skip to main content

Pedoman Khusus Pemanfaatan Switching Untuk Pembebasan Tegangan dan Pemberian Tegangan Penghantar 150 kV Tanjung Kasam-Tanjung Uban 2 dan Gardu Induk Ngenang

*Akhmad Budianto  -  Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Muhamad Habibi  -  Teknologi PLN (ITPLN), Menara PLN, Jl. Lingkar Luar Barat, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, 11750, Indonesia
Denis Denis  -  Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275, Indonesia
Received: 2 Nov 2025; Revised: 30 Nov 2025; Accepted: 7 Dec 2025; Available online: 10 Dec 2025; Published: 9 Apr 2026.

Citation Format:
Abstract

Switching manuver adalah proses membuka dan menutup komponen-komponen pada Sistem Tenaga Listrik (STL) seperti Pemutus (PMT) dan Pemisah (PMS) sebelum dan sesudah pekerjaan instalasi kelistrikan, baik instalasi transmisi, pembangkitan dan distribusi yang bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran pekerjaan instalasi. Gardu Induk (GI) Ngenang adalah GI yang berada pada sistem Bintan, di mana gardu induk tersebut memiliki desain khusus yang tidak memiliki Bay Penghantar 150 kV atau sering disebut Gardu Induk Cantol. Gardu Induk Ngenang terletak pada Line 2 Bay Penghantar Tanjung Kasam-Tanjung Uban dengan memanfaatkan line penghantar tersebut sebagai busbar 150 kV. Dengan kondisi tersebut maka ketika pemeliharaan Bay Penghantar Tanjung Kasam-Tanjung Uban 2 tentunya akan berdampak padam pada Gardu Induk Ngenang. Permasalahan timbul ketika ada pekerjaan perbaikan pondasi Lightning Arrester (LA) pada penghantar tersebut, di mana butuh pemadaman line penghantar selama 8 jam dengan durasi pekerjaan 6 hari. Hal ini tentunya sangat memberatkan dikarenakan Gardu Induk Ngenang harus padam 8 jam selama 6 hari. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk merancang prosedur khusus Switching Pembebasan Tegangan dan Pemberian Tegangan Penghantar 150 kV Tanjung Kasam-Tanjung Uban 2 dan Gardu Induk Ngenang agar dapat meminimalisir dampak padam yang ada di Gardu Induk Ngenang. Dengan adanya Prosedur Khusus Switching tersebut berdampak pada perbaikan kinerja System Average Interruption Duration Index (SAIDI) sebesar 89% dan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) sebesar 50% serta Energy Not Serve (ENS) sebesar 89%.

 

Kata kunci: manuver, switching, gardu induk, K3, fokus pelanggan

Article Metrics:

Article Info
Section: Laporan Studi Kasus
Language : INDONESIA
  1. Anggraeni, S. K. (2016). Manuver pembebasan tegangan penyulang GI Krapyak dan pengoperasian PMT outgoing 20 kV dengan SCADA PLN APD Jawa Tengah dan DIY [Makalah seminar kerja praktik]
  2. Aslimeri, G., & Hamdi, Z. (2008). Teknik Transmisi Tenaga Listrik. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
  3. Atmojo, S. S. (2013). Manuver pembebasan tegangan sistem distribusi sisi incoming 20 kV dan busbar guna pekerjaan di kubikel GI Tambak Lorok PLN APD Jawa Tengah dan DIY [Makalah seminar kerja praktik]
  4. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (1996). Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 05/MEN/1996 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3)
  5. Putra, M. A. M., Suprihanto, A., & Pramono, Y. B. (2023). Perancangan dan fabrikasi test stand wheel boogie pada workshop garbarata pt bukaka teknik utama. Jurnal Profesi Insinyur Indonesia, 1(5), 186-193
  6. Perusahaan Listrik Negara (Persero). (2005a). Keputusan Direksi Nomor 090.K/DIR/2005 tentang pedoman keselamatan instalasi
  7. Perusahaan Listrik Negara (Persero). (2005b). Keputusan Direksi Nomor 091.K/DIR/2005 tentang pedoman keselamatan umum
  8. Perusahaan Listrik Negara (Persero). (2005c). Keputusan Direksi Nomor 092.K/DIR/2005 tentang pedoman keselamatan kerja
  9. Perusahaan Listrik Negara (Persero). (2006). Diklat profesi kurikulum K2/K3 pada instalasi TT/TET untuk pelaksana pekerjaan. Pusdiklat PT PLN (Persero)
  10. Perusahaan Listrik Negara (Persero). (2009). Materi workshop operasi dan pemeliharaan gardu induk. Pusdiklat PT PLN (Persero)
  11. Perusahaan Listrik Negara (Persero). (2014a). Buku pedoman pemeliharaan lightning arrester. PT PLN (Persero)
  12. Perusahaan Listrik Negara (Persero). (2014b). Himpunan buku pedoman pemeliharaan primer gardu induk. PT PLN (Persero)
  13. PLN Corporate University. (2016). Sistem ketenagalistrikan. PLN Corporate University
  14. Purwanto, H. (2018). Prosedur pelaksanaan dan penerapan APD K3 pada pekerjaan putus sambung jalur transmisi 150 kV Tanjung Api-Api–Talang Kelapa–Borang di Gardu Induk 150 kV Kenten. Jurnal Deformasi, 3(2)
  15. Republik Indonesia. (1970). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja
  16. Republik Indonesia. (1985). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 1985 tentang ketenagalistrikan
  17. Republik Indonesia. (2005). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang instalasi penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik
  18. Republik Indonesia. (2012). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 tentang penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Sekretariat Negara Republik Indonesia
  19. Senen, A. (2019). Studi perhitungan indeks keandalan sistem tenaga listrik menggunakan graphical user interface Matlab pada PT PLN (Persero) Rayon Kota Pinang. Jurnal Ilmiah Energi dan Kelistrikan

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.