Penentuan Lingkungan Pengendapan Batubara Berdasarkan Karakteristik dan Maseral Batubara di PT X, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara

*Nurakhmi Qadaryati  -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Dendi Tantra Praditya  -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Wahju Krisna Hidajat  -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Indriyani Martiningtyas  -  PT SUCOFINDO (Persero) Cabang Balikpapan, Indonesia
Received: 29 Oct 2019; Revised: 15 Nov 2019; Accepted: 20 Nov 2019; Published: 30 Nov 2019.
Open Access Copyright 2019 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 45 205

Abstract

Kabupaten Nunukan termasuk wilayah yang signifikan menyumbang cadangan batubara di Indonesia dengan cadangan hipotetik mencapai sepuluh juta ton. Salah satu data yang dibutuhkan dalam tahapan eksplorasi lanjut batubara adalah informasi lingkungan pengendapan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lingkungan pengendapan batubara Miosen di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Metode yang dilakukan dalam penelitian yaitu analisis petrografi mencakup analisis maseral dan mineral, pengukuran vitrinite reflectance, plotting Tissue Preservation Index (TPI) terhadap Gelification Index (GI). Komposisi batubara di daerah penelitian tersusun dari dominasi vitrinit (68%-91%) juga dijumpai mineral pirit (0,9%-6,6%). Berdasarkan hasil analisis, batubara di daerah penelitian adalah lignit (Ro= 0,39%-0,44%). Plot Tissue Preservation Index (TPI) dan Gelification Index (GI) menunjukkan bahwa pada saat mengendapkan gambut, daerah penelitian berada pada lingkungan lower delta plain, lahan gambut wet forest swamp dan clastic marsh, serta pada kondisi lingkungan pengendapan telmatic dan limno-telmatic. Kehadiran pirit framboidal mengindikasikan formasi pembawa batubara mengalami reduksi sulfat, yang berasal dari lingkungan anoxic, dengan ion besi pada saat pembatubaraan.

Keywords
Maseral; Nunukan; reflektansi vitrinit; TPI-GI.

Article Metrics:

  1. Diessel, C, F, K, 1992, Coal-Bearing Depositional Systems. Springer-Verlag, Berlin Heidelberg.
  2. Dipatunggoro, G, 2007, Low Rank Coal Formasi Sajau Daerah Teluk Semanting dan Tanjung Batu Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau – Kalimantan Timur, Buletin of Scientific Contribution. 5(2), 83-93.
  3. Firdaus, N., Syafri, I., Mohammad, R., dan Suwarna, N., 2018, Analisis Komposisi Maseral dan Mineral dengan Metode Reflectance Huminite untuk Mengetahui Kematangan Kerogen Batubara Cekungan Bentarsari, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, Padjadjaran Geoscience Journal, 2(6), 498-507.
  4. Hidayat, S., Amiruddin, dan Satrianas, D., 1995, Geologi Lembar Tarakan dan Sebatik, Kalimantan Skala, Irwan Bahar (Director), Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Skala 1:250.000.
  5. Lamberson, M. N., Bustin, R. M., dan Kalkreuth, W., 1991, Lithotype (maceral) composition and variation as correlated with paleo-wetland environments, Gates Formation, northeastern British Columbia, Canada, International Journal of Coal Geology, 18, 87-124.
  6. Langenberg, W., Kalkreuth, W., Jeffrey, L., Rudy, S., Thomas, D., Georgia, R., dan Tomasz, J., 1990, Coal Geology And Its Application To Coal-Bed Methane Reservoirs, Alberta Research Council.
  7. Said, N. I, 2014, Teknologi Pengolahan Air Asam Tambang Batubara “Alternatif Pemilihan Teknologi”, JAI, 7(2).
  8. Speight, G, J, 2005, Handbook of Coal Analysis, Wiley-Interscience, Vol, 166. Canada
  9. Sriyanto, S. P. D., dan Ifantyana, I, 2016, Identifikasi Patahan Mikro Penyebab Gempa Bumi Tarakan 21 Desember 2015, Prosiding Seminar Nasional Fisika, Vol, V, DOI: doi.org/10.21009/0305020415.
  10. Stach, E., M,-TH, Mackowsky., M, Teichmuller., G, H, Taylor., D, Chandra., dan R, Teichmuller, 1982, Coal Petrology, Berlin: Gebrüder Borntraeger.
  11. Suarez-Ruiz, I., dan Colin, R, W, 2008, Applied Coal Petrology, Elsevier.
  12. Sukandarrumidi, 1995, Batubara dan Gambut, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  13. Susilawati, R, 2018, Rekonsiliasi Data, Sumber Daya Batubara Indonesia Kini 166 Miliar Ton, Cadangan 37 Miliar Ton, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bidang Batubara PSDMBP.
  14. Suwarna, N., 2006, Permian Mengkarang Coal Facies and Environment, Based on Organic Petrology Study, Jurnal Geologi Indonesia, 1(1), 1-8.
  15. Sýkorová, I., Pickel, W., Christanis, K., Wolf, M., Taylor, G, H., dan Flores, D., 2005, Classification of huminie-ICCP System 1994, International Journal of Coal Geology, 62, 85 – 106, Elsevier.
  16. Thomas, Larry, 2013, Coal Geology Second Edition, Wiley-Blackwell, Page. 3
  17. Wibisono, S, A., dan Wawang S, P., 2015, Penyelidikan Batubara di Daerah Nunukan Timur Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral: Badan Geologi.
  18. Wilkin, R, T., dan Barnes, H, L, 1997, Formation Processes of Framboidal Pyrite, Geochimica et Cosmochimica Acta, 61(2), 323 – 339, Elsevier Science Ltd.
  19. Win, C, T., Surjono, S, S., Amijaya, D, H., Husein, S., Aihara, A., dan Watanabe, K., 2013, Distribution of Pyrite and Mineral Matter in Coal Seams from Samarinda Area, Lower Kutai Basin, Indonesia. ASEAN Forum on Clean Coal Technology. The 11th International Conference on Mining, Materials and Petroleum Engineering and The 7th International Conference on Earth Resources Technology.