skip to main content

Sebaran Spasial dan Temporal Klorofil-a di Perairan Teluk Semarang

*Arya Muhammad  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Jarot Marwoto  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Kunarso Kunarso  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Lilik Maslukah  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Sri Yulina Wulandari  -  Department of Oceanography, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Teluk Semarang merupakan teluk terbesar di pantai utara Jawa Tengah dan tercatat terdapat 29 aliran sungai bermuara ke teluk ini. Banyak aktivitas manusia seperti industri, pemukiman dan pelabuhan yang bermuara di teluk ini. Aktvitas yang berlangsung di Teluk Semarang berpotensi mencemari perairan dan mengakibatkan perubahan terhadap faktor fisika dan kimia perairan. Hal tersebut berdampak langsung pada kelimpahan dan distribusi klorofil-a. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sebaran konsentrasi klorofil-a secara Spasial dan Temporal di perairan Teluk Semarang dan mengkaji keterkaitan-nya dengan parameter lainya. Citra yang digunakan untuk analisa Klorofil-a  adalah citra Aqua MODIS beresolusi 4 km dan data pelengkap yaitu yaitu kecepatan dan arah angin, SPL, salinitas, curah hujan dan TSS. Penelitian ini memanfaatkan Sistem Informasi Grafis. Hasil pengolahan citra menujukan bahwa Nilai rerata bulanan Klorofil-a di perairan Teluk Semarang berkisar antara 1,85-4,27 mg/m3, Daerah dengan Klorofil-a tinggi umum nya berada pada sisi selatan Teluk Semarang. Klorofil-a memiliki korelasi bivariate yang kuat dan berbanding lurus dengan TSS (0,743), secara kuat berbanding lurus terhadap kecepatan angin (0,456), curah hujan (0,506) dan secara kuat berbanding terbalik dengan suhu (-0,665).

Fulltext View|Download
  1. Adji, K. 2008. Evaluasi Kontaminasi Bakteri Pathogen Pada Ikan Segar Diperairan Teluk Semarang. Tesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang
  2. Budhiman, S., T. Hobma and Z. Vekerdy. 2004. Mapping TSM Concentrations From Multi Sensor Satellite Images in Turbid Tropical Coastal Waters of Mahakam Delta Indonesia. ITC Enschade
  3. Dahuri, R. 1996. Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta
  4. Dewanto, W., I. Aris dan Widianingsih. 2015. Analisis Sebaran Horizontal Klorofil-a di Perairan Tugu Semarang. Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Jurnal Oseanografi., 2(4)366 – 378
  5. Hadi, S, 1987. Metodologi Reseach. Jakarta : Rineka Cipta
  6. Kunarso., A.., Irwani., A. Satriadi., M. Helmi., H. Prayogi and B. Munandar Wirasatriya. 2019. Impact of Climate Variability to Aquatic Productivity and Fisheries Resources in Jepara Waters. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 246 (2019) 012021
  7. Kunarso., S. Hadi., N. S. Ningsih dan M. S. Baskoro. 2011.Variabilitas Suhu dan Klorofil-a di Daerah Upwelling pada Variasi Kejadian ENSO dan IOD di Perairan Selatan Jawa sampai Timor. International Journal of Marine Science (IJMS)., 16(3) : 171 – 180
  8. Pait, A.S, F.R. Galdo Jr, S.I. Hartwell, A.L. Mason, D.A. Apeti, C.F.G. Jeffrey, A.M. Hoffman, and S.J. Pittman. 2015. An assessment of nutrients, sedimentation, and total suspended solids (TSS) in the St. Thomas East End Reserves (STEER). NOAA Technical Memorandum NOS/NCCOS 184. Silver Spring, MD
  9. Pramono, G. 2005. Perbandingan Metode Trend dan Spline untuk Interpolasi Sebaran Sedimen Tersuspensi Di Kabubaten Maros, Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmiah Geomatika 11(1): 20-32
  10. Qanita, H., S. Subiyanto dan Hani’ah. 2019. Analisis Distribusi Total Suspended Solid dan Kandungan Klorofil-a Perairan Banjir Kanal Barat Semarang Menggunakan Citra Landsat 8 dan Sentinel-2a .Jurnal Geodesi Undip, Semarang, 8(1)
  11. Riyono, S.H., Afdal dan A. Rozak. 2006. Kondisi Perairan Teluk Klabat Ditinjau dari Kandungan Klorofil –a Fitoplankton. Oseanologi dan Limnologi Indonesia 39 : 19-36
  12. Sarwono, J. 2006. Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta. :Graha Ilmu
  13. Tarigan, M. and S. Edward. 2003. Kandungan Total Padat Tersuspensi (Total Suspended Solid) di Perairan Raha, Sulawesi. Pusat Penelitian Oseanografi, LIPI, Jakarta. Makara, Sains.,7(3)
  14. Thorpe, S.A. 2007. An Introduction to Ocean Turbulence. Cambridge: Cambridge University Press, 264 p
  15. Ulfah, Y., Widianingsih dan M. Zainuri. 2012. Struktur Komunitas Makrozoobenthos di Perairan Wilayah MorosariDesa Bedono Kecamatan Sayung Demak. Journal Of Marine Research, 1(2): 188-196

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.