skip to main content

Titik Lemah Industri Keuangan Fintech di Indonesia: Kajian Perbandingan Hukum

*lu Sudirman  -  Fakultas Hukum, Universitas Internasional Batam, Indonesia
Hari Sutra Disemadi scopus publons  -  Fakultas Hukum, Universitas Internasional Batam, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Kemajuan teknologi mendorong industri keuangan digital terus mengalami perkembangan yang semakin pesat dan salah satunya adalah financial fechnology (fintech). Indonesia belum memiliki regulasi yang spesifik, menjadikan Indonesia masih lemah secara pondasi hukum dalam mewujudkan suatu kemajuan dalam industri keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisa kondisi pengaturan fintech khususnya di Indonesia dan Singapura. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif dengan menggunakan data yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan perkembangan industri fintech Indonesia yang tergolong maju, dapat terus dikembangkan dengan menelaah perkembangan industri  fintech yang ada di Singapura. Hukum fintech Indonesia dan Singapura masih bertumpu pada beberapa aturan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia dan Monetary Authority of Singapore  (MAS) di Singapura. Inilah yang masih menjadi titik lemah kedua bangsa ini. Peran hukum yang masih terkesan lemah menjadikan suatu celah besar yang harus segera diperbaiki dalam arus perkembangan industri fintech. Industri Fintech yang melibatkan masyarakat secara luas dan mengandung nominal uang yang sangat banyak, perlunya suatu hadirnyahukum yang dapat menjamin perlindungan kepentingan para stakeholders.

Fulltext View|Download
Keywords: Fintech; Industri Keuangan; Perbandingan Hukum

Article Metrics:

