skip to main content

Studi Mikrofasies dan Diagenesis Batugamping Formasi Paciran, Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah

Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 1 Mar 2022; Revised: 30 Mar 2023; Accepted: 13 Apr 2023; Available online: 18 Dec 2023; Published: 18 Dec 2023.
Open Access Copyright (c) 2023 Jurnal Geosains dan Teknologi under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Proses pembentukan batugamping ditentukan oleh proses geologi yaitu sedimentasi, morfologi bawah permukaan, pola struktur, keadaan pasca pengendapan dan lingkungan diagenesis, sehingga batugamping cukup bervariasi. Maka dari itu, penting untuk mengetahui proses diagenesis dan mikrofasies batugamping.  Lokasi penelitian merupakan salah satu daerah yang memiliki keterdapatan batugamping Formasi Paciran. Hal ini menjadi dasar dilakukannya studi mengenai mikrofasies dan diagenesis batugamping pada daerah tersebut. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi geologi lokasi penelitian serta determinasi mikrofasies batugamping dan proses diagenesis beserta lingkungannya. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi studi pustaka dan pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer berupa sampel dari pemetaan yang kemudian dianalisis geokimia dengan metode XRF dan analisis petrografi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa daerah penelitian tersusun atas Wackestone dan Packstone. Analisis petrografi dilakukan untuk mendeterminasi mikrofasies batugamping pada daerah penelitian yang mana termasuk dalam dua Standard Microfacies Type (SMF) yaitu SMF 10 (Bioclastic packstone grainstone with coated and abraded skeletal grains) dan SMF 8 (Wackestone and Floatstone with whole fossils and well preserved infauna and epifauna) yang merepresentasikan lingkungan pengendapan Fasies Zone 7 (Open Marine).  Studi diagenesis menunjukan bahwa batugamping Formasi Paciran lokasi peneliatian telah mengalami sementasi, replacement, disolusi, kompaksi, rekristalisasi dan dolomitisasi dengan lingkungan diagenesis laut dan lingkungan burial.

Fulltext View|Download
Keywords: Batuan Karbonat, Formasi Paciran, Mikrofasies, Diagenesis

Article Metrics:

  1. Brown, J.S. 1943. Suggested use of the word microfacies. Economic Geology, 38(4). DOI: doi.org/10.2113/gsecongeo.38.4.325
  2. Cuvillier, J. 1952. La notion de "microfacies" et ses applications. VIII Congr. Naz. Metano e Petrolio, sect. I, 1-7
  3. Dunham, R.J., 1962. Classification of Carbonate Rock According to Depositional Texture. Tulsa: American Association of Petroleum Geologist Memoir 1
  4. Embry, A.F. dan Klovan, J.E., 1971. A Late Devonian Reef Tract on Northeastern Bank Island. N.W.T, Canadian Petroleum Geology Bulletine
  5. Fadhlillah, A.P., Aribowo, Y. dan Widiarso, D.A., 2014. Mikrofasies Batugamping Formasi Bulu dan Kualitas Bahan Baku Semen, pada Lapangan Gunung “Payung”, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah. Geological Engineering e-Journal, 6(2), hal.554-569
  6. Flügel, E.,1972. Mikrofazielle Untersuchungen in der Alpinen Trias. Methoden und Probleme. Mitt. Ges. Geol. Bergbaustud. 21, 9-64, 9 PIs., Innsbruck
  7. Flügel, E., 2004. Microfacies of carbonate rocks: analysis, interpretation, and application. Springer Science and Business Media
  8. Flügel, E., 2010. Microfacies Of Carbonate Rocks Analysis, Interpretation and Application. Edisi ke-2. Springer
  9. Husein, S., Titisari, A.D., Freski, Y.R., Utama, P.P., 2016. Buku Panduan Ekskursi Geologi Regional 2016 Jawa Timur bagian barat, Indonesia. Yogyakarta: Departemen Teknik Geologi FT UGM
  10. Karyadi, R., 2016. Mikrofasies Dan Diagenesa Batugamping Formasi Klapanunggal, Daerah Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat. Skripsi (tidak dipublikasikan). Universitas Padjadjaran
  11. Land, L.S. dan Prezbindowski, D.R., 1981. The origin and evolution of saline formation water, Lower Cretaceous carbonates, south-central Texas, USA. Journal of Hydrology, 54(1-3), hal.51-74. DOI: https://doi.org/10.1016/0022-1694(81)90152-9
  12. Moore, C.H., 1989. Developments in Sedimentology: Carbonate Diagenesis and Porosity. Elsevier
  13. Munthe, Christo A., dan Warmada, I Wayan. 2015. Geologi dan Tinjauan Kualitas Batugamping Sebagai Bahan Baku Semen di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Skripsi. Universitas Gadjah Mada
  14. Novian, M.I., Husein, S., Saputra, R.N., 2014. Buku Panduan Ekskursi Geologi Regional 2014. Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
  15. Raymond, O., 2002. Petrology, The Study of Igneous, Sedimentary and Metamorphic rocks 2nd Edition. Boston: McGraw Hill
  16. Scholle, P.A. dan Ulmer-Scholle, D.S., 2003. A color guide to the petrography of carbonate rocks: grains, textures, porosity, diagenesis, AAPG Memoir 77
  17. Selley, R.C., 2005. Sedimentary Rocks Limestones. Elsevier
  18. Wilson, J.L., 1975. Carbonate Facies in Geologic History. Berlin-Heidelberg-New York: Spinger

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.