Analisis Satuan Kemampuan Lahan Untuk Pengembangan Kawasan Pariwisata di Kabupaten Tabalong

Erlangga Kautsar  -  Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia
Misha Dwina Irani Sobba  -  Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia
*Nurul Pertiwi  -  Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia
Trisha Agustine  -  Institut Teknologi Kalimantan, Indonesia
Received: 10 Jan 2020; Published: 22 Apr 2020.
Open Access License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 342 290
Abstract
Kabupaten Tabalong berada diantara Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Kabupaten Tabalong memiliki potensi menjadi kawasan pariwisata yang terbagi menjadi 3 jenis wisata yaitu wisata alam, buatan, budaya, dan buatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian lahan dan daya dukung kawasan wisata tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif kuantitatif untuk mengolah dan menafsirkan data yang diperoleh dan metode
analisis spasial untuk melihat kemampuan lahan. Hasil penelitian menunjukkan Kabupaten Tabalong didominasi oleh lahan dengan kemampuan pengembangan wisata rendah, selanjutnya diikuti oleh lahan dengan kemampuan pengembangan wisata sedang. Hanya sebagian kecil wilayah di Kabupaten Tabalong dengan kemampuan pengembangan wisata sangat rendah. Kesimpulan dari penelitian ini diketahui bahwa Kabupaten Tabalong tergolong dalam kemampuan lahan pengembangan rendah, dan terdapat 13 objek wisata yang memiliki kesesuaian lahan dan fisik, serta terdapat 10 objek daya tarik wisata yang tidak sesuai dengan kemampuan lahan

Keywords: Kemampuan lahan; Objek wisata; Pengembangan wisata

Article Metrics:

  1. Arsyad, Sitanala. (2010). Konservasi Tanah dan Air Edisi, Edisi Kedua. Bogor: IPB Press.
  2. Dagasou,Roimaltus,dkk. (2019). Kemampuan Lahan dan Pemanfaatan Ruang Pulau Bunaken Manado. Manado: Universitas Sam Ratulanggi.
  3. FAO (Food and Agriculture Organization). (1976). A Framework for LandEvaluation. FAO Soil Bulletin 52. Soil Resources Management andConservation Service Land and Water Development Division.
  4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.20/PRT/M.2007 tentang Pedoman Teknik Analisis Fisik Dan Lingkungan, Ekonomi Serta Sosial Budaya dalam Penyusunan Rencana Tata Ruang.
  5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Pedoman Kriteria Karakteristik Kawasan Budidaya
  6. Selfie,Luther,dkk. (2013). Klasifikasi Kemampuan Lahan Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow. Manado: Universitas Sam Ratulangi