Gender dan Pendidikan Tinggi: Studi tentang Urgensitas Kampus Berperspektif Gender

Ika Arinia Indriyany  -  Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
*M. Dian Hikmawan orcid scopus  -  Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
Wahyu Kartiko Utami  -  Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia
Received: 12 Nov 2020; Revised: 3 Feb 2021; Accepted: 4 Feb 2021; Published: 25 Mar 2021.
Open Access Copyright 2021 JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Ketimpangan gender merupakan sebuah masalah dalam kehidupan sosial masyarakat diseluruh dunia. Perempuan selalu di posisikan pada suatu kondisi sub-ordinasi karena identitas dan historisitas peradaban manusia yang selalu menempatkan perempuan menjadi yang kedua. Dengan hadirnya bentuk negara dan relasi antar warga negara yang dijamin oleh negara tanpa terkecuali, memungkinkan perempuan agar dapat menempati ruang publik ini secara setara. Riset ini mengulas dinamika dan artikulasi kesetaraan gender diranah perguruan tinggi, dengan pendekatan fenomenologis, riset ini berupaya memaknai dan melihat aktualisasi kebijakan kampus dalam mendorong persfektif gender menjadi agenda dalam mengembangkan kampus yang bersfektif gender. Hasil dari riset ini menunjukan bagaimana dinamika perempuan dalam mencapai kesetaraan gender pada ruang lingkup perguruan tinggi.

Keywords: gender; perguruan tinggi; ketimpangan; kesetaraan

Article Metrics:

  1. Alfirahmi. (2018). Kontruksi Realitas Sosial Perempuan Tentang Gender Dalam Pembentukan Karakteristik Anak Terhadap Pemahaman Gender. Mediakom Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(2). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.35760/mkm.2018.v2i2
  2. Andriani, E., & Maisarah, M. M. (2018). Wanita dan Pendidikan : Elaborasi Makna Kesetaraan Gender di Perguruan Tinggi. Al Huda, 10, 53–72
  3. Aruan, C. D. (2019). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas. Jakarta
  4. Bantenprov. (2019). Kampus Terpadu Sindangsari Selesai 2020, Untirta Bertekad Bersaing di ASEAN
  5. Button, B. (2016). Sexually harassed and abused on campus
  6. Cerise, S., & Francavilla, F. (2012). Tackling the root causes of gender inequalities in the post-2015 development agenda. Paris
  7. Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (fifth). United State of America: SAGE Publications
  8. Dikti, M. (2018). Indonesia Higher Education Statistical Year Book 2018. Chemistry - A European Journal. Jakarta: Ristekdikti. https://doi.org/10.1002/chem.200802548
  9. Faizal, A. (2020). Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Dikeluarkan dari Kampus, Orangtua Pasrah
  10. Fakih, M. (1996). Analisis Gender dan Transformasi Sosial, Yogyakarta. Insist Press
  11. Farmawati, C. (2018). Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan KDRT Melalui Penyuluhan Anti Kekerasan Berbasis Gender, 10(2), 138–161. https://doi.org/https://doi.org/10.28918/muwazah.v10i2.1779
  12. Fathy, R. (2019). Modal Sosial: Konsep, Inklusivitas dan Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 6(1), 1. https://doi.org/10.22146/jps.v6i1.47463
  13. Hannam, J. (2012). Feminism. England: Pearson Education Limited
  14. Harun, N. I. (2019). New Paradigm For Strengthening Women’s Political Capacity in the Process of Public Policy Processing. Journal of Governance, 4(2), 171–186. https://doi.org/10.31506/jog.v4i2.6526
  15. Hikmawan, M. D. (2017a). Pluralisme Demokrasi Politik di Indonesia. Journal of Governance, 2(2), 223–247. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.31506/jog.v2i2.2678
  16. Hikmawan, M. D. (2017b). Politik Perbedaan: Minnoritas dalam Implementasi Kebijakan. Journal of Indonesian Public Administration and Governance Studies (JIPAGS), 1(1), 88–98
  17. Indrarini, I. (2020). Gender dalam Infrastruktur. Jakarta
  18. Jabar, M., Djamas, D., & Latisma, D. (2012). Analisis Kebijakan Pendidikan Berwawasan Gender Di Universitas Negeri Padang. Humanus, XI(2), 97–102
  19. Jurnal Perempuan. (2016). Status Perempuan dalam STEM (Sains, Teknologi, Engineerin, Matematika), 21(4)
  20. KemenPPPA. (2011). Kertas Kebijakan Pengarustamaan Gender. Jakarta
  21. Kurniawan, D. (2020). Unair Beri Konseling kepada Korban Terkait Kasus “Fetish Kain” Berkedok Riset
  22. Kusmanto, T. Y. (2017). Dinamika Pengarusutamaan Gender Pada Pendidikan Tinggi Islam. Jurnal SAWWA, 12(3), 303–320
  23. Maudy, C. (2018). Nalar Pincang UGM atas Kasus Perkosaan
  24. Padilla-Diaz, M. (2015). Phenomenology in Educational Qualitative Research : Philosophy as Science or Philosophical Science ? International Journal of Educational Excellence (2015), 1(2), 101–110
  25. PDDIKTI Kemdikbud. (2020). Statistik PDDikti
  26. Republika. (2016). Perkuliahan Responsif Gender
  27. Roziqin, A., Suwitri, S., Apryanto, A. A., & Sihidi, I. T. (2019). Pendidikan Berbasis Kesetaraan Gender Di Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Sosial Socia, 16(2), 202–210. https://doi.org/10.21831/socia.v16i2.30213
  28. UIN Walisongo. (2017). Kuatkan Pengarusutamaan Gender, UIN Walisongo Teken MoU dengan KPP-PA
  29. United Nations. (2014). Gender Equality and Sexuality Developments. United State: United Nations Publication
  30. Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara. (2020). UMSU Satu-satunya PT Responsif Gender

Last update: 2021-05-15 21:17:50

No citation recorded.

Last update: 2021-05-15 21:17:50

No citation recorded.