BibTex Citation Data :
@article{JIIP24668, author = {Nazira Az-Zahra and Pitojo Budiono}, title = {Perkawinan pada Usia Anak: Kebijakan dan Tantangan}, journal = {JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan}, volume = {10}, number = {1}, year = {2025}, keywords = {Perkawinan Anak; Kebijakan; Tantangan}, abstract = { Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 mengenai batas usia perkawinan di Indonesia dan tantangan yang dihadapi dalam upaya pencegahan perkawinan anak. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara dengan masyarakat yang menikah di bawah usia 19 tahun dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat peningkatan batas usia perkawinan, praktik dispensasi masih umum terjadi, terutama di daerah pedesaan, akibat faktor budaya, ekonomi, dan kurangnya kesadaran masyarakat. Kebijakan yang ada belum diimbangi dengan pengawasan yang efektif, sehingga masih banyak anak terjebak dalam siklus perkawinan dini. Kesimpulannya, untuk mencapai tujuan perlindungan anak secara optimal, diperlukan langkah-langkah strategis yang meliputi edukasi masyarakat, penguatan penegakan hukum, dan kerjasama lintas sektoral untuk menurunkan angka perkawinan anak secara signifikan di Indonesia. }, issn = {2548-4931}, pages = {34--46} doi = {10.14710/jiip.v10i1.24668}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jiip/article/view/24668} }
Refworks Citation Data :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 mengenai batas usia perkawinan di Indonesia dan tantangan yang dihadapi dalam upaya pencegahan perkawinan anak. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara dengan masyarakat yang menikah di bawah usia 19 tahun dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat peningkatan batas usia perkawinan, praktik dispensasi masih umum terjadi, terutama di daerah pedesaan, akibat faktor budaya, ekonomi, dan kurangnya kesadaran masyarakat. Kebijakan yang ada belum diimbangi dengan pengawasan yang efektif, sehingga masih banyak anak terjebak dalam siklus perkawinan dini. Kesimpulannya, untuk mencapai tujuan perlindungan anak secara optimal, diperlukan langkah-langkah strategis yang meliputi edukasi masyarakat, penguatan penegakan hukum, dan kerjasama lintas sektoral untuk menurunkan angka perkawinan anak secara signifikan di Indonesia.
Article Metrics:
Last update:
Dengan ini, penulis menyadari bahwa artikel yang dikirim dan kemudian diterima untuk publikasi, maka hak cipta dari artikel tersebut akan diberikan kepada Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan dan Program Sarjana (S1) Ilmu Pemerintahan, Departemen Politik dan Pemerintahan, Universitas Diponegoro selaku penerbit jurnal.
Hak cipta ini mencakup hak untuk mereproduksi dan mengirimkan artikel dalam semua bentuk dan media, termasuk cetak ulang, foto, mikrofilm, dan reproduksi serupa lainnya, serta terjemahannya.
Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan dan Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan, Departemen Politik dan Pemerintahan, Universitas Diponegoro dan para editor melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa tidak ada data, opini, atau pernyataan yang salah atau menyesatkan dipublikasikan di jurnal. Sedangkan untuk isi artikel dan iklan yang diterbitkan di Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan adalah tanggung jawab tunggal dan eksklusif masing-masing penulis dan pengiklan.
Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats