skip to main content

Evaluasi Pelaksanaan Penanganan Runtuhan (Collapse Treatment) di Horizontal Penstock Tunnel Section PS 0+250–PS 0+223 PLTA Jatigede 2×55 MW

*Robbi Trikusumah Rachman  -  Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Aries Susanty  -  Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Received: 11 Mar 2026; Revised: 16 Apr 2026; Accepted: 22 Apr 2026; Available online: 25 Apr 2026; Published: 8 Sep 2026.

Citation Format:
Abstract

Proyek PLTA Jatigede 2×55 MW merupakan salah satu proyek strategis yang tercantum dalam RUPTL. Proyek ini awalnya ditargetkan Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2019. Namun karena berbagai kendala, penyelesaiannya baru dapat diselesaikan pada tahun 2024. Salah satu kendala dalam penyelesaian proyek ini yakni adanya runtuhan di area Horizontal Penstock Tunnel Section PS 0+250–PS 0+223. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran informasi mengenai evaluasi pelaksanaan penanganan runtuhan (collapse treatment) di Horizontal Penstock Tunnel Section PS 0+250–PS 0+223 PLTA Jatigede 2×55 MW. Horizontal Penstock Tunnel merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan. Horizontal Penstock Tunnel merupakan pipa tekanan untuk mengalirkan air dari headrace tunnel menuju turbin. Penanganan runtuhan (collapse treatment) di area Horizontal Penstock Tunnel Section PS 0+250–PS 0+223 terdiri dari pekerjaan setting out, pekerjaan backfilling, pekerjaan steel support, pekerjaan grouting, pekerjaan canopy forepoling serta pekerjaan monitoring. Penanganan runtuhan tersebut telah dilakukan sesuai dengan ketentuan desain. Metode grouting dan canopy forepoling juga sangat efektif digunakan dengan kondisi bebatuan yang ada di PLTA Jatigede 2×55 MW.

 

Kata kunci: terowongan, penanganan runtuhan, grouting, canopy forepoling, K3

Article Metrics:

Article Info
Section: Laporan Studi Kasus
Language : ID
  1. Bieniawski, Z. T. (1989). Engineering rock mass classifications: a complete manual for engineers and geologists in mining, civil, and petroleum engineering. John Wiley & Sons
  2. Choudhary, R. K., Dubey, S., & Lakra, M. K. (2025). Treatment of collapsed faces of hydraulic tunnels passing under natural stream with low cover-A case study of Teesta-VI hydroelectric project (500 MW) in Sikkim (India). In Tunnelling into a Sustainable Future–Methods and Technologies (pp. 3685-3692). CRC Press. https://doi.org/10.1201/9781003559047-469
  3. Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia. (2013). Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 21 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 15 Tahun 2010 tentang Daftar Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara dan Gas serta Transmisi Terkait. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia
  4. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2015). Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 0074 K/21/MEM/2015 tentang pengesahan rencana usaha penyediaan tenaga listrik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tahun 2015 s.d. 2024. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia
  5. Kermite, A. B., Suprihanto, A., & Widayat, W. (2025). Pelaksanaan Pekerjaan Sipil Pada Konstruksi Headrace Tunnel PLTA Jatigede 2x55 MW Chainage PT0+ 907,609–PT0+ 967,609. Jurnal Profesi Insinyur Indonesia, 3(1), 1-9
  6. Nepal, K. M. (2024). Application of High-Pressure Grouting and Pipe Forepoling for Tunnel Excavation in Jatigede Hydropower Project, Indonesia-An Experience. Journal of Rock Mechanics and Tunnelling Technology (JRMTT), 30(2), 100-119
  7. Nonveiller, E. (2013). Grouting theory and practice (Vol. 57). Elsevier
  8. Peraturan Presiden. (2010). Peraturan Presiden (PerPres) Nomor 4 Tahun 2010 tentang Penugasan Kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk Melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, dan Gas. Sekretariat Negara Republik Indonesia
  9. Pradiani, A. D., & Nurhasanah, N. (2021). Analisis faktor keterlambatan COD proyek PLN UIP Kalbagtim dengan metode analytical hierarchy process dan fault tree analysis. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains Dan Teknologi, 6(1), 34-42
  10. Schlotfeldt, P., Carvalho, J., & Panton, B. (2025). Root cause analysis of a collapse in a hydropower tunnel. Applied Sciences, 15(3), 1437. https://doi.org/10.3390/app15031437
  11. Zhang, D., Fang, Q., & Lou, H. (2014). Grouting techniques for the unfavorable geological conditions of Xiang'an subsea tunnel in China. Journal of Rock Mechanics and Geotechnical Engineering, 6(5), 438-446

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.