skip to main content

Kebijakan Formulasi Pidana Mati Bersyarat dalam Perspektif Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia

*Aista Wisnu Putra  -  Universitas Nasional Karangturi, Indonesia
Rahmi Dwi Sutanti  -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Pembaharuan hukum pidana adalah sesuatu yang harus dilakukan sebagai bentuk penyesuaian hukum yang berlaku dengan  perubahan nilai, zaman, teknologi, wawasan nasional, dan internasional. Pidana mati di Indonesia juga perlu diperbarui menyesuaikan perkembangan tersebut terkhusus pada penyesuaian nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan formulasi pidana mati dalam perundang-undangan pidana Indonesia di masa sekarang, dan menganalisis kebijakan formulasi hukum yang dicita-citakan tentang pidana mati bersyarat di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif. Penelitian ini menghasilkan fakta bahwa hukum di Indonesia sekarang belum mengatur tenang pidana mati bersyarat, sehingga masih ada pertentangan antara golongan yang ingin menghapus pidana mati dan golongan yang ingin tetap menerapkan pidana mati. Pidana mati bersyarat diperlukan sebagai jalan tengah antara dua golongan tersebut. Pidana mati bersyarat juga diperlukan sebagai proses evaluatif narapidana dalam menjalani hukuman dan penghormatan terhadap hak asasi manusia sesuai dengan wawasan nasional dan internasional.

Fulltext View|Download
Keywords: Kebijakan Formulasi; Pidana Mati Bersyarat; Pembaharuan Hukum Pidana.

Article Metrics:

