skip to main content

Genesa Marmer Daerah Mata Wawatu dan Sanggula, Kecamatan Moramo Utara, Konawe Selatan Berdasarkan Karakteristik Tekstur, Struktur, dan Asosiasi Batuannya

1Jurusan Teknik Geologi, Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma, Kendari, Indonesia 93232, Indonesia

2Depertemen Teknik Geologi, Universitas Gadjah Mada, Jl. Grafika 2, Yogyakarta, Indonesia 55281, Indonesia

Received: 6 Dec 2022; Revised: 11 Jun 2023; Accepted: 14 Jun 2023; Available online: 21 Aug 2023; Published: 21 Aug 2023.
Open Access Copyright (c) 2023 Jurnal Geosains dan Teknologi under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract
Salah satu daerah penghasil marmer di Provinsi Sulawesi Tenggara adalah Desa Mata Wawatu dan Sanggula, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilakukan untuk menginterpretasi genesa marmer yang meliputi tipe dan fasies metarmorfisme berdasarkan karakteristik tekstur, struktur, dan asosiasi batuannya. Ketiga parameter tersebut diketahui dengan melakukan observasi geologi, deskripsi singkapan dan sampel batuan, dan analisis petrografi. Hasilnya menunjukkan bahwa lokasi penelitian tersusun oleh tiga satuan batuan, yaitu Satuan Marmer, Satuan Filit, dan Satuan Konglomerat dengan struktur geologi berupa kekar, sesar geser sinistral, dan sesar geser sinistral diperkirakan yang terbentuk oleh gaya utama berarah relatif utara timur laut – selatan barat daya. Filit memperlihatkan stuktur foliasi tipe filitik dan tekstur hipidioblastik, kristaloblastik, dan lepidoblastik serta tekstur khusus berupa augen dan mortar. Mineralogi filit terdiri dari kuarsa, muskovit, grafit, klorit, dan mineral opak. Sementara itu, marmer di daerah penelitian menunjukkan struktur non foliasi. Namun, di beberapa tempat marmer menunjukkan retakan–retakan intensif dan struktur syn-genetic berupa perlapisan yang diduga merupakan struktur batuan asalnya, dengan variasi tekstur berupa hipidioblastik, xenoblastik, kristaloblastik, nematoblastik, granoblastik, granuloblastik serta tekstur khusus yang terdiri tekstur augen, saccaroidal, dan mortar.  Komposisi marmer tersusun oleh mineral kalsit, dolomit, kuarsa, muskovit, klorit dan mineral opak. Karakteristik tekstur dan struktur pada marmer serta asosiasi batuan termasuk himpunan mineralnya mengindikasikan bahwa marmer di lokasi penelitian terbentuk oleh proses metamorfisme regional, bersama dengan filit, pada fasies sekis hijau.
Fulltext View|Download
Keywords: tipe; fasies metamorfisme, marmer; Moramo Utara; asosiasi batuan
Funding: Universitas Halu Oleo

Article Metrics:

  1. Aditya, C., Halim, A., dan Silviana., 2016. Pemanfaatan limbah marmer dan serbuk silika pada industri bata beton pejal dan berlubang. Seminar Nasional Inovasi dan Aplikasi Teknologi di Industri, Institut Teknologi Nasional Malang, hal.16-22. https://doi.org/10.36040/seniati.vi0.235
  2. Amal, A.S. dan Saleh, C., 2015. Pemanfaatan limbah batu marmer sebagai pengganti agregat kasar pada campuran aspal beton terhadap karakteristik marshall. E-Journal Universitas Muhammadiyah Malang, 13(2), hal.117-126. https://doi.org/10.22219/jmts.v13i2.2556
  3. Azzaman, M.A. dan Titisari, A.D., 2019. Karakteristik marmer daerah Mata Wawatu dan Sanggula, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Geologi, Riset dan Pertambangan, 29(1), hal.79-90. http://dx.doi.org/10.14203/risetgeotam2019.v29.776
  4. Bager, M., Yildiz, A., Kibici, Y., Elitok, O., Akinci, 2015. The genesis and characterization of Paleocene pelagic marbles from the southern part of the Menderes massif. Arabian Journal of Geosciences, 8, hal.7667-7668. DOI: doi.org/10.1007/s12517-014-1759-2
  5. Best, M.G., 2003. Igneous and Metamorphic Petrology, Second Edition. Blackwell Science Ltd., United Kingdom
  6. Bucher, K. dan Grapes, R., 2011. Petrogenesis of Metamorphic Rocks, Eighth Edition. Springer, Verlag Berlin Heidelberg
  7. Hollocher, K., 2014. A Pictorial Guide to Metamorphic Rocks in the Field. United Kingdom: Taylor & Francis Group, London,
  8. Hunggurami, E., Lauata, M.F. dan Utomo, S. (2013). Pemanfaatan limbah serbuk batu marmer dari Gunung Batu Naitapan Kabupaten Timor Tengah Selatan pada campuran paving block. Jurnal Teknik Sipil, 2(1), hal. DOI: doi.org/10.35508/jts.2.1.37-48
  9. MacKenzie, W.S., Adams, A.E., dan Brodie, K.H. (2017). Rocks and minerals in thin section, 2nd edition, London, Taylor & Francis Group, London, UK
  10. Mottana, A., Crespi, R., dan Liborio, G. (1978). Rocks and Minerals. Simon & Schuster Inc., New York
  11. Setiawan, N.I., Husein, S., Nukman, M., Novian, M.I. (2019). Identifikasi singkapan batuan metamorf segar di lereng utara Gunungkonang, sebagai analog jenis dan tipe batuan metamorf di Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Prosiding Seminar Nasional Kebumian ke-12, hal.1549-1559
  12. Simandjuntak, T.O., Surono, Sukido, 1993. Peta Geologi Lembar Kolaka, Sulawesi. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi,
  13. Sukandarrumidi, 2009. Bahan Galian Industri. Gadjah Mada University Press
  14. Surono, 2013. Geologi Lengan Tenggara Sulawesi. Bandung: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  15. Susilowati, 2011. Pemanfaatan serbuk marmer sebagai bahan alternatif pengganti semen pada campuran beton normal. Jurnal Arsitektur Universitas Bandar Lampung, hal.16-24. DOI: http://dx.doi.org/10.36448/jaubl.v1i2.292
  16. Titisari, A.D. dan Kurniawati, S., 2018. Genesa marmer daerah Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur berdasarkan karakteristiknya. Prosiding Seminar Nasional Kebumian ke–11 Universitas Gadjah Mada, hal.740-752
  17. Winter, J.D., 2014. Principles of Igneous and Metamorphic Petrology, Second Edition. Pearson Education Limited, Edinburgh
  18. Whitney, D.L., dan Evans, B.W., 2010. Abbreviation for names of rock-forming minerals. American Mineralogist, 95, hal.185-187

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.