  1. Anggara, Sahya., & Cao, Zang. (2019). E-Commerce in Singapore and Indonesia: Comparison of Policies. International Journal of Science and Society, Vol.1, (No.1), pp.12-23. https://doi.org/10.54783/ ijsoc.v1i1.6
  2. Ang, Adrian., & Kwek, Samuel. (2020). Regulation of Crowfunding in Singapore. Business Law International,Vol.21,(No.1),pp.59-68. https://www.proquest.com/openview/8ab5899e4658d106a3ce4299d570144d/1?pq-origsite=gscholar&cbl=386607
  3. Anugerah, Dian Purnama., & Indriani, Masitoh. (2018). Data Protection in Financial Technology Services (A Study in Indonesian Legal Perspective). Sriwijaya Law Review, Vol.2, (No.1), pp.82-92. http://dx.doi.org/10.28946/slrev.Vol2.Iss1.112.pp82-92
  4. Ardiansyah, T. (2019). Model Financial Dan Teknologi (Fintech) Membantu Permasalahan Modal Wirausaha UMKM di Indonesia. Majalah Ilmiah Bijak, Vol.16, (No.2),pp.158-166. https://doi.org/10.31334 /bijak.v16i2.518.g329
  5. Atikah, I. (2020). Consumer Protection and Fintech Companies In Indonesia: Innovations And Challenges Of The Financial Services Authority. Jurnal Hukum dan Peradilan, Vol.9, (No.1), pp.132-153. http://dx.doi.org/10.25216/jhp.9.1.2020.132-153
  6. Ayunda, Rahmi., & Octaria, Melvina. (2022). Kedudukan Anak Dibawah Umur Sebagai Subjek Hukum Dalam Transaksi E-Commerce Di Indonesia. Justitia: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora, Vol.9, (No.1), pp.231-244. http://dx.doi.org/10.31604/ justitia.v9i1.231-244
  7. Benuf, K. (2020). Urgensi kebijakan perlindungan hukum terhadap konsumen fintech peer to peer lending akibat penyebaran COVID-19. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, Vol.9, (No.2), pp.203-217. http://dx.doi.org/10.33331/ rechtsvinding. v9i2.427
  8. Burhanuddim, Chairul Iksan., & Abdi, Muhammda Nur. (2019). Tingkat Pemahaman dan Minat Masyarakat dalam Penggunaan FinTech. Owner; Riset dan Jurnal Akuntansi,Vol.3,(No.1),pp.21-27. https://doi. org/10.33395/ owner.v3i1.79
  9. Disemadi, Hari S. (2021). Fenomena Predatory Lending: Suatu Kajian Penyelenggaraan Bisnis Fintech P2P Lending selama Pandemi COVID-19 di Indonesia. Pandecta ResearchLawJournal, Vol.16,(No.1),pp.55-67. https://doi.org/10.15294/ pandecta.v16i 1.26860
  10. Disemadi, Hari Sutra., & Regent. (2021). Urgensi Suatu Regulasi yang Komprehensif Tentang Fintech Berbasis Pinjaman Online Sebagai Upaya Perlindungan Konsumen di Indonesia. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), Vol.7, (No.2), pp.605-618. https://doi. org/10.23887/jkh.v7i2.37991
  11. Everhart, Jonatan R. (2020). The Fintech Sandbox: An Overview of Regulatory Sandbox Regimes. Southern Journal of Business and Ethics, Vol.12, pp.64-73. https://www.proquest.com/docview/2485578619/81C51D890E154A74PQ/7?accountid=49069
  12. Hapsari, Recca Aayu., Maroni., Satria, Indah., & Ariyani, Nenni Dwi. (2019). The existence of regulatory sandbox to encourage the growth of financial technology in Indonesia. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, Vol.13,(No.3),pp.271-288. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v13no3.1739
  13. Fadhilah, J. (2021). Analisis Pengaruh Faktor Internal, Pertumbuhan Ekonomi, Dan Jumlah Perusahaan Fintech Terhadap Profitabilitas Perbankan (Studi pada Bank Umum Konvesional Yang Terdaftar Di BEI Tahun 2011-2020). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, Vol.10, (No.1). https://jim feb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/view/7969
  14. Hariyani, Iswi., & Serfiyani, Cita Yustisia. (2018). Perlindungan Hukum Sistem Donation Based Crowdfunding Pada Pendanaan Industri Kreatif Di Indonesia (The Legal Protection Of The Donation-Based Crowdfunding System On The Creative Indusry In Indonesia). Jurnal Legislasi Indonesia, Vol.12, (No.4), pp.1-22. https://doi.org/10.54629/jli.v12i4.417
  15. Musjtari, Dewi Nurul., Roro, Fiska Silvia Raden., & Setyowati, Ro’fah. (2022). Islamic P2p Lending As An Alternative Solution For The Unfair Conventional Platform In Indonesia. UUM Journal of Legal Studies, Vol.13,(No.1),pp.21-43. https://doi.org/10.32890/uumjls2022.13. 1.2
