) dan data electrical logging: Studi kasus Kampus ITERA. Bulletin of Scientific Contribution: Geology, 17(2), 91–100. DOI:
  21. https://doi.org/10.24198/bsc.v17i2.22393
  22. Suharno, Aritonang, R. B., Zainudin, A., & Rustadi. (2012). Sistem panas bumi Cisarua Natar, Lampung Selatan. Paper presented at The 12th Annual Indonesian Geothermal Association Meeting & Conference, Bandung
  23. U.S. Environmental Protection Agency. (2007).Geophysical methods for subsurface site characterization. EPA/540/R-06/003. Washington, DC: Office of Solid Waste and Emergency Response.DOI: https://clu-in.org/download/char/char-epa-geophysics.pdf

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.