skip to main content

COMPOSITE CURVE PADA TEKNOLOGI PINCH

Widayat Widayat  -  Department of Chemical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Jacub Rais, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia
*O. K. Muhammad Fauzan  -  Department of Chemical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Jacub Rais, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia
Amanda Nathalia Harti Marusaha Manulang  -  Department of Chemical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Jacub Rais, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia
Elvira Salsabila  -  Department of Chemical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Jacub Rais, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia
Ida Ratnawati  -  Department of Chemical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Jacub Rais, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia
Nuraida Ridani  -  Department of Chemical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Jacub Rais, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia
Received: 29 Jun 2025; Published: 2 Feb 2026.

Citation Format:
Abstract

Teknologi Pinch adalah teknik berdasar ilmu termodinamika yang digunakan untuk mengoptimalkan konsumsi panas pada sistem proses industri menggunakan perancangan dan optimasi jaringan penukar panas (Heat Exchanger Network/HEN). One tool utama pada pendekatan teknologi penukar panas adalah curve komposit yang memaparkan hubungan antara entalpi dan suhu temperature aliran panas (panas/steam) dan aliran dingin (cooling). Penelitian ini membahaskan penerapan yang dilakukan pada aliran proses sebanyak 11 aliran proses (4 aliran panas dan 7 aliran dingin) dengan variasi ΔTmin sebanyak 10°C, 12°C, 14°C, 20°C, dan 22°C. Parameter yang digunakan berupa kepanasan panas (thermal capacity), perubahan entalpi, dan entalpi kumulatif pada setiap interval panas. Hasil yang didapatkan menginformasikan bahwa perurungan ΔTmin akan meningkatkan efisiensi pemanfaatan panas however berakibat pada biaya instalasi yang mahal. Berbalilah ΔTmin yang makin besar akan menurunkan efisiensi tetapi mengurangi komplkesi sistem. Dengan demikian pilihan ΔTmin yang tepat

Kata kunci:  Pinch Technology, Composite Curve, ΔTmin, Heat Integration, Energy Efficiency, Heat Exchanger Network

Fulltext

Article Metrics:

  1. Daniyanto, D., & Faturrahman, R. (2013). Aplikasi analisis pinch untuk menurunkan konsumsi steam di bagian process house pabrik gula. Jurnal Rekayasa Proses, 7(1), 6-13
  2. Febriana, A. A., & Widodo, B. U. K. (2019). Optimasi Jaringan Heat Exchanger Dengan Metode Pinch Technology Menggunakan Perangkat Lunak Aspen Energy Analyzer V. 10 Pada Train F PT Badak NGL Bontang. Jurnal Teknik ITS, 8(1), B6-B12
  3. Fu, D., Li, Q., Li, Y., Lai, Y., Lu, L., Dong, Z., & Lyu, M. (2023). Pinch based general targeting method for predicting the optimal capital cost of heat exchanger network. Processes, 11(3), 923
  4. Hohmann, E. C. (1971). Optimum networks for heat exchangers, PhD. Thesis, University of S. California, USA
  5. Kemp, I. C. (2011). Pinch analysis and process integration: a user guide on process integration for the efficient use of energy. Elsevier
  6. Linnhoff, B. and Hindmarsh, E. (1983). The pinch design method of heat exchanger networks, Chem Eng Sci, 38(5): 745–763
  7. Linnhoff, B., Mason, D. R. and Wardle, I. (1979), Understanding heat exchanger networks, Comp Chem Eng, 3: 295–302
  8. Sharew, S. S., Di Pretoro, A., Yimam, A., Negny, S., & Montastruc, L. (2024). Combining exergy and pinch analysis for the operating mode optimization of a steam turbine cogeneration plant in Wonji-Shoa, Ethiopia. Entropy, 26(6), 453
  9. Zhao, H., Zhou, Y., & Sun, M. (2022). Pinch analysis for heat integration of pulverized coke chemical looping gasification. Processes, 10(2), 357

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.