Pemetaan Bawah Permukaan dan Analisis Tektonostratigrafi, Blok Ariati, Cekungan Jawa Timur

*Vydia Ridha Ariati -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Fahrudin Fahrudin -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ahmad Syauqi Hidayatillah -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rizzasila Widiartha -  PHE Nunukan Company, Indonesia
Revised: 23 Jan 2019; Accepted: 8 Feb 2019; Published: 31 Mar 2019.
Open Access Copyright 2019 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 30 73

Abstract
Cekungan Jawa Timur adalah salah satu cekungan minyak dan gas bumi di Indonesia. Analisis tektonostratigrafi pada cekungan ini dilakukan untuk mengetahui kontrol tektonik terhadap pengendapan yang terjadi melalui pemetaan bawah permukaan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analitis dengan data yang digunakan adalah data sumur, data checkshot, data cutting, data core, dan data penampang seismik 2D. Pada sumur VRA-1 terbagi menjadi 4 formasi, sedangkan pada sumur VRA-2 terbagi menjadi 2 formasi. Sikuen stratigrafi dan lingkungan pengendapan diinterpretasi dari masing-masing formasi. Formasi Kujung dan Formasi Tuban Karbonat terendapkan di isolated platform, Formasi Tuban Shale terendapkan di isolated platform, Formasi Ngrayong terendapkan di shelf, dan Formasi Wonocolo terendapkan di deep marine. Pada daerah penelitian ditemukan sesar inversi dan sesar naik dengan arah relatif timur-barat mengikuti Pola Sakala. Struktur ini mempengaruhi pengendapan Blok Ariati, Cekungan Jawa Timur. Secara tektonostratigrafi, daerah penelitian terdiri dari tiga fase. Fase pertama adalah fase prerift yang menghasilkan batuan dasar. Fase kedua adalah fase synrift yang menghasilkan unit batuan karbonat (Formasi Kujung dan Formasi Tuban Karbonat). Sedangkan fase ketiga adalah fase postrift atau syn-inversion yang menghasilkan Formasi Tuban Shale, Formasi Ngrayong, dan Formasi Wonocolo.
Keywords
Cekungan Jawa Timur; Pemetaan Bawah Pemukaan; Analisis Tektonostratigrafi

Article Metrics:

  1. Fahrudin, Nugroho, H., Winarno, T., Hasibuan, Z. H., Suprayetno, J., Firmansyah, R., Muhajir, dan Kadarusman, A., 2018. The Influence of Fault and Stress Contributed On Overpressure Mechanism For Neogen Formation (Mundu, Wonocolo, Ngrayong) East Java Basin, Indonesia. MATEC Web of Conferences 159 (2018).
  2. Satyana, A. H. dan Purwaningsih, M. E. M., 2003. Geochemistry Of The East Java Basin: New Observations On Oil Grouping, Genetic Gas Types And Trends Of Hydrocarbon Habitats, Indonesian Petroleum Association, 29th Annual Convention Proceedings, 2003.
  3. Sribudiyani, Muchsin, N., Ryacudu, R., Kunto T., Astono P., Prasetya, I., Sapiie, B., Asikin, S., Harsolumakso, A. H., dan Yulianto I., 2003. The Collision Of The East Java Microplate And Its Implication For Hydrocarbon Occurrences In The East Java Basin, Indonesian Petroleum Association, 29th Annual Convention Proceedings, hal. 335-346.