skip to main content

Studi Kedalaman Perairan Dangkal Berdasarkan Pengolahan Data Satelit Multispektral Worldview-2 di Perairan Pulau Parang Kepulauan Karimunjawa, Provinsi Jawa Tengah

*Fuji Anida  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Muhammad Helmi scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Kunarso Kunarso scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Anindya Wirasatriya scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Warsito Atmodjo scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Muh Yusuf scopus  -  Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Kondisi kedalaman perairan yang beragam dan dangkal dapat dilakukan menggunakan teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dengan bantuan citra satelit. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji algoritma berdasarkan rasio saluran spektral terbaik untuk pemetaan kedalaman perairan dangkal menggunakan citra satelit multispektral Worldview-2, mengkaji akurasi pemetaan kedalaman perairan dangkal berdasarkan analisis citra satelit multispketral Worldview-2 terhadap hasil survei kedalaman serta menganalisis spasial kedalaman perairan dangkal berdasarkan hasil analisis citra satelit multipektral Worldview-2. Penggunaan citra satelit Worldview-2 dimana dengan empat saluran multispektral, yaitu band biru pesisir (costal blue), biru (blue), hijau (green) dan kuning (yellow) dikombinasikan menjadi 8 band rasio yang diintegrasikan dengan data kedalaman hasil lapangan 164 data titik sampel untuk pemodelan kedalaman dan 280 data titik sampel untuk uji akurasi dengan rentang kedalaman 0-24 m. Hasil pemodelan memperlihatkan bahwa model empiris batimetri terbaik yaitu rasio band biru dan band hijau dengan perolehan r yaitu 0.8162. Nilai uji akurasi menggunakan ICC yang diperoleh adalah sebesar 61% dan menggunakan RMSE sebesar 2.42. Penelitian ini memperlihatkan bahwa perolehan uji akurasi bagus dan band rasio biru / hijau mampu menampilkan kedalaman laut di Pulau Parang, Karimunjawa dari 0 m hingga 18 m.


 

Diverse and shallow water depth conditions can be done using remote sensing technology with the help of satellite imagery. The purpose of this study is to examine algorithms based on the best spectral channel ratio for shallow water depth mapping using Worldview-2 multispectral satellite imagery, to study the accuracy of shallow water depth mapping based on analysis of Worldview-2 multispketral satellite imagery against depth survey results and to spatial analysis of shallow water depths based on the results. analysis of Worldview-2 multipectral satellite imagery. The use of Worldview-2 satellite imagery where with four multispectral channels, namely the coastal blue band (costal blue), blue (blue), green (green) and yellow (yellow) combined into 8 band ratios which is integrated with the depth of field data 164 point data samples for depth modeling and 280 sample point data for accuracy testing with a depth range of 0-24 m. The modeling results show that the best empirical bathymetry model is the ratio of the blue band and green band with the acquisition of r is 0.8162. The accuracy test value obtained using the ICC was 61% and using the RMSE was 2.42. This research shows that the results of the accuracy test are good and the blue / green ratio band is able to show the depth of the sea on Parang Island, Karimunjawa from 0 m to 18 m.

 


Fulltext View|Download
Keywords: Kedalaman; citra satelit Worldview-2; Band rasio; Batimetri; Lyzenga

Article Metrics:

  1. Arief, M., S. W. Adawiyah., E. Parwati., S. Marpaung. 2017. Metode Dua Kanal untuk Estimasi Kedalaman di Perairan Dangkal menggunakan Data Spot 6 Studi Kasus : Teluk Lampung . Jurnal Penginderaan Jauh, 14(1)
  2. Eugenio, F. IEEE. J, Marcello. and J, Martin. 2015. High-Resolution Maps of Bathymetry and Benthic Habitats in Shallow-Water Environments Using Multispectral Remote Sensing Imagery. IEEE Transactions on and Remote Sensing, 53 (7)
  3. Harianto, K., A. Takwir., Halili. 2019. Pemetaan Batimetri Perairan Dangkal menggunakan Algoritma Jupp pada Citra Spot-7 di Perairan Tanjung Tiram. Sapa Laut 4(1)
  4. Hedley, J. D., A. R. Harborne., and P. J. Mumby. 2005. Simple and Robust Removal of Sunglint for Mapping Shallow‐Water Benthos. International Journal of Remote Sensing, 26(10), 2107-2112
  5. Hernandez, W. J., and Roy A. A. 2016. Deriving Bathymetry from Multispectral Remote Sensing Data. Journal of Marine Science and Engineering, 4(8)
  6. Hogrefe, K. R. 2005. Deriving Shallow Water Bathymetric Data from Ratios of Blue and Green λ Radiance Values. Oregon: Department of Geosciences (Oregon State University)
  7. Ismullah, M. F., M. A. Massinai., Maria. 2018. Shallow Depth Study Using Gravity & Magnetics Data in Central Java – Yogyakarta. Journal of Physics, Conf. Series 979
  8. Ismunarti, D. H., M. Zainuri., D. N. Sugianto., S. W. Saputra. 2020. Pengujian Reliabilitas Instrumen Terhadap Variabel Kontinu Untuk Pengukuran Konsentrasi Klorofil-a Perairan. Buletin Oseanografi Marina, 9(1), 1-8
  9. Nugraha, W. A., B. Rochaddi., & A. Rifai. (2015). Studi Batimetri dan Berkurangnya Daratan Di Wilayah Pesisir Tugu Semarang. Journal of Oceanography, 4(2), 442-450
  10. Nurdianti, A. K., W. Atmodjo., dan S. Saputro. 2016. Studi Batimetri dan Kondisi Alur Pelayaran di Muara Sungai Kapuas Kecil, Kalimantan Barat. Journal of Oceanography, 5(4), 538-545
  11. Nurkhayati, R., & N. Khakhim. 2013. Pemetaan Batimetri Perairan Dangkal Menggunakan Citra Quickbird Di Perairan Taman Nasional Karimun Jawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Jurnal Bumi Indonesia, 2(2)
  12. Shahi, K., Helmi Z.M. Shafri., Ebrahim T., Shattri M., and Ratnasamy M. 2015. A novel spectral index to automatically extract road networks from WorldView-2 satellite imagery. The Egyptian Journal of Remote Sensing and Space Sciences, 27–33
  13. Soeprapto. 2001. Survei Hidrografi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
  14. Standar Nasional Indonesia (SNI). 2010. Survei Hidrografi Menggunakan Single Beam. Badan Standar Nasional, Jakarta. SNI 7646:2010, 25 hlm
  15. Stumpf, R. P., Holderied, K., & M. Sinclair. 2003. Determination of Water Depth with High‐Resolution Satellite Imagery Over Variable Bottom Types. Limnology and Oceanography, 48(1part2), 547-556
  16. Zaki, R. 2017. Validation of Instrument Measuring Continuous Variable, Advances in Statistical Methodologies and Their Application to Real Problems. Intech open Science. pp : 217-237

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.