Kajian Analisis Proksimat pada Briket Batubara dan Briket Biomassa

*Theodora Noely Tambaria -  Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Sumatera, Indonesia
Berlian Filda Yofita Serli -  Sains Komputasi, Institut Teknologi Sumatera, Indonesia
Received: 15 Jun 2019; Revised: 8 Jul 2019; Accepted: 9 Jul 2019; Published: 9 Sep 2019; Available online: 31 Jul 2019.
Open Access Copyright 2019 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 16 34

Abstract

Briket merupakan salah satu sumberdaya energi alternatif yang pada penelitian ini membandingkan nilai kalori dan indikasi dampak lingkungan dari briket dengan bahan baku briket adalah batubara, batubara karbonisasi, bambu dan serbuk kayu. Sampel batubara berasal dari tambang batubara PTBA Tanjung Enim, sampel bambu dan serbuk kayu didapatkan disekitar PTBA Tarahan Lampung. Briket dianalisis berdasarkan total moisture, Inherent moisture, kadar abu, zat terbang, karbon tertambat, total sulfur dan nilai kalori. Hasil analisis total moisture tertinggi adalah sampel briket batubara (30,75%) dan terendah adalah briket bambu karbonisasi (9,23%). Inherent moisture tertinggi adalah briket batubara (13,4%) dan terendah adalah briket batubara karbonisasi (8,55%). Kadar abu tertinggi adalah briket bambu karbonisasi (14,5%) dan briket batubara karbonisasi (13,08%). Zat terbang tertinggi adalah briket kayu (69,39%) dan terendah adalah briket bambu karbonisasi (8,44%). Kadar karbon tertinggi adalah briket bambu karbonisasi (68,15%) dan terendah adalah briket kayu (17,79%). Semua sampel briket memenuhi standar total moisture, Inherent moisture dan total sulfur. Sampel yang memenuhi semua standar adalah briket batubara karbonisasi dan briket bambu karbonisasi. Proses karbonisasi pada penelitian ini menyebabkan peningkatan karbon dan penyimpan hidrogen yang lebih baik, mengindikasi dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif dan tidak memiliki indikasi kontaminasi dan korosi.

Keywords
Batubara; biomassa; briket; karbonisasi

Article Metrics:

  1. ASTM D3302-74, 2005. Test Method for Moisture in the Analysis Sample of Coal and Coke: Gaseous Fuels; Coal and Coke, vol.05.06
  2. ASTM D2961-74, 2005. Test Method for Moisture in the Analysis Sample of Coal and Coke: Gaseous Fuels; Coal and Coke, vol.05.06
  3. ASTM D3172-73, 2005. Test Method for Moisture in the Analysis Sample of Coal and Coke: Gaseous Fuels; Coal and Coke, vol.05.06
  4. ASTM D3177-75, 2005. Test Method for Moisture in the Analysis Sample of Coal and Coke: Gaseous Fuels; Coal and Coke, vol.05.06
  5. ASTM D3286-73, 2005. Test Method for Moisture in the Analysis Sample of Coal and Coke: Gaseous Fuels; Coal and Coke, vol.05.06
  6. Balasubramani, P., Anbumalar, V., Nagarajan, M. S., & Prabu, P. M., 2016. Biomass Briquette Manufacturing System Model for Environment. Journal of Alloys and Compounds, 686, 859–865. doi:10.1016/j.jallcom.2016.06.233
  7. Chen, C., dan Kojima, T., 1997. Modeling of Sulfur Retention by Limestone in Coal Briquette. Fuel Processing Technology, 53(1-2), 49–67. doi:10.1016/s0378-3820(97)00036-2
  8. Huang, Y., Zhang, Y., Qi, Y., Yu, Y., & Yu, W., 2019. Identification of Odorous Constituents of Bamboo During Thermal Treatment. Construction and Building Materials, 203, 104–110. doi:10.1016/j.conbuildmat.2019.01.054
  9. Morisco, 2006. Pemberdayaan Bambu dalam Revolusi Hijau. Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
  10. Nurisman, E., Lubis, J.T., Wahyudi, A., 2017. Studi Eksperimental Pengaruh Temperatur Karbonisasi Terhadap Rendemen dan Kualitas Semikokas (Coalite) Berdasarkan Analisis Proksimat dan Nilai Kalori di Pabrik Briket, PT. Bukit Asam (Persero) Tbk, Seminar Nasional AVoER IX 2017, Palembang.
  11. Kasmudjo, 2010. Teknologi Hasil Hutan. Suatu Pengantar. Identifikasi Kayu, Sifat-Sifat Kayu, Teknologi Pengolahan Hasil Hutan, Potensi dan Prospek. Penerbit Cakrawala Media. Yogyakarta.
  12. Ozgen, S., Caserini, S., Galante, S., Giugliano, M., Angelino, E., Marongiu, A., Hugony, F., Migliavacca, G., Morreale, C., 2014. Emission Factors from Small Scale Appliances Burning Wood and Pellets. Atmospheric Environment, 94, 144–153.
  13. Purwanto, D., 2009. Analisa Jenis Limbah Kayu pada Industri Pengolahan Kayu di Kalimantan Selatan. Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol. 1, No. 1, Juni 2009 : 14-20.
  14. Sudradjat, R., 2000. The Potensial of Biomass Energy Resourcesin Indonesia for the Possible Development of Clean Technology Process (CPT). Laporan Penelitian Jakarta, Jakarta.
  15. Surajo Ibrahim Kirare, A., 2018. Differences Between Coal and Hydrocarbons (Petroleum). 10.5281/zenodo.1484646.
  16. Taylor, G. H., Teichmuller, M., Davis, A., Diesel, C. F., Littke, R., dan Robert, P. 1998. Organic Petrology. Berlin, Stuggart: Gebruder Borntraeger. 685 p
  17. Thomas, L., 2002. Coal Geology, John Wiley & Sons. 400 p.
  18. Wiinikka, H., & Gebart, R., 2004. Experimental investigations of the influence from different operating conditions on the particle emissions from a small-scale pellets combustor. Biomass and Bioenergy, 27(6), 645–652.doi:10.1016/j.biombioe.2003.08.020
  19. Zhu, J., Jia, J., & Tjong, S. C., 2014. Preparation, Structure, and Application of Carbon Nanotubes/Bamboo Charcoal Composite. Nanocrystalline Materials, 1–25. doi:10.1016/b978-0-12-407796-6.00001-4.