BibTex Citation Data :
@article{JPII28240, author = {Widayat Widayat and O. K. Fauzan and Amanda Nathalia Manulang and Elvira Salsabila and Ida Ratnawati and Nuraida Ridani}, title = {Composite Curve Pada Teknologi Pinch}, journal = {Jurnal Profesi Insinyur Indonesia}, volume = {3}, number = {3}, year = {2026}, keywords = {}, abstract = { Teknologi pinch adalah teknik berdasar ilmu termodinamika yang digunakan untuk mengoptimalkan konsumsi panas pada sistem proses industri menggunakan perancangan dan optimasi jaringan penukar panas (Heat Exchanger Network/HEN). One tool utama pada pendekatan teknologi penukar panas adalah curve komposit yang memaparkan hubungan antara entalpi dan suhu aliran panas (panas/steam) dan aliran dingin (cooling). Penelitian ini membahas penerapan yang dilakukan pada aliran proses sebanyak 11 aliran proses (4 aliran panas dan 7 aliran dingin) dengan variasi ΔTmin sebanyak 10°C, 12°C, 14°C, 20°C dan 22°C. Parameter yang digunakan berupa kepanasan panas (thermal capacity), perubahan entalpi dan entalpi kumulatif pada setiap interval panas. Hasil yang didapatkan menginformasikan bahwa perurungan ΔTmin akan meningkatkan efisiensi pemanfaatan panas berakibat pada biaya instalasi yang mahal. Sebaliknya, ΔTmin yang makin besar akan menurunkan efisiensi tetapi mengurangi kompleksi sistem. Dengan demikian perlu ditentukan ΔTmin yang tepat. Kata kunci : pinch technology, composite curve, ΔTmin, heat integration, energy efficiency, Heat Exchanger Network }, issn = {2985-8100}, pages = {174--179} doi = {10.14710/jpii.2025.28240}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpii/article/view/28240} }
Refworks Citation Data :
Teknologi pinch adalah teknik berdasar ilmu termodinamika yang digunakan untuk mengoptimalkan konsumsi panas pada sistem proses industri menggunakan perancangan dan optimasi jaringan penukar panas (Heat Exchanger Network/HEN). One tool utama pada pendekatan teknologi penukar panas adalah curve komposit yang memaparkan hubungan antara entalpi dan suhu aliran panas (panas/steam) dan aliran dingin (cooling). Penelitian ini membahas penerapan yang dilakukan pada aliran proses sebanyak 11 aliran proses (4 aliran panas dan 7 aliran dingin) dengan variasi ΔTmin sebanyak 10°C, 12°C, 14°C, 20°C dan 22°C. Parameter yang digunakan berupa kepanasan panas (thermal capacity), perubahan entalpi dan entalpi kumulatif pada setiap interval panas. Hasil yang didapatkan menginformasikan bahwa perurungan ΔTmin akan meningkatkan efisiensi pemanfaatan panas berakibat pada biaya instalasi yang mahal. Sebaliknya, ΔTmin yang makin besar akan menurunkan efisiensi tetapi mengurangi kompleksi sistem. Dengan demikian perlu ditentukan ΔTmin yang tepat.
Kata kunci: pinch technology, composite curve, ΔTmin, heat integration, energy efficiency, Heat Exchanger Network
Article Metrics:
Last update:
Authors retain the copyright of their published articles in the Jurnal Profesi Insinyur Indonesia (JPII) while granting the journal the right of first publication. All articles are published under the Creative Commons license specified by the journal, allowing readers to access, share, and reuse the content in accordance with the license terms, provided that proper attribution is given to the original authors and source. Authors are responsible for ensuring that any third-party materials included in their manuscripts have appropriate permissions. For uses beyond the applicable license, permission must be obtained from the relevant copyright holder.
Alamat Kontak:
Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Gedung Dekanat Baru Lt 3. Prof. Sudarto SH Tembalang Semarang 50275
www.psppi.ft.undip.ac.id