skip to main content

Kajian Studi Hidrogeologi dan Hidrogeokimia di Area Waste Dump PT. XYZ

1Department of Groundwater Engineering, Faculty of Earth Sciences and Technology, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No.10, Lb. Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132, Indonesia

2Department of Groundwater Engineering, Faculty of Earth Sciences and Technology, Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesa No.10, Lb. Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132 , Indonesia

3Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha No. 10, Bandung 40132, Indonesia

Received: 28 Aug 2025; Revised: 31 Oct 2025; Accepted: 21 Nov 2025; Published: 5 Jan 2026.
Open Access Copyright (c) 2025 Jurnal Geosains dan Teknologi under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract
PT. XYZ merupakan perusahaan tambang emas yang membangun sistem underdrain untuk mengalirkan air permukaan melewati area waste dump. Seiring peningkatan elevasi timbunan, muncul rembesan dengan debit tinggi saat hujan (hingga ±8 L/s) dan tetap muncul pada musim kering (±1 L/s). Kondisi ini mengindikasikan muka airtanah telah mencapai permukaan, sehingga air keluar sebagai seepage yang berpotensi mengganggu kestabilan lereng serta menjadi jalur transport kontaminan. Uji tracer rhodamine tidak menunjukkan hasil pada area hilir, diduga akibat dilusi dan penjebakan pada kantong air bawah permukaan, sehingga diperlukan studi hidrogeologi dan hidrogeokimia untuk mengetahui sumber dan mekanisme rembesan. Penelitian ini mengintegrasikan pengukuran fisika-kimia in situ dan analisis laboratorium terhadap sampel airtanah, air permukaan, dan air hujan. Analisis ion utama dan logam terlarut dilakukan menggunakan IC dan ICP-MS, sedangkan isotop stabil δ²H–δ¹⁸O dan δ¹³C dianalisis dengan Picarro Analyzer serta IRMS. Hasil plot pada diagram Piper menunjukkan dua fasies air, yaitu Ca-SO₄ dan Ca-HCO₃. Data isotop mendukung bahwa rembesan berasal dari interaksi airtanah dangkal dan air permukaan yang meresap melalui zona permeabel. Model konseptual aliran bawah permukaan berhasil menggambarkan jalur rembesan potensial, dan penelitian ini merekomendasikan peningkatan sistem drainase, kontrol infiltrasi, serta optimalisasi underdrain sebagai mitigasi.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext |  Research Instrument
Untitled
Subject
Type Research Instrument
  Download (3MB)    Indexing metadata
Keywords: Hydrogeology, hydrogeochemistry, groundwater flow, seepage, waste dump
Funding: Institut Teknologi Bandung

Article Metrics:

  1. Adam, M., Jaya, A., Mawaleda, M., & Nur,I. (2024). Geology and characteristics of epithermal gold mineralization at the Motongkad Prospect, North Sulawesi, Indonesia. Gospodarka Surowcami Mineralnymi – Mineral Resources Management, 40(1), 213–232. DOI: doi.org/10.24425/gsm.2024.149299
  2. Clark, I. D., dan Fritz, P. (1997). Environmental isotopes in hydrogeology, CRC Press/Lewis Publishers, Boca Raton, FL, 328
  3. Kirsch, S. (2014). Mining capitalism: The relationship between corporations and their critics. University of California Press
  4. Nugraha, G., & Idrus, A. (2023). Karakteristik mineralisasi, geokimia, dan fluida hidrotermal pada endapan bijih epithermal di Sulawesi Utara. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada
  5. Perelló, J. A. (1994). Geology, porphyry Cu–Au, and epithermal Cu–Au–Ag mineralization of the Tombulilato district, North Sulawesi, Indonesia. Journal of Geochemical Exploration, 50(1–3), 221–256. DOI: doi.org/10.1016/0375-6742(94)90026-4
  6. Pascayulinda, D., Widjaja, B., & Wijaya, M. (2024). Analysis of chloride contaminant transport in tailings storage facility dam (Case study: Gold mine in Sumatra). Journal of the Civil Engineering Forum, 10(2), 187–198. DOI: doi.org/10.22146/jcef.9520
  7. PT. XYZ (2012): Laporan Feasibility Study (FS). Tidak dipublikasikan
  8. Rofikoh, S., & Iskandar, I. (2025). Utilization of ²²²Radon and Stable Isotope for Investigating Potential Tailing Storage Leaks: A case study from Azurite Gold Mine, Central Kalimantan. Indonesian Journal on Geoscience, 12(1), 65–74. DOI: doi.org/10.17014/ijog.12.1.65-74

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.