skip to main content

Analisis Hidrogeokimia Air Tanah di Kabupaten Rembang Bagian Barat, Jawa Tengah, Indonesia

1Department Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

2Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 16 Nov 2022; Revised: 20 Mar 2023; Accepted: 21 Mar 2023; Available online: 18 Dec 2023; Published: 18 Dec 2023.
Open Access Copyright (c) 2023 Jurnal Geosains dan Teknologi under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract
Kabupaten Rembang merupakan sebuah kabupaten yang terletak di pesisir Provinsi Jawa Tengah yang tersusun atas Aluvium, Formasi Lidah, Anggota Selorejo, Formasi Paciran, Formasi Mundu, Formasi Ledok, Formasi Wonocolo, Formasi Bulu, Formasi Ngrayong, dan Formasi Tawun. Kabupaten Rembang dan sekitarnya berada pada Zona Non CAT, yang tersusun oleh badan air permukaan, dan beberapa lapisan akuifer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hidrogeokimia air tanah di Kabupaten Rembang. Analisis hidrogeokimia dilakukan pada 30 titik minatan, meliputi 8 mata air, 14 sumur bor, 8 sumur gali. Hasil pengujian hidrogeokimia di laboratorium menunjukkan nilai pH air tanah sebesar 7.0 – 7.9. Nilai DHL air tanah sebesar 518 – 7290 μS/cm. Nilai TDS sebesar 345–4860 mg/L. Hasil plot Diagram Stiff menunjukkan adanya enam tipe air tanah (Kalsium Bikarbonat, Natrium Bikarbonat, Natrium Klorida, Magnesium Bikarbonat, Kalsium Sulfat, dan Kalsium Klorida), sedangkan hasil plot Diagram Piper menunjukkan bahwa seluruh sampel masuk ke dalam fasies alkaline earth water predominantly hydrocarbonate. Hasil plot Diagram Gibbs menunjukkan bahwa seluruh sampel masuk ke dalam kategori rock dominance. Berdasarkan analisis hidrogeokimia air tanah, daerah penelitian memiliki kualitas air tanah yang baik untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Data Analysis
Lampiran 1
Subject
Type Data Analysis
  Download (22KB)    Indexing metadata
Keywords: air tanah; DHL; hidrogeokimia; kualitas; pH; Rembang; TDS
Funding: Universitas Diponegoro

Article Metrics:

  1. Agniy, R. F., dan Cahyadi, A., 2015. Analisis Evolusi Hidrogeokimia Airtanah di Sebagian Mata Air Karst Kabupaten Rembang Bagian Selatan. Prosiding Seminar Nasional Innovation in Environmental Management
  2. Aris, A.Z., Praveena, S.M. dan Isa, N.M., 2013. Groundwater Composition and Geochemical Controls in Small Tropical Island of Malaysia: A Comparative Study. dalam Wetzelhuetter, C. 2013. Groundwater in the Coastal Zones of Asia-Pacific. New York: Springer
  3. Bouwer, H., 1978. Groundwater Hydrology. McGraw Hill Company
  4. Clarck, I. 2015. Groundwater Geoshemistry and Isotopes. Boca Raton: CRC Press. DOI: https://doi.org/10.1201/b18347
  5. Danaryanto, Djaendi, Harnadi, D., Mudiana, W., dan Budiyanto, 2007. Kumpulan Panduan Teknis Pengelolaan Air tanah. Bandung: Pusat Lingkungan Geologi
  6. Darwin, K. dan Sudijono, 1993. Peta Geologi Regional Lembar Rembang skala 1:100.000. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi
  7. Danaryanto dan Hadipurwo, S., 2006. Konservasi sebagai upaya penyelamatan air tanah di Indonesia. Disampaikan dalam Seminar Nasional Hari Air Nasional. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi Dan Pengelolaan Air Tanah
  8. Putranto, T.T. dan Setiawan, D., 2019. Penentuan Zona Konservasi dan Pemanfaatan Airtanah Akuifer Bebas pada Cekungan Airtanah Pati - Rembang, Provinsi Jawa Tengah. RISET Geologi dan Pertambangan, 29(2), 201-213
  9. Said, H.D dan Sukrisno, 1988. Peta Hidrogeologi Indonesia, Lembar: VII Semarang (Jawa). Bandung: Direktorat Geologi Tata Lingkungan
  10. Santosa, L.W., 2010. Pengaruh genesis bentuklahan terhadap hidrostratigrafi akuifer dan hidrogeokimia dalam evolusi airtanah bebas, Kasus pada bentanglahan kepesisiran Kabupaten Kulon Progo Bagian Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Disertasi. Universitas Gadjah Mada
  11. Setiadi, H., 2004. Peta Cekungan Air tanah Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Skala 1:250.000. Bandung: Direktorat Geologi Tata Lingkungan dan Kawasan Pertambangan
  12. Sracek, O. dan Zeman, J., 2004. Introduction to Environmental Hydrogeochemistry. Faculty of Science, Masaryk University
  13. Suharyadi, 1984. Geohidrologi. Yogyakarta: Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada
  14. Wilcox, L.V., 1955. Classification and Use of Irrigation Waters.Washington D.C: United States Department Of Agriculture

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.