skip to main content

Identifikasi Patahan dan Struktur Bawah Permukaan Kawasan Potensi Panas Bumi Rawa Dano Provinsi Banten Menggunakan Data Gravitasi GGMPlus

1Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta, Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta 55281, Indonesia

2Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri, Indonesia

3Jurusan Teknik Geofisika, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta, Indonesia

Received: 12 Oct 2022; Revised: 31 May 2023; Accepted: 31 May 2023; Available online: 21 Aug 2023; Published: 21 Aug 2023.
Open Access Copyright (c) 2023 Jurnal Geosains dan Teknologi under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract
Rawa Dano merupakan daerah potensi panas bumi di Jawa Barat yang memiliki manifestasi berupa mata air panas. Meskipun bagian dari Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Panas Bumi dan mulai dikembangkan sejak tahun 2009, struktur bawah permukaan di wilayah ini belum dapat dijelaskan dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi bawah permukaan guna mendukung eksplorasi di kawasan potensi panas bumi Rawa Dano menggunakan metode Gravitasi dari data GGMPlus. Area penelitian melingkupi koordinat 599098,627mT – 615194,894mT dan 9311307,916mU – 9327686,574mU dengan luas wilayah 16,22 km x 16,46 km.Jumlah data sebanyak 5.402 titik dengan jarak antar titik~221 m.Hasil Anomali Bouguer Lengkap (ABL) menunjukkan adanya anomali rendah di sisi barat hingga barat daya yang merepresentasikan dataran rendah, sedangkan anomali tinggi berada di sisi utara hingga timur laut yang berkorelasi denganpegunungan dan perbukitan. Berdasarkan pemodelan 2D, batuan penyusun di daerah penelitian didominasi oleh lima jenis formasi batuan. Batuan berdensitas 2,4 g/cm3-3,29 g/cm3 bersesuaian dengan andesit dan basalt yang berasal dari Batuan Gunungapi Danau Tua. Batuan dengan densitas 1,96 g/cm3-2,44 g/cm3 bersesuaian dengan tufa yang termasuk dalam Tufa Banten Bawah, sedangkan batuan dengan densitas 1,6 g/cm3-2,35 g/cm3 dan 1,5 g/cm3 yang juga bersesuaian dengan tufa berasal dari Batuan Gunungapi Danau Muda dan Tufa Banten Atas. Kemudian batuan berdensitas 1,9 g/cm3–2,15 g/cm3 bersesuaian dengan kerikil, pasir dan lempung termasuk ke dalam Endapan Rawa Danau. Selain itu, terdapat lapisan batuan baru berdensitas 1,03 g/cm3-1,13 g/cm3 yang belum diketahui jenis batuannya.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Data Analysis
Data GGMPlus Wilayah Penelitian Rawa Dano
Subject
Type Data Analysis
  Download (815KB)    Indexing metadata
Keywords: Rawa Dano; GGMPlus; Anomali Bouguer; SVD; Model Gravitasi 2D
Funding: Universitas Negeri Yogyakarta; Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Article Metrics:

  1. Asniar, N., Purwana, Y. M., dan Surjandari, N. S., 2019. Tuff as rock and soil: Review of the literature on tuff geotechnical, chemical and mineralogical properties around the world and in Indonesia. AIP Conference Proceedings. DOI: doi.org/10.1063/1.5112466
  2. Aziz, K.N., Hartantyo, E., dan Niasari, S.W., 2018. The Study of Fault Lineament Pattern of the Lamongan Volcanic Field Using Gravity Data. Journal of Physics: Conference Series. DOI: 10.1088/1742-6596/1011/1/012025
  3. Earthexplorer.usgs.gov., 2022. USGS. Diambil pada tanggal 11 Februari 2022, dari https://earthexplorer.usgs.gov/
  4. Grant, F.S., dan West, G.F., 1965. Interpretation Theory in Applied Geophysics. New York: McGraw-Hill Book Company
  5. Handayani, L. dan Wardhana, D.D., 2017. Eksplorasi Gayaberat untuk Airtanah dan Topografi Batuan Dasar di Daerah Serang, Banten. RISET Geologi dan Pertambangan, 27(2). DOI: dx.doi.org/10.14203/risetgeotam2017.v27.295
  6. Hendra, T., 2018. Rawa Dano; Sebuah Kaldera Gunungapi Purba. Diambil pada tanggal 13 Februari 2022, dari https://desdm.bantenprov.go.id/read/berita/283/RAWA-DANO-SEBUAH-KALDERA-GUNUNG-API-PURBA.html
  7. Hermawan, D., Mustofa, S.A., Permana, L.A., dan Rustina, T.S., 2022. Neraca Sumber Daya dan Cadangan Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kementrian ESDM
  8. Hirt, C., Claessens, S., Fecher, T., Kuhn, M., Pail, R., Rexer, M., 2013. New ultrahigh-resolution picture of Earth’s gravity field. Geophysical Research Letters, 40
  9. Hochstein, M.P. dan Sudarman, S., 2015. Indonesian Volcanic Geothermal Systems Proceedings World Geothermal Congress 2015, hal.1–11
  10. Lestari, D., 2019. Visualisasi Struktur Bawah Permukaan Gunung Merapi Menggunakan Data Anomali Gravitasi Citra Satelit. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang
  11. Rusmana, E., Suwitodirdjo, K., dan Suharsono. (1991). Peta Geologi Lembar Serang, Jawa, skala 1:100.000. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi
  12. Santosa, S., 1991. Peta Geologi Lembar Anyer, Jawa Barat, skala 1:100.000. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi
  13. Supriyadi, A. dan Roxas, J., 2018. Gempa, tsunami dan likuifaksi: Rangkaian bencana di Palu yang perlu Anda ketahui. Diambil pada tanggal 23 April 2022, dari https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-45832237
  14. Susmanto, A., 2014. Pemodelan Sistem Panas Bumi Menggunakan Data Magnetotellurik (MT) pada Daerah Prospek Panas Bumi Kaldera Danau Banten. Potensi Panas Bumi Indonesia, Jilid I, Direktorat Panas Bumi,
  15. Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi. Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  16. Telford, W.M., Geldart, L.P., Sheriff, R.E., 1990. Applied Geophysics. Cambridge: Cambridge University Press

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.