Kajian Kelayakan Pengembangan Kawasan Industri di Mijen, Semarang - Indonesia

*Parfi Khadiyanto  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 30 Jan 2020; Published: 22 Apr 2020.
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 77 26
Abstract
Wilayah Mijen yang terletak di bagian Barat Laut Kota Semarang, adalah daerah yang memiliki tanah bergelombang, tetapi daerah ini ditetapkan sebagai kawasan pengembangan industri dalam Rencana Tata Ruang Kota Semarang 2011-2031. Pengertian pengembangan industri menurut Direktorat Jenderal Cipta
Karya Departemen Pekerjaan Umum, yaitu pengembangan kawasan dengan penekanan utama pada kegiatan industri, baik di perkotaan maupun perdesaan, yang pada dasarnya untuk mewujudkan kondisi perkotaan dan pedesaan yang layak huni, aman, nyaman, damai, sejahtera dan berkelanjutan. Untuk
mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, perlu dilakukan kajian kemampuan lahan di wilayah Mijen yang direncanakan sebagai area pengembangan industri tsb, sehingga tidak terjadi pengembangan industri yang salah menempati suatu lahan.
Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menilai kesesuaian lahan untuk industri di Mijen Semarang, yang merupakan kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan industri,
analisis yang digunakan adalah analisis SWOT dengan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Mijen cukup cocok dan layak untuk dikembangkan sebagai kawasan pengembangan industri, potensi utamanya adalah bahwa kawasan ini merupakan kawasan fungsi budidaya. Sedangkan yang paling melemahkan adalah kondisi lahan yang bergelombang

Keywords: kesesuaian lahan; pengembangan industri; SWOT

Article Metrics:

  1. Akhnoer.(2018).Tata Ruang. http://akhnoer.wordpress.com/2008/12/06/tata-ruang/ (diunggah Desember 2018)
  2. Budhy, Tjahjati Soegijoko, dkk. (2018) Bungai Rampai Pembangunan Kota Indonesia Dalam Abad 21. Buku 1 “Pengalaman Pembangunan Perkotaan di Indonesia”. Penerbit: Urban and Regional Development Institute (URDI) dan Yayasan Sugijanto Soegijoko bekerjasama dengan Lembaga
  3. Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta. Cetakan ke 4
  4. Budiharjo, Eko. (2017). Penataan Ruang dan Pembangunan Kota: PT.Alumni. Bandung, Cetakan ke 6
  5. Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum (2007) Laporan Akhir Kajian Pengembangan Perumahan dan Permukiman Di Kabupaten/Kota. Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Jakarta.
  6. Dessy Eresina Pinem, April 2016, Menemukan Strategi Pengembangan Kawasan Industri Melalui Analisis Sektor Unggulan Kota Binjai, (diunggah Juli 2019) https://www.researchgate.net/publication/307548314_Menemukan_Strategi_Pengembangan_Kawasan_Industri_Melalui_Analisis_Sektor_Unggulan_Kota_Binjai
  7. Febriyaningsih, Laeli. “Profil Kelurahan-Kelurahan di Semarang”. Juni 2009. http://laeli-deanovafebri.blogspot.com/2009/06/profil-kelurahan-semarang.html
  8. Haryono, Imam, 2016, Pembangunan Kawasan Industri Dalam Rangka Percepatan Penyebaran Industri, pidato/makalah yang disampaikan pada Rapat Kerja Kementerian Perindustrian Jakarta, 16 Februari 2016
  9. Khadiyanto, Parfi (2015); Tata Ruang Berbasis Pada Kesesuaian Lahan; Badan Penerbit UNDIP, Semarang
  10. Khadiyanto, Parfi (2016); Correlation Between Quality of Environment and Quality of Life, in Trimulyo Village, Genuk Sub District, Semarang City, Indonesia; IOSR Journal of Humanities and Social Science (IOSR JHSS), vol 21 – issue 9, September 2016
  11. Peiser, Richard B with Dean Schwanke. Professional Real Estate Development. Washington D.C.: the Urban Land Institute, 2014, hal. 265-307.
  12. Properti Editorial, 2005 “Kawasan Industri Surabaya: Mengintip Investor di Kota Buaya,” Properti, No. 20, September 2005, hal. 54-55
  13. Raditya, Denny.(2011). Pengertian Umum Mengenai Perencanaan Wilayah dan Kota. http://dennyraditya73.wordpress.com/2011/09/27/pengertian-umum-tentang-perencanaan-wilayahdan-kota/ (diunggah 27 September 2007)
  14. Rangkuti, Freddy. 2013. Analisis SWOT, Cara Perhitungan Bobot, Rating, dan OCAI. Jakarta : PT Gramedia Pustaka
  15. Sastrowardoyo, Sanyoto. Pengembangan Kawasan Industri Dalam Rangka Menarik Penanam Modal. Makalah disampaikan pada Rapat Kerja Himpunan Kawasan Industri, Surabaya, Oktober 2001.
  16. Soedarso, 2001, Kebijakan Pengembangan Kawasan Industri,
  17. https://perencanaankota.com/2014/08/kebijakan-pengembangan-kawasan-industri.html, diunggah Nopember 2018
  18. Shahab, Halim. “Perkembangan dan Prospektif Bisnis Kawasan Industri di Indonesia.” Jurnal Infopapan, April 2012, hal. 17-20.
  19. Yunus, H.S.(2015). Manajeman Kota Perspektif Spasial. Yogyakarta : Pustaka pelajar. Pencetak : Pustaka pelajar offset. Cetakan 8 september 2015.cetakan 2 mei 2008 pp.2005.63