Pengaruh Intrusi Basalt terhadap Karakteristik dan Kualitas Batugamping pada Quarry Bukit Karang Putih, Indarung, Padang, Sumatra Barat

*Jenian Marin  -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Tri Winarno  -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ulfah Rahmadani  -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 31 Oct 2019; Revised: 20 Nov 2019; Accepted: 21 Nov 2019; Published: 30 Nov 2019.
Open Access Copyright 2019 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 47 52

Abstract
Quarry Bukit Karang Putih, Indarung milik PT Semen Padang adalah komplek batugamping berumur Jura diintrusi oleh basalt. Sebagai bahan baku utama industri semen, batugamping di lokasi penelitian harus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik batugamping dari quarry Bukit Karang Putih dari aspek mineralogi dan kimia kualitasnya, dikaitkan dengan pengaruh keberadaan intrusi. Metode penelitian ini adalah survei lapangan untuk memetakan kondisi litologi dan pengambilan sampel. Sampel batugamping dan intrusi dianalisis petrografi dan geokimia XRF untuk mengetahui karakteristik dan kualitasnya, dikorelasikan dengan data pengeboran. Litologi daerah penelitian berupa batugamping kristalin, tuf terubahkan, serta intrusi basalt. Batugamping memiliki karakteristik warna putih, struktur masif, tekstur kristalin. Batuan tersusun oleh kalsit dengan bentuk kristal equant, batas sutured, dengan tekstur lamellar twinning yang menunjukkan adanya diagenesis lanjut akibat tekanan dan metamorfisme. Batugamping terintrusi retas basalt porfir yang berkomposisi plagioklas dan piroksen di antara gelas vulkanik. Analisis XRF menunjukkan bahwa kadar CaO batugamping menurun mendekati tubuh intrusi. Kadar SiO2 akan bertambah apabila semakin dekat dengan intrusi. Namun pengurangan kadar CaOtidakterlalu signifikan sehingga tetap memenuhi standar PT Semen Padang. Sementara penambahan kandungan SiO2 dari intrusi membuat kualitas batugamping semakin baik untuk dijadikan bahan baku semen.
Keywords
batugamping; industri semen; intrusi basalt; Indarung

Article Metrics:

  1. Barber, A.J., 2000, The origin of the Woyla Terranes in Sumatra and the Late Mesozoic evolution of the Sundaland margin. Journal of Asian Earth Sciences, 18, hal 713-738.
  2. Burkhard, M., 1993. Calcite twins, their geometry, appearance and significance as stress-strain markers and indicators of tectonic regime: a review. Journal of Structural Geology, 15, hal 351-368.
  3. Craig J.R. dan Vaughan, 1981. Ore Microscopy and Ore Petrography. John Wiley and Sons: USA.
  4. Fossen, H., 2010. Structural Geology. Published in the United States of America. Cambridge University Press: New York.
  5. Kastowo, K., 1973. Peta Geologi Lembar Padang, Sumatera, Skala 1:250.000. Publikasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.
  6. McCarthy, A., Jasin, B. dan Haile, N.S., 2001. Middle Jurassic radiolarian chert, Indarung, Padang District, and its implications for the tectonic evolution of western Sumatera, Indonesia. Journal of Asian Earth Science, 19, hal 31-44.
  7. Prabowo, H., 2007. Pengaruh Intrusi Basalt terhadap Kualitas Batugamping Bukit Karang Putih, PT Semen Padang. Tesis Program Studi Rekayasa Tambang ITB: Bandung.