skip to main content

Studi Eksperimental Kuat Tekan Beton Geopolimer dengan Metode Curing Pembasahan

*Erma Desimaliana  -  Department of Civil Engineering, Institut Teknologi Nasional Bandung, Jl. PHH Mustofa no. 23, Bandung, Indonesia 40125, Indonesia

Citation Format:
Abstract
Geopolymer concrete is an environmentally friendly concrete that does not use cement at all, but uses high silica-containing materials such as fly ash (waste from PLTU). Geopolymer concrete consists of a binder material in the form of fly ash reacted with an alkaline activator solution, and filler material in the form of aggregate. The alkaline activator used is a solution of NaOH concentration of 8M and Na2SiO3 solution in a ratio of 1:2, while the ratio of aggregate and binder is 60%: 40%. In this study, the wetting treatment method was carried out with the number of test specimens for each variation as many as 3 test specimens and concrete compressive strength testing was carried out at the age of 3, 7, and 28 days on cylindrical test specimens with a size of 10 cm × 20 cm as many as 9 test specimens. Based on the results of the compressive strength test, the relationship graph between the compressive strength of concrete and the age of concrete is obtained, the value of the compressive strength of concrete with the wetting treatment method is 19.92 MPa
Fulltext View|Download

Article Metrics:

  1. Achmad, D., et al. (2012). Efek Perawatan terhadap Karakteristik Beton Geopolimer. POLI-TEKNOLOGI, 11(1)
  2. ACI Committee 226. (1988). Use of Fly Ash in Concrete. Farmington Hills, MI: American Concrete Institute
  3. Angelika, S. K., Desimaliana, E., & Khanza, M. (2023). Pengaruh Substitusi Parsial Variasi Tepung Kaca terhadap Kuat Tekan Beton Geopolimer. RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil, 9(2)
  4. Davidovits, J. (1994). Properties of Geopolymer Cements. Kiev: Kiev State Technical University
  5. Davidovits, J. (1997). Geopolymer Inorganic Polymer New Material. France: Geopolymer Institute
  6. Davidovits, J. (1999). Chemistry of geopolymer System, Terminology. Paper presented at the Geopolymer ’99 International Conference. France: Saint-Quentin
  7. Davidovits, J. (2008). Geopolymer: Chemistry and Application. France: Geopolymer Institute
  8. Desimaliana, E., Shima, R. D., & Musyaffa, F. (2024). Analisis Biaya terhadap Penggunaan Limbah Marmer dan Abu Sekam Padi pada Mortar Geopolimer. JoSC: Journal of Sustainable Construction, 3(2)
  9. Fansuri, H., et al. (2008). Pembuatan dan Karakterisasi Geopolimer dari Bahan Abu Layang PLTU Paiton. Akta Kimindo, 3(2)
  10. Hasner, K. E., Prihantono, & Musalamah, S. (2019). Variasi Campuran Alkali Aktivator pada Kuat Tekan Beton Geopolimer dengan Menggunakan Abu Cangkang Telur Bebek pada Proses Pengovenan. Menara: Jurnal Teknik Sipil, XIV(1)
  11. Hartono, J., et al. (2022). Komparasi Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbahan Dasar Fly Ash dengan Metode Curing Oven dan Suhu Ruang. Teras Jurnal, 12(2)
  12. Hendriyani, S. D. A, & Herlina, L. (2019). Perbandingan Beton Geopolymer dengan Molaritas 10M Umur 28 Hari Curing Oven dan Suhu Ruang. Seminar Intelektual Muda #2
  13. Manuahe, R., Sumajow, M. D. J., & Windah, R. S. (2014). Kuat Tekan Beton Geopolymer Berbahan Dasar Abu Terbang (Fly Ash). Jurnal Sipil Statik, 2(6)
  14. Prasetyo, G. B. (2015). Pengaruh Temperatur Curing pada Sifat. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta
  15. Pratama, N. A., & Desimaliana, E. (2024). Pengaruh Substitusi Parsial Limbah Bata Ringan terhadap Kuat Tekan Mortar Geopolimer. RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil, 10(1)
  16. Priyanka, N. F. (2016). Tinjauan Kuat Tekan Beton Geopolymer dengan Fly Ash sebagai Bahan Pengganti Semen – Naskah Publikasi. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November
  17. Putri, A. A., & Herlina, L. (2021). Pengaruh Kuat Tekan Beton Geopolimer Mutu Tinggi Menggunakan Fly Ash Tipe C. Prosiding Seminat Intelektual Muda #6, 3(1)
  18. Salain, I. M. A. K., Wiryasa, M. N. A., & Pamungkas, I. N. M. M. A. (2020). Kuat Tekan Beton Geopolimer Menggunakan Abu Terbang. Jurnal Spektran, 8(1)
  19. Setiawati, M. (2018). Fly Ash sebagai Bahan Pengganti Semen pada Beton. Seminar Nasional Sains dan Teknologi
  20. Sumajow, D. M. J., & Dapas, S. O. (2013). Elemen Struktur Beton Bertulang Geopolymer. Yogyakarta: ANDI
  21. Tambingon, F. R., Sumajow, M. D. J., & Wallah, S. E. (2018). Kuat Tekan Beton Geopolymer dengan Perawatan Temperatur Ruangan. Jurnal Sipil Statik, 6(9)
  22. Tjoanto, R, Wallah, S. E., & Handono, B. D. (2021). Pengujian Kuat Tekan Beton Geopolimer dengan Penambahan Semen Putih pada Perawatan Suhu Ruang. Jurnal Sipil Statik, 9(4)
  23. Wallah, S. E. (2014). Pengaruh Perawatan dan Umur terhadap Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbasis Abu Terbang. Jurnal Ilmiah Media Engineering, 4(1)
  24. Wang, J., Xie, J., Wang., C., Zhao, J., Liu, F., & Fang, C. (2020). Study on the optimum initial curing condition for fly ash and GGBS based geopolymer recycled aggregate concrete. Construction and Building Materials, 247(118540)
  25. Wardani, S. P. R. (2008). Pemanfaatan Limbah Batubara (Fly Ash) untuk Stabilisasi Tanah maupun Keperluan Teknik Sipil Lainnya dalam Mengurangi Pencemaran Lingkungan – Pidato Pengukuhan Upacara Penerimaan Jabatan Guru Besar. Semarang: Universitas Dipenogoro
  26. Widyaningsih, E., Herbudiman, B., & Fauzi, F. F. (2022). Evaluasi Pengaruh Variasi Molaritas dan Rasio Alkali Aktivator terhadap Kuat Tekan Beton Geopolimer. RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil, 8(3)
  27. Wulandari, T. (2016). Kajian Temperatur Curing pada Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbahan Dasar Kaolin – Tugas Akhir. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.