skip to main content

Karst dan Dinamika Tektonik Formasi Wapulaka Kota Baubau

1Department of Mining Engineering, Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Indonesia

2Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Baubau, Indonesia

Received: 20 Dec 2021; Revised: 5 Jan 2023; Accepted: 6 Jan 2023; Available online: 24 Jan 2023; Published: 24 Jan 2023.
Open Access Copyright (c) 2023 Jurnal Geosains dan Teknologi under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0.

Citation Format:
Abstract

Kota Baubau terletak di bagian barat daya Pulau Buton. Perkembangan dan pembangunan fisik serta ekonomi wilayahnya saat ini lebih terpusat pada bentangalam karst yang termasuk dalam Formasi Wapulaka karena lokasinya yang strategis. Namun, pembangunan di wilayah ini belum ditunjang dengan pemahaman yang memadai mengenai karakteristik karst itu sendiri. Pembentukan bentangalam karst dengan berbagai model morfologinya sangat dipengaruhi oleh aktifitas tektonik dan pelarutan. Pelarutan dapat membentuk rongga, meningkatkan porositas dan melemahkan batuan serta menyebabkan penurunan daya dukung lingkungan. Penelitian mengenai karakteristik karst diperlukan dalam pertimbangan penentuan arah pembangunan wilayah kota. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi lapangan dalam pengumpulan data morfologi permukaan dan bawah permukaan untuk menentukan tipe kelas karst, selanjutnya dikorelasikan dengan kelurusan topografi yang diidentifikasi dari peta SRTM, data sekunder berupa geologi regional dan hasil penelitian terdahulu, untuk membantu memahami peran tektonik dalam pembentukan morfologi karst tersebut. Perkembangan fitur karst permukaan dan bawah permukaan menunjukkan bahwa karst di wilayah ini termasuk kelas karst kompleks. Analisis kelurusan topografi  menunjukkan dua periode deformasi yang berpengaruh pada orientasi morfologi karst. Korelasi data morfologi, kelurusan topografi, arah bukaan gua dan penelitian terdahulu mengindikasikan bahwa aktifitas tektonik sangat berpengaruh dalam pembentukan dan orientasi morfologi karst termasuk arah bukaan gua di bawah permukaan.

Fulltext View|Download
Keywords: tipe karst; morfologi; tektonik; kelurusan
Funding: Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Article Metrics:

  1. BPS Kota Baubau, 2021. Kota Baubau Dalam Angka 2021, Katalog 1102001.7472, https://baubaukota.bps.go.id/publication.html, Diakses pada November 2021
  2. Camplin, D. J. dan Hall, R., 2013. Insights Into the Structural and Stratigraphic Development of Bone Gulf, Sulawesi. Proceedings, Indonesian Petroleum Association 37th Annual Convention and Exhibition, IPA13-G-079
  3. Camplin, D. J. dan Hall, R., 2014. Neogene history of Bone Gulf, Sulawesi, Indonesia. Marine and Petroleum Geology, 57, 88–108. DOI: 10.1016/j.marpetgeo.2014.04.014
  4. Hall, R., 2011. Australia-SE Asia collision: Plate tectonics and crustal flow. Geological Society Special Publication, 355, 75–109. DOI: 10.1144/SP355.5
  5. Hall, R., 2019. The subduction initiation stage of the wilson cycle. Geological Society Special Publication, 470(1), 415–437. DOI: 10.1144/SP470.3
  6. Mulyadi, Y., 2011. Perencanaan Tata Ruang Kawasan Cagar Budaya Bawah Air Gua Moko, di Kota Baubau Sulwesi Tenggara. Walennae, 13(1), 71–84
  7. Nugraha, A.M.S., Hall, R. dan BouDagher-Fadel, M., 2022. The Celebes Molasse: A revised Neogene stratigraphy for Sulawesi, Indonesia. Journal of Asian Earth Sciences, 228, 105140. DOI: 10.1016/j.jseaes.2022.105140
  8. Nugraha, A.M.S. dan Hall, R., 2022. Neogene sediment provenance and paleogeography of SE Sulawesi, Indonesia’, Basin Research, 34(5), 1714–1730. DOI: 10.1111/bre.12682
  9. Pedoja, K. dkk., 2018. On the long-lasting sequences of coral reef terraces from SE Sulawesi (Indonesia): Distribution, formation, and global significance. Quaternary Science Reviews, 188, 37–57. DOI: https://doi.org/10.1016/j.quascirev.2018.03.033
  10. Pownall, J.M., Hall, R. dan Watkinson, I.M.. 2013. Extreme extension across Seram and Ambon, eastern Indonesia: evidence for Banda slab rollback. Solid Earth, 4(2), 277–314. DOI: 10.5194/se-4-277-2013
  11. Sikumbang, N., Santoyo, P., Supandjoro, R.G.B., Gafoer, S., 1995. Peta geologi Lembar Buton skala 1:250.000. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung
  12. Satyana, A.H. dan Purwaningsih, M.E.M., 2011. Collision of micro-continents with Eastern Sulawesi: Records from Uplifted Reef Terraces and Proven-Potential Petroleum Plays. Proceedings of Indonesian Petroleum Association 35th Annual Convention and Exhibition, May. https://doi.org/10.29118/ipa.1376.11.g.219
  13. Martosuwito, S., 2012. Tectonostratigraphy of the eastern part of Sulawesi, Indonesia. in relation to the terrane origins. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 22(4), 199–207
  14. Shanov, S. dan Kostov, K., 2015. Dynamic Tectonics and Karst. Dalam J.W. LaMoreaux (Ed.), Cave and Karst Systems of the World Dynamic Tectonics and Karst. Tuscaloosa: Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-662-43992-0
  15. Waltham, A.C. dan Fookes, P.G., 2003. Engineering classification of karst ground conditions. Quarterly Journal of Engineering Geology and Hydrogeology, 36, 101–118

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.