  1. Alviolita, Fifink Praseida., & Arief, Barda Nawawi. (2019). Kebijakan Formulasi Tentang Perumusan Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Dalam Pembaharuan Hukum Pidana di Indonesia. Law Reform, Vol.15, (No.1), pp.130-148, https://doi.org/10.14710/ lr.v15i1.23359
  2. Corteen, Karen., & Steele, Rachel. (2018). A Criminal Injustice Suystem? Sex Offender Suspect and Defendans. Liverpool Law Review, Vol. 39, (No.3),pp.454–463, https://doi.org/10.1007/ s10991-018-9219-9
  3. Anjari, W. (2015). Penjatuhan Pidana Mati di Indonesia dalam Perspektif Hak Asasi Manusia. Jurnal Widya Yustisia, Vol.1, (No.2), pp 54-63
  4. Barus, Z. (2013). Analisis Filosofis Tentang Peta Konseptual Penelitian Hukum Normatif dan Penelitian Hukum Sosiologis. Jurnal Dinamika Hukum,Vol.13,(No.2), pp.307-308, http://dx.doi.org/10.20884/1.jdh.2013.13.2.212
  5. Beltran De Felipe, Miguel., & Martin, Adan Nieto. (2012). Human Rights as a Constraint on Extradition in Death Penalty Cases. Journal of International Criminal Justice, Vol.12, (No.2), pp.107-118 , https://doi.org/10.1093/jicj/mqsO4l
  6. Bindler, Anna., & Hjalmarsson, Randi. (2020). The Persistence of the Criminal Justice Gender Gap: Evidence from 200 Years of Judicial Decisions. Journal of Law and Economics, Vol. 10, (No.3), pp. 207-2168
  7. Christianto, H. (2017). Pembaharuan Makna Asas Legalitas. Jurnal Hukum & Pembangunan, Vol.39,(No.3),pp.150-159, https://doi.org/10.21143/jhp.vol39.no3.1512
  8. Putra, Sapto Handoyo D. (2018). Pelaksanaan Pidana Bersyarat Dalam Sistem Pemidanaan di Indonesia. PAKUAN LAW REVIEW, Vol.4, (No. 1), pp. 100-110
  9. Irianto, S. (2017). Metode Penelitian Kualitatif Dalam Metodologi Penelitian Ilmu Hukum. Jurnal Hukum & Pembangunan, Vol.32,(No.2),pp.133-139, https://doi.org/10.21143/jhp.vol32.no2.1339
  10. Johnson, David T. (2010). Asia’s declining death penalty. Journal of Asian Studies, Vol.69, (No.2),pp.337-346, https://doi.org/10.1017/S0021911810000021
  11. Karim, Manna Ammar Abdul., Ignatova, Milena A., Vasilenko, Alexandra S., Naurzalieva, Saule M., & Jakubo, Murkshtis Marjus. (2020). Liability for religiously motivated murder in muslim countries. International Journal of Psychosocial Rehabilitation, Vol.24, (No.5), pp.4652-4657, https://doi.org/10.37200/IJPR/V24I5/PR2020178
  12. Khasan, M. (2017). Prinsip-prinsip keadilan hukum dalam asas legalitas hukum pidana islam. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, Vol.6, (No.1), pp.21-36
  13. Kyambalesa, H. (2019). The Death Penalty: Arguments For and Against. SSRN Electronic Journal,Vol.12,(No.1),pp.1-29, https://doi.org/10.2139/ssrn.3474715
  14. Lalu, Niksons G. (2015). Pidana Mati dan Hak Asasi Manusia. to-ra, Vol.1, (No.1), pp.57-66, https://doi.org/10.33541/tora.v1i1.1095
  15. Lindsey, T. (2018). Indonesian Constitutional Reform: Muddling Towards Democracy. In Public Law in East Asia, Vol.1, (No.1), pp.120, https://doi.org/10.4324/9781315089263-12
  16. Maulidah, Khilmatin., & Jaya, Nyoman Serikat Putra (2019). Kebijakan Formulasi Asas Permaafan Hakim Dalam Upaya Pemabaharuan Hukum Pidana Nasional. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia,Vol.1,(No.3),pp.281-293, https://doi.org/10.14710/jphi.v1i3.281-293
  17. Nagin, Daniel., & Pepper, John (2012). Deterrence and the death penalty. In Deterrence and the DeathPenalty,Vol.1,(No.1),pp.1-25, https://doi.org/10.17226/13363
  18. Jaya, Nyoman Serikat P. (2016). Hukum (Sanksi) Pidana Adat Dalam Pemabaharuan Hukum Pidana Nasional. Masalah-Masalah Hukum, Vol.45,(No.2),pp.123–130, https://doi.org/10.14710/mmh.45.2.2016.123-130
  19. Rado, Rudini Hasyim, Arief, Barda. Nawawi, & Soponyono, Eko. (2016). Kebijakan Mediasi Penal Terhadap Penyelesaian Konflik SARA di Kepulauan Kei Dalam Upaya Pembaharuan Hukum Pidana Nasional. Law Reform, Vol. 12,(No.2),pp.266-267, https://doi.org/10.14710/lr.v12i2.15879
  20. Toule, E. (2016). Eksistensi Ancaman Pidana Mati dalam Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Jurnal Hukum PRIORIS, Vol.3, (No.3), pp103–110
  21. Turner, B. (2018). Pope Francis and the Death Penalty: A Conditional Advance of Justice in the Law of Nations. Nova et vetera, Vol.16, (No.4), pp.1041-1050, https://doi.org/10.1353/nov.2018.0038
  22. Unnever, J. (2010). Global support for the death penalty. Punishment and Society, Vol.12, (No. 4),pp.463–484, https://doi.org/10.1177/1462474510376586
  23. Zoomers, A. (2010). Globalisation and the foreignisation of space: seven processes driving the current global land grab. The Journal of Peasant Studies, Vol.37, (No.2), pp.37–41, https://doi.org/10.1080/03066151003595325
  24. Zaini, I. (2013). Pelaksanaan Eksekusi Hukuman Mati dalam Sistem Peradilan Pidana (Upaya Pencarian Kepastian Hukum). Jurnal Nestor Magister Hukum, Vol.2 ,(No. 3), pp. 1-21
  25. Hood, Roger., & Hoyle, Carolyn. (2012). The Death Penalty: A Worldwide Perspective. In The Death Penalty: A Worldwide Perspective. Retrieved from https://doi.org/10.1093/ acprof:oso/9780199228478.001.0001
  26. Arief, Barda N. (2014). Bunga Rampai Kebijakaan Hukum Pidana: Perkembangan Penyusunan Konsep KUHP Baru. Bandung: Kencana Persada Media
  27. Jaya, Nyoman Serikat Putra (2017). Pembaharuan Hukum Pidana (I). Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra
  28. Muladi., & Sulistyani, Diah. (2020). Catatan Empat Dekade Perjuangan Turut Mengawal Terwujudnya KUHP Nasional (Bagian I, 1980-2020) (I). Semarang: Universitas Semarang Press

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.