skip to main content

Inventarisasi Geoheritage Potensi Kawasan Geowisata Daerah Tongkuno, Pulau Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara

Jurusan Teknik Geologi, Universitas Halu Oleo, Indonesia

Received: 26 Jan 2023; Revised: 26 May 2023; Accepted: 30 May 2023; Available online: 21 Aug 2023; Published: 21 Aug 2023.
Open Access Copyright (c) 2023 Jurnal Geosains dan Teknologi under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Daerah Tongkuno yang termasuk dalam Peta Geologi Lembar Buton Formasi Wapulaka dan merupakan bagian dari kars Pulau Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, memiliki potensi keanekaragaman fenomena geologi yang dapat dikembangkang sebagai kawasan geowisata. Tujuan penelitian ini untuk menginventarisasi geoheritage potensi geowisata dan menentukan site (lokasi) serta geotrek yang ada di daerah Tongkuno Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode yang digunakan terdiri dari pengamatan dan pengambilan data lapangan. Pengambilan data lapangan meliputi data litologi penyusun geosite, data geomorfologi/topografi geosite, titik koordinat geosite, akses menuju lokasi geosite, kondisi infrastruktur daerah geowisata, serta kesampaian waktu menuju geosite. Hasil studi ini menunjukkan bahwa Daerah Tongkuno memiliki 3 (tiga) geosite yakni Geosite Walengkabola, Geosite Labora dan Geosite Kotanowuna. Geosite Walengkabola memiliki keunikan berupa danau dolin, pantai bergisik, gua mata air, gua bawah laut serta hamparan terumbu karang yang indah serta terdapat stalagtit dan stalagmit, limestone cliff, gordyn karst, ponor, pits, serta karren. Geosite Labora memiliki keunikan berupa tanjung yang memiliki bentuk memanjang dan mendatar membentuk teras yang dibatasi oleh tebing-tebing gamping yang terjal. Pada dinding tebing terdapat ornamen-ornamen berupa fitur geologi minor seperti pits dan pans, rill karren, protocave, gordyn, dan karst dan pada kaki tebing dekat pantai terdapat gua dengan ornamen berupa stalagtit dan stalagmit, kristal kalsit dan mata air. Geosite Kotanowuna memiliki keunikan berupa perbukitan karst dengan berbagai macam bentuk seperti menara kars, bukit kars terisolir, bukit yang menyerupai kapal, bukit poligonal dan terdapat pedataran kars, karren field dan terraa rosa serta uvala juga fitur-fitur budaya  seperti Masjid Muna yang merupakan pusat kerajaan Muna di masa lampau, Benteng kota muna yang mengelilingi kerajaan muna, makam raja dan keluarga raja, serta batu pelantikan raja. Site/lokasi geowisata di daerah penelitian dapat ditempuh dengan penjalanan darat menggunakan kendaraan roda empat. Kajian potensi geowisata daerah  Tongkuno diharapakan dapat menjadi suatu upaya dalam menggali informasi mengenai potensi-potensi geologi yang dapat dikembangkan sebagai objek geowisata.

Fulltext View|Download
Keywords: Geowisata; geosite; site; kars Daerah Tongkuno
Funding: Universitas Halu Oleo

Article Metrics:

  1. Adji, T.N., Haryono, E., dan Woro, S., 1999. Kawasan Karst dan Prospek Pengembangannya di Indonesia. Seminar Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Geograf Indonesia
  2. Chen, A., Lu, Y., dan Ng, Y.C.Y., 2015. The Principles of Geotourism. Springer
  3. Davidson, J., 1991. The Geology and Prospectivity of Buton Island, S.E. Sulawesi, Indonesia. Proceedings of the 20th Annual Convention Indonesian Petroleum Association, hal.209–233
  4. Dunham, R.J., 1962. Classification of Carbonate Rocks According to Depositional Texture. In W.E. Ham, (Ed)., Classification of Carbonate Rocks, AAPG, Tulsa, hal.108-121
  5. Ford, D. dan Williams, P., 1992. Karst Geomorphology and Hydrology. London: Chapman and Hall
  6. Ginting, N. dan Sasmita, A., 2018. Developing Tourism Facilities Based on Geotourism in Silalahi Village, Geopark Toba Caldera. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 126, p.12163. DOI: doi.org/10.1088/1755-1315/126/1/012163
  7. Haryono, E. dan Adji, T.N., 2004. Pengantar Geomorfologi dan Hidrologi Karst. Yogyakarta: Kelompok Studi Karst Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada
  8. Haryono, E., Widyastuti, M., Rahmadi, C., Setiawan, P., Matius, P., Novian, M.P., Cahyadi, A., Aryasari, R., Zulqisthi, G., Danardono, Damar, M.H., Hakim, A.B., Labib, M.A., 2016. Pedoman Praktis Survey Terintegrasi Kawasan Karst. Kelompok Studi Karst Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta
  9. Lantemona., K.P., Winarno, T., Marin, J., 2018. Inventarisasi, Identifikasi dan Karakterisasi Geosites di Kawasan Karst Pulau Muna Bagian Timur Dalam Peluang Pengembangan Kawasan Geowisata Indonesia. Proceeding Seminar Nasional Kebumian Ke-11, hal.1339-1355
  10. Maryanto, Ibnu, M.N., 2006. Manajemen Bioregonal: Karst, Masalah, dan Pemecahannya. Bogor: Puslit Biologi-LIPI
  11. Nainggolan, R., 2016. Informasi Geologi Lingkungan Berbasis Partisipasi Masyarakat debagai Kawasan Geowisata Danau Toba di Kabupaten Samosir. Jurnal Penelitian Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 1(1), hal.22–28
  12. Newsome, D., Moore, S. dan Dowling, R., 2013. Natural Area Tourism: Ecology, Impacts and Management. United Kingdom: Channel View Publications
  13. Sikumbang, N., Sanyoto, P., Supandjono, R.J.B., Gafoer, S., 1995. Peta Geologi Lembar Buton, Sulawesi, skala 1:250.000. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi
  14. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan, Sekretariat Negara. Jakarta. (2009). Indonesia
  15. Wood, M. , 2002. Ecotourism: Principles, practices and policies for sustainability. UNEP Publications

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.