skip to main content

Pengaruh Fenomena IOD Positif Kuat 2019 Terhadap Karakteristik Upwelling di Perairan Nusa Tengggara

*Muhammad Fakhri Khairillah Almunawir  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Tembalang, Kota Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Anindya Wirasatriya orcid  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Tembalang, Kota Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Rikha Widiaratih orcid  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Tembalang, Kota Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Sebagai salah satu penggerak iklim, Indian Ocean Dipole (IOD) mempengaruhi dinamika interaksi atmosfer-laut di Indonesia, khususnya di pesisir yang berhadapan dengan Samudera Hindia seperti Perairan Nusa Tenggara. Dipole Mode Index (DMI) yang mencapai (1.123oC) pada tahun 2019 menandai fase pIOD terkuat sejak tahun 1997. Keunikan lain dari pIOD 2019 adalah terlepas dari peristiwa El Nino di Samudera Pasifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh IOD positif ekstrim tahun 2019 terhadap karakteristik upwelling di perairan Nusa Tenggara. Studi ini menggunakan data penginderaan jauh seperti OISST untuk suhu permukaan laut, ASCAT untuk kecepatan dan arah angin, OCCCI untuk konsentrasi klorofil-a, serta altimetri satelit untuk anomali permukaan laut. Semua data yang terkumpul kemudian dihitung dan dianalisis secara spasial menggunakan perangkat lunak IDL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upwelling di perairan Nusa Tenggara pada saat IOD positif ekstrim tahun 2019 ditandai dengan anomali SLA negatif (-15 cm), anomali SST negatif (-1o C), anomali angin zonal positif (1 m/s), dan EMT lepas pantai yang kuat (hingga -5 m2/dtk). Puncak kejadian pada bulan Agustus dengan suhu permukaan laut di bawah 26°C dan konsentrasi klorofil-a di atas 0,5 mg/m³. Kami juga menemukan propagasi gelombang Rossby upwelling di perairan Nusa Tenggara yang dapat menekan efek downwelling gelombang Kelvin sehingga kondisi upwelling pesisir menguat meskipun kecepatan angin lebih rendah dari rata-rata klimatologi.
Fulltext View|Download
Keywords: Gelombang Rossby; Indian Ocean Dipole; Perairan Nusa Tenggara; Upwelling

Article Metrics:

  1. Du, Yan et al. 2020. “Thermocline Warming Induced Extreme Indian Ocean Dipole in 2019.” Geophysical Research Letters 47(18): 1–10
  2. Du, Yan, Kai Liu, Wei Zhuang, dan Wei-Dong Yu. 2012. “The Kelvin Wave Processes in the Equatorial Indian Ocean during the 2006–2008 IOD Events.” Atmospheric and Oceanic Science Letters 5(4): 324–28
  3. Iskandar, Iskhaq et al. 2022. “Extreme Positive Indian Ocean Dipole in 2019 and Its Impact on Indonesia.” Sustainability (Switzerland) 14(22): 1–15
  4. Kunarso, Safwan Hadi, Nining Sari Ningsih, dan Mulyono S Baskoro. 2011. “Variabilitas Suhu dan Klorofil-a di Daerah Upwelling pada Variasi Kejadian ENSO dan IOD di Perairan Selatan Jawa sampai Timor.” ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences 16(3): 171–80
  5. Lu, Bo, dan Hong Li Ren. 2020. “What Caused the Extreme Indian Ocean Dipole Event in 2019?” Geophysical Research Letters 47(11): 0–2
  6. Perdanahardja, G., dan H. Lionata. 2017. Nine years in Lesser Sunda. The Nature Conservancy
  7. Pujiana, Kandaga, dan Michael J. McPhaden. 2020. “Intraseasonal Kelvin Waves in the Equatorial Indian Ocean and Their Propagation into the Indonesian Seas.” Journal of Geophysical Research: Oceans 125(5): 1–18
  8. Safinatunnajah, N. et al. 2021. “Influence of 2019 strong positive IOD on the upwelling variability along the southern coast of Java.” IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 919(1)
  9. Setiawan, Riza Yuliratno et al. 2019. “The Influence of Seasonal and Interannual Variability on Surface Chlorophyll-a off the Western Lesser Sunda Islands.” IEEE Journal of Selected Topics in Applied Earth Observations and Remote Sensing 12(11): 4191–97
  10. Vinayachandran, P N, P A Francis, dan S A Rao. 2009. “Indian Ocean Dipole: Processes and impacts.” Current Trends in Science: 569–89. http://moeseprints.incois.gov.in/97/

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.