Identifikasi Peran Kelembagaan dalam Kegiatan Pariwisata Kabupaten Tabalong

Romi Alfianor  -  Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia
*Nur Annadia Safitri  -  Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia
Afifatul Hidayati  -  Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia
Received: 10 Jan 2020; Published: 22 Apr 2020.
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 108 44
Abstract
Kabupaten Tabalong memiliki 35 objek wisata. Jenis-jenis wisata yang ada terdiri dari wisata alam, wisata buatan dan wisata budaya. Setiap objek wisata memiliki lembaga yang berbeda, lembaga dalam mendukung kegiatan pariwisata di Kabupaten Tabalong terdiri dari pemerintah daerah, sektor wisata, dan masyarakat sekitar pariwisata. Pemerintah daerah memiliki peran mengatur, menyediakan dan
mengalokasikan berbagai infrastruktur terkait kebutuhan pariwisata. Sektor swasta memiliki peran dalam membantu pemerintah, pemeliharaan dan pendanaan dalam meningkatkan kualitas pariwisata. Masyarakat memiliki peran sebagai lembaga yang tidak resmi. Berdasarkan hasil analisis jejaring sosial hubungan antar lembaga dapat diketahui bahwa masyarakat sebagai lembaga yang paling berpengaruh terhadap kegiatan wisata di Kabupaten Tabalong

Keywords: Pariwisata; Kelembagaan ; Atraksi

Article Metrics:

  1. Anantanyu Sapja. (2011). Kelembagaan Petani: Peran dan Strategi Pengembangan Kapasitasnya. Universitas Sebelas Maret: Surakarta.
  2. Id asep dan Wina Witanti. (2017). Analisis Jejaring Sosial Menggunakan Social Network Analysis untuk Membantu Social CRM bagi UMKM di Cimahi. Universitas Jenderal Achmad Yani: Cimahi.
  3. Kurniawan Fandy, Soesilo Zauhar & Hermawan. (2013). Kemitraan Pengelolaan Sektor Pariwisata (Studi Pada Tirta Wisata Kabupaten Jombang). Universitas Brawijaya: Malang.
  4. Pratama Rhiki dan Mohammad Iqbal. (2018). Analisis Pemetaan Jejaring Stakeholder Pariwisata di Kota Batu Dengan Menggunakan Metode Social Network Analysis (SNA). Universitas Brawijaya: Malang.
  5. Putra, W. I. (2017). Peran Lembaga Adat Paser dalam pelestarian nilai-nilai sosial budaya lokal di Kabupaten Paser Kalimantan timur (Doctoral dissertation, Pascasarjana).
  6. Riswan, M. (2018). Problematika Pengembangan Ekonomi Kreatif Dalam Menunjang Sektor Pariwisata Di Kalimantan Selatan. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 13(2), 129-139.
  7. Siska, D., Hadi, S., Firdaus, M., & Said, S. (2015). Strategi Pengembangan Ekonomi Wilayah Berbasis Agroindustri di Kawasan Andalan Kandangan Kalimantan Selatan. Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance, 7(2), 99-110
  8. Tampahan Binsar dan Dana Indra Sensuse. (2010). Pemetaan dan Analisis Knowledge Sharing pada Situs Forum Komunitas Online Kaskus. Universitas Indonesia: Depok.
  9. Triambodo, S. dan Damanik, J. (2015). Analisis Strategi Penguatan Kelembagaan Desa Wisata Berbasis Ekonomi Kreatif (Studi di Desa Wisata Kerajinan Tenun Dusun Gamplong, Desa Sumberrahayu,
  10. Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, DIY). Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.
  11. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Jakarta: Menteri Sekretaris Negara