BibTex Citation Data :
@article{JPK34981, author = {Anita Rakhmatulloh and Diah Kusumo Dewi and Alifah Adnani}, title = {AKSESIBILITAS LAST MILE BRT TRANSJAKARTA MENUJU PUSAT PERBELANJAAN DI JAKARTA SELATAN, INDONESIA}, journal = {Jurnal Pengembangan Kota}, volume = {14}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {Aksesibilitas; Analisis Spasial; BRT Transjakarta; Last-Mile Performance; Pusat Perbelanjaan}, abstract = { Keterbatasan konektivitas last mile dapat mengurangi kemampuan BRT TransJakarta dalam menghubungkan pengguna dengan tujuan akhir perjalanan, termasuk pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat dan pola spasial aksesibilitas last mile BRT menuju pusat perbelanjaan. Pendekatan kuantitatif-spasial mengintegrasikan analisis isokron berbasis jaringan, kepadatan bangunan, popularitas pusat perbelanjaan berdasarkan rating dan jumlah ulasan Google Maps, serta model Last-Mile Performance berbasis gravitasi. Hasil menunjukkan bahwa 35 dari 65 kelurahan (53,8%) memiliki nilai LMP di atas 0, sedangkan 30 kelurahan (46,2%) bernilai 0. Nilai LMP berkisar 0–94%, dengan nilai tertinggi di Karet Kuningan (94%) dan Tebet Barat (92%). Temuan ini menunjukkan perlunya prioritas berbeda: layanan pengumpan pada wilayah tidak terjangkau, peningkatan konektivitas pejalan kaki pada wilayah ber-LMP rendah, dan pemeliharaan kualitas layanan pada wilayah ber-LMP tinggi. }, issn = {2503-0361}, pages = {44--53} doi = {10.14710/jpk.14.1.44-53}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpk/article/view/34981} }
Refworks Citation Data :
Keterbatasan konektivitas last mile dapat mengurangi kemampuan BRT TransJakarta dalam menghubungkan pengguna dengan tujuan akhir perjalanan, termasuk pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat dan pola spasial aksesibilitas last mile BRT menuju pusat perbelanjaan. Pendekatan kuantitatif-spasial mengintegrasikan analisis isokron berbasis jaringan, kepadatan bangunan, popularitas pusat perbelanjaan berdasarkan rating dan jumlah ulasan Google Maps, serta model Last-Mile Performance berbasis gravitasi. Hasil menunjukkan bahwa 35 dari 65 kelurahan (53,8%) memiliki nilai LMP di atas 0, sedangkan 30 kelurahan (46,2%) bernilai 0. Nilai LMP berkisar 0–94%, dengan nilai tertinggi di Karet Kuningan (94%) dan Tebet Barat (92%). Temuan ini menunjukkan perlunya prioritas berbeda: layanan pengumpan pada wilayah tidak terjangkau, peningkatan konektivitas pejalan kaki pada wilayah ber-LMP rendah, dan pemeliharaan kualitas layanan pada wilayah ber-LMP tinggi.
Article Metrics:
Last update:
Starting from Volume 13 Number 2 2025, authors who publish in the Jurnal Pengembangan Kota retain full copyright ownership (Copyright@Author) of their work. In keeping with the journal’s commitment to open access, all articles are published under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). Before Volume 13 Number 2 2025, copyright was still owned by the publisher, Universitas Diponegoro. To support a better open-access program, we have created a new policy so that authors have full copyright ownership. Readers and third parties may also use the content in accordance with the CC BY-NC-SA license. This includes the ability to reproduce, modify, and build upon the article, as long as proper attribution is given, and any resulting work is distributed under the same license.