Pemodelan Pergerakan Pencemar Airtanah oleh Hidrokarbon di Kelurahan Jlagran Kota Yogyakarta

*Harizona Aulia Rahman -  Program Pascasarjana Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Doni Prakasa Eka Putra -  Program Pascasarjana Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Heru Hendrayana -  Program Pascasarjana Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Published: 30 Nov 2018.
Open Access Copyright 2018 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 204 246
Abstract
Kebocoran tangki bahan bakar minyak untuk kereta api di Stasiun Tugu Yogyakarta pada tahun 1997 menyebabkan pencemaran airtanah pada sumur-sumur penduduk. Bahan bakar minyak (hidrokarbon) tergolong LNAPLs (Light Non Aqueous Phase Liquids), sukar larut dalam air. Penyebaran kontaminan (plume) pada airtanah dipengaruhi oleh biodegradasi. Penelitian terdahulu oleh Setyaningsih (2010) menyebutkan bahwa kecepatan aliran pada daerah penelitian adalah 1,5 km per tahun dalam kurun waktu 5 tahun, plume sudah mengalir jauh dari daerah penelitian. Berdasarkan informasi tersebut, sangat perlu diketahui arah pergerakan aliran airtanah dari 24 sumur observasi. Daerah penelitian merupakan bagian atas dari Sistem Akuifer Merapi (SAM) dengan penyusun endapan pasir dan endapan pasir krikilan, dengan aliran airtanah yang tidak seragam. Secara umum, aliran airtanah di daerah penelitian berarah utara-selatan. Di bagian selatan, aliran terpisah ke arah timur dan barat karena keberadaan sungai yang juga membatasi daerah penelitian. Hasil pengukuran dan analisa sampel airtanah menunjukkan 13 sumur observasi diindikasikan tercemar oleh hidrokarbon dengan plume sepanjang 325 m bergerak dari barat laut ke tenggara. Simulasi penyebaran pencemar dan konsentrasi hidrokarbon terlarut dibuat pemodelan menggunakan BIOPLUME III. Nilai kandungan hidrokarbon yang dipakai diambil dari data sumur, yaitu 1 mg/L hingga 50 mg/L. Pergerakan plume di daerah penelitian mengikuti arah aliran airtanah dan diestimasi mengalami penurunan konsentrasi kemudian hilang setelah 54 tahun. Nilai konsentrasi berkurang dari 50 mg/L menjadi 1,63 mg/L dengan rata-rata penurunan konsentrasi sebesar 7,95 mg/L selama 10 tahun.
Keywords
Biodegradasi; BIOPLUME III; Jlagran Yogyakarta; pemodelan airtanah; plume

Article Metrics:

  1. Bedient, P. B., Holder, A. W., Enfield, C. G., Wood, A. L., 1999. Enhanced Remediation Demonstration at Hill Air Force Base: Introduction. American Chemical Society Symposium Series, Vol. 725, hal. 36-48.
  2. Domenico, P. A, dan Schtwartz, F. W., 1998. Physical and Chemical Hydrogeology. John Wiley & Sons, Inc., USA
  3. Fetter, C.W., 1999, Contaminant Hydrogeology, Waveland Press, Inc.: Illinois
  4. Fried, J. J., 1975. Groundwater Pollution, Elsevier Scientific Publishing Company Amsterdam-Oxford: New York.
  5. MacDonald, M. dan Partners, 1984, Greater Yogyakarta Groundwater Resources Study Volume 3 : Groundwater, Directorate general of Water Resources Develompent Project (P2AT), Ministry of Public Works, Government of The Republic of Indonesia.
  6. Mackay, D. M. dan Cherry, J. A., 1989. Groundwater contamination: pump-and-treat remediation. Environmental Science & Technology, Vol. 23 (6), hal. 630-636. DOI: 10.1021/es00064a001
  7. Morris, B. L., Lawrence, A. R. L., Chilton, P. J. C, Adams, B., Calow R. C. dan
  8. Klinck, B. A., 2003. Groundwater and its Susceptibility to Degradation: A Global Assesment of the Problem and Options for Management. Early Warning and Assesment Report Series, RS. 03-3. United Nations Environment Programme, Nairobi: Kenya.
  9. Putra, D. P. E., 2003. Intergrated water resources management in Merapi-Yogyakarta Basin. Tidak dipublikasikan. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.
  10. Putra, D. P. E., 2007. The Impact of Urbanization on Groundwater Quality A Case Study in Yogyakarta City – Indonesia. Mitteilungen zur Ingenieurgeologic und Hydrogeologic: Aachen.
  11. Rahardjo, W., Sukandarrumidi, dan Rosidi H. M. D. 1995. Peta Geologi Lembar Yogyakarta, Skala 1:100.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi. Bandung
  12. Setyaningsih, W., 2010. Model Pergerakan Bahan Pencemar Minyak Disel pada Akuifer Batupasir Formasi Volkanik Merapi Muda. Jurnal Geografi Vol. 7 (2).
  13. Spitz, K. dan Moreno, J. 1996. A Practical Guide to Groundwater and Solute Transport Modelling. John Wiley & Sons, Inc.: New York.
  14. Wijaya, S. Y., 2015. Pencemaran Airtanah oleh Bahan Bakar Minyak di Kelurahan Jagran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta. Skripsi. Jurusan Teknik Geologi. Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.