skip to main content

KAJIAN PEMBUATAN CHIKUWA DENGAN BAHAN BAKU JENIS IKAN YANG BERBEDA

*Banon Agung Wijaya  -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Eko Susanto  -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Lukita Purnamayati  -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2023 Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Abstract

Chikuwa merupakan makanan tradisional dari Jepang yang terbuat dari bahan baku daging ikan yang dicampurkan dengan tepung serta bahan campuran lainnya, kemudian adonan tersebut dibalutkan pada bambu atau pipa kemudian dipanggang hingga matang. Chikuwa belum begitu populer di Indonesia, sehingga pengolahan chikuwa di Indonesia masih belum banyak serta variasi bahan baku yang digunakan untuk membuat chikuwa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu chikuwa dari segi sensori dan kimiawi dengan perlakuan perbedaan jenis bahan baku ikan yaitu ikan bandeng, ikan belanak, ikan nila. Penelitian ini bersifat experimental laboratories model rancangan acak lengkap dengan satu factor yaitu perbedaan bahan baku ikan. Mutu chikuwa dilihat melalui uji kekuatan gel, uji lipat, uji gigit, uji kadar protein, uji kadar air dan uji hedonik kesukaan panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perbedaan jenis ikan memberikan pengaruh nyata terhadap uji kekuatan gel, uji hedonik, uji lipat, dan uji gigit. Nilai kekuatan gel, uji lipat, uji gigit dan uji hedonik tertinggi pada chikuwa dengan bahan baku ikan nila yaitu berturut-turut sebesar 2480,10 g/cm2; 3,77; dan 8,20. Hasil yang tidak berbeda nyata ditunjukkan pada kadar protein dan kadar air chikuwa.

Fulltext View|Download
Keywords: chikuwa; kekuatan gel; mutu chikuwa
Funding: Universitas Diponegoro

Article Metrics:

  1. Agustin, T.I. 2012. Mutu fisik dan mikrostruktur kamaboko ikan kurisi (Nemipterus nematophorus) dengan penambahan karaginan. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 15(1), 17-26
  2. Agustini, T.W., Darmanto, Y.S dan Putri, D.P.K. 2008. Evaluation on utilization of small marine fish to produce surimi using different cryoprotective agents to increase the quality of surimi. Journal of Coastal Development, 11(3), 131-140
  3. Anggit, N.P., Darmanto, Y.S dan Swastawati, F. 2011. Analisa mutu satsuma age ikan kurisi (Nemipterus Sp) dengan penggunaan jenis tepung yang berbeda. Jurnal Saintek Perikanan, 6(2), 13-22
  4. Badan Standardisasi Nasional. 2006. Standar Nasional Indonesia 01-2346:2006 Petunjuk Pengujian Organoleptik dan atau Sensori. Jakarta. BSN
  5. Badan Standardisasi Nasional. 2006. Standar Nasional Indonesia 2354.2:2006 Cara Uji Kimia bagian 2 Kadar air. Jakarta. BSN
  6. Badan Standardisasi Nasional. 2006. Standar Nasional Indonesia 2354.4:2006 Cara Uji Kimia bagian 4 Kadar Protein. Jakarta. BSN
  7. Badan Standardisasi Nasional. 2009. Standar Nasional Indonesia 2372.6:2009 Cara uji fisika Bagian 6: Penentuan mutu pasta pada produk perikanan. Jakarta. BSN
  8. Hafiluddin., Zainuri, M dan Wahyudi, S.R. 2012. Analisis kandungan gizi dan logam berat ikan belanak (Mugil sp.) di Sekitar Perairan Socah. Jurnal Kelautan, 5(2), 132-141
  9. Husni, A., Putra, D.R dan Lelana, I.Y.B. 2014. Aktivitas antioksidan Padina sp. pada berbagai suhu dan lama pengeringan. JPB Perikanan, 9(2), 165-171
  10. Merawati, D., Budi, W., Ahmad, S dan Budi, S. 2012. Uji organoleptik biskuit dan flake campuran tepung pisang dengan kurma sebagai suplemen bagi olahragawan. Jurnal Teknologi Industri Boga dan Busana, 3(1), 7-13
  11. Niken, H.A dan Adepristian, Y.D. 2013. Isolasi amilosa dan amilopektin dari pati kentang. Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, 2(3), 57-62
  12. Putri, F.S., Hasan, Z dan Haetami, K. 2012. Pengaruh pemberian bakteri probiotik pada pelet yang mengandung kaliandra (Calliandracalothyrsus) terhadap pertumbuhan benih ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Perikanan dan Kelautan, 3(4), 283-291
  13. Rachmawan, O., Taofik, A dan Suwarno, N. 2013. Penggunaan tepung talas bogor (Colocasia esculenta L. Schott) terhadap sifat fisik dan akseptabilitas nagget ayam petelur afkir. Jurnal Istek, 7(2), 152-162
  14. Radityo, C.T., Darmanto, Y.S dan Romadhon. 2014. Pengaruh penambahan egg white powder dengan konsentrasi 3% terhadap kemampuan pembentukan gel surimi dari berbagai jenis ikan. Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3(4), 1-9
  15. Rosaini, H., R. Rasyid, dan V. Hagramida. 2015. Penetapan kadar protein secara kjeldahl beberapa makanan olahan kerang remis (Corbiculla moltkiana Prime.) dari Danau Singkarak. Jurnal Farmasi Higea, 7(2), 120-127
  16. Sarie, O.T., Asikin, A.N dan Kusumaningrum, I. 2018. Pengaruh perbedaan jenis ikan terhadap karakteristik gel surimi. Ziraa’ah, 43(3), 266-272
  17. Shaviklo, G.R. 2006. Quality assessment of fish protein isolates using surimi standard methods. Iranian Fisheries Organisation. Tehran
  18. Sun, X.D dan Holley, R.A. 2011. Factors influencing gel formation by myofibrillar proteins in muscle foods. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety, 10(1), 33-51
  19. Suzuki, T. 1981. Fish and Krill Protein. Processing Technology. London: Applied Sci. Publ
  20. Syamsir, E., Hariyadi, P., Fardiat, D., Andarwulan, N dan Kusnandar, F. 2011. Karakteristik tapioka dari lima varietas ubi kayu (Manihot utilisima Crantz) asal Lampung. Jurnal Agroteknologi, 5(1), 93-105
  21. Tarigan, O.J., Lestari, S dan Widiastuti, I. 2016. Pengaruh jenis asam dan lama marinasi terhadap karakteristik sensoris, mikrobiologis, dan kimia naniura ikan nila (Oreochromis niloticus). Jurnal Fishtech, 5(2), 112-122
  22. Wicaksana, F.C., Agustini, T.W dan Rianingsih, L. 2014. Pengaruh penambahan bahan pengikat terhadap karakteristik fisik surimi ikan patin (Pangasius hypophthalmus). Jurnal Pengolahan dan Bioteknologi Hasil Perikanan, 3(3), 1-8
  23. Winarno, F.G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.