Analisis Sedimentologi dan Stratigrafi untuk Rekonstruksi model Paleogeografi: Mengungkap Proses Pembentukan Formasi Tapak, Sub-Cekungan Banyumas

*Rian Cahya Rohmana  -  Tanri Abeng University, Indonesia
Ali Achmad  -  Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta, Indonesia
Suyoto Suyoto  -  Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta, Indonesia
Received: 19 Sep 2019; Revised: 30 Sep 2019; Accepted: 29 Oct 2019; Published: 30 Nov 2019.
Open Access Copyright 2019 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 51 62

Abstract

Objek studi difokuskan pada Formasi Tapak yang terendapkan pada Miosen Akhir – Pliosen Akhir di Sub-Cekungan Banyumas. Pengungkapan serta rekonstruksi model lingkungan pengendapan purba didasarkan pada analisis detail sedimentologi dan stratigrafi yang meliputi tekstur, struktur sedimen, asosiasi fasies, paket sekuen pengendapan, kandungan fosil, geometri pelamparan secara vertikal maupun horisontal serta pengukuran arah arus purba pada daerah penelitian. Fasies yang berkembang pada Formasi ini cukup bervariasi yaitu lagoonal pond, tidal channel in foreshore facies, upper shoreface – shelf mud facies. Secara regional Formasi Tapak diendapkan dalam suatu sistem pada lingkungan pengendapan lagoon hingga laut dangkal. Pada daerah penelitian juga ditemukan batugamping terumbu yang terbentuk pada barrier reef. Dari Hasil pengukuran arus purba pada struktur sedimen trough crossbedding pada lokasi pengamatan Banyumas – 14, terlihat bahwa arah umum dari transportasi sedimennya berasal dari baratlaut menuju ke tenggara.

Keywords
Sedimentologi; Stratigrafi; Paleogeografi; Formasi Tapak

Article Metrics:

  1. Bolli, H.M., dan Saunders J.B., 1985. Oligocene to Holocene low latitude planktic foraminifera. Cambridge University Press.
  2. Djuri, M., Samodra, H., Amin T.C., dan Gafoer, S., 1996. Peta Geologi Lembar Purwokerto, Jawa, skala 1:100.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.
  3. Dunham, R. J., 1962. Classification of Carbonate Rock According to Depositional Texture, in Classification of Carbonate Rocks. A symposium, AAPG men, No.1., p 108121.
  4. Kastowo dan Suwarna, N., 1996. Geologi Lembar Majenang, Jawa, skala 1:100.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.
  5. Muchsin, N., Ryacudu, R., Widyokunto, and Sri Budiyani, Yulihanto, B., Wiyanto, B. Nurjayadi, A., Rahardjo, K., dan Riandra, F. 2002. Miocene Hydrocarbon System of the Southern Central Java Region. Proceeding 31st Annual Convention Indonesian Association of Geologists.
  6. Nichols, G., 2009. Sedimentology and Stratigraphy second edition. Wiley- Blackwell., A John Wiley & Sons, Ltd., Publication, The Atrium, Southern Gate, Chichester, West Sussex U.K.
  7. Reineck H. E. And Singh I.B., 1980. Depositional sedimentary environments, Springer- Verlag Berlin Heidelberg, New York America.
  8. Sujanto, F.X. dan Roskamil, 1975. The Geology and Hydrocarbon Aspect of the South Central Java, Proceeding Indonesian Association of Geologist, 4th Annual Meeting, Bandung.
  9. van Bemmelen, R.W., 1949. The Geology of Indonesia, Vol. IA: General Geology of Indonesia and Adjacent Archipelagoes, The Hague.
  10. Wilson, J. L., 1975. Carbonate Facies in Geologic History. New York, Springer-Verlag.