  16. Ningsih, Sri Wahyu., & Fitri, Winda. (2022). Aspek Penegakan Hukum Terhadap Kejahatan Fintech Syariah Pada Masa Pandemi di Indonesia: Perspektif Hukum Jinayah. JUSTISI, Vol.8, (No.1), pp.15-29. https://doi.org/10.33506/js.v8i1.1552
  17. Nizar, Muhammad A. (2017). Teknologi Keuangan (Fintech): Konsep dan Implementasinya di Indonesia. Warta Fiskal, Edisi5, pp.5-13. https://fiskal.kemen keu.go.id/publikasi/warta-fiskal?x=5
  18. Njatrijani, R. (2019). Perkembangan Regulasi dan Pengawasan Financial Technology di Indonesia. Diponegoro Private Law Review,Vol.4,(No.1),pp.462-474. https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/dplr/article/view/5109
  19. Novinna, V. (2020). Perlindungan Konsumen dari Penyebarluasan Data Pribadi oleh Pihak Ketiga: Kasus Fintech “Peer to Peer Lending. Jurnal Magister Hukum Udayana, Vol.9, (No.1), pp.92-110. https:// doi.org/10.24843/JMHU.2020.v09.i01.p07
  20. Ong, Cynthia K. (2020). Inovasi Keuangan Di Bidang Crowdfunding Ekuitas Dalam Pengembangan Pasar Modal. Airlangga Journal of Innovation Management, Vol.1,(No.2),pp.237-249. https://doi.org/10.20473/ajim.v1i2.19438
  21. Pakpahan, Elvira Fitriyani., Chandra, Kristina., & Tanjaya, Anderson. (2020). Urgensi Pengaturan Financial Technology Di Indonesia. Jurnal Darma Agung, Vol.28, (No.3),pp.444-456. http://dx.doi.org/10.469 30/ojsuda.v28i3.807
  22. Prananingtyas, Paramita., & Irawati. (2021). Adoption Of Financial Technology In Crowdfunding As Business Financing In Indonesia. Journal of Legal, Ethical and Regulatory Issues, Vol.24, (No.6),pp.1-11. https://www.abacademies.org/abstract/adoption-of-financial-technology-in-crowdfunding-as-business-financing-in-indonesia-11495.html
  23. Putri, Sindy Yulia., Astuti, Wiwik Rukmi Dwi., & Situmeang, Nurmasari. (2020). Pelatihan Penggunaan Sosial Media untuk Mengembangkan Akses Pasar bagi UMKM Kabupaten Serang. JURNAL Comunità Servizio: Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan, Vol.2, (No.2), pp.437-446. https://doi.org/10.33541/cs.v2 i2.1996
  24. Rahmanto, Dhidhin Noer Ady., & Nasrullah, Nasrullah. (2019). Risiko dan peraturan: fintech untuk sistem stabilitas keuangan. INOVASI, Vol.15,(No.1),pp.44-52. https://journal.feb.unmul.ac.id/ index.php/INOVASI/article/view/4339
  25. Rusadi, Fry Anditya Rahayu Putri., & Benuf, Kornelius. (2020). Fintech peer to peer lending as a financing alternative for the development MSMEs in Indonesia. Legality: Jurnal Ilmiah Hukum, Vol.28, (No.2), pp.232-244. https:// ejournal.umm.ac.id/index.php/legality/article/view/12865
  26. Siswanto, Abhirama A. (2021). Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai Terhadap Jual Beli Saldo Uang Elektronik. Jurist - Diction, Vol.4,(No.1),pp.17-32. https://doi.org/10. 20473/jd.v4i1. 24290
  27. Sitompul, Meline G. (2018). Urgensi Legalitas Financial Technology (Fintech): Peer To Peer (P2P) Lending Di Indonesia. Jurnal YuridisUnaja, Vol.1,(No.2),pp.68-79. https://ejournal.unaja.ac.id/index.php/JYU/article/view/155
  28. Stevani, Winnie., & Sudirman, Lu. (2021). Urgensi Perlindungan Data Pengguna Financial Technology terhadap Aksi Kejahatan Online di Indonesia. Journal of Judicial Review, Vol.23,(No.2),pp.197-216. http://dx.doi.org/10.37253/ jjr.v23i2.5028
  29. Suharini., & Hastasari, Ratih. (2020). Peran Otoritas Jasa Keuangan terhadap Fintech Ilegal di Indonesia sebagai Upaya Perlindungan pada Konsumen. Jurnal AkrabJuara, Vol.5,(No.3),pp.25-38.http:// akrabjuara.com/index.php/akrabjuara/article/view/1162
  30. Wijaya, Hendrik., & Herwastoeti. (2022). Criminal & Civil Liability Related to Misuse of Illegal Fintech Customer Data During The Covid-19 Pandemic. Audito Comparative Law Journal(ACLJ), Vol.3,(No.1),pp.1-9. https://doi.org/10. 22219/aclj.v3i1.19873
  31. Yunus, U. (2019). A Comparison Peer to Peer Lending Platforms in Singapore and Indonesia. IOP Publishing: In Journal of Physics: Conference Series, Vol.1235, (No.1). https://iopscience.iop.org/article/ 10.1088/1742-6596/1235/1/012008/meta
  32. Rahardjo, Budi., Ikhwan, Khairul., & Siharis, Alkadri Kusalendra. (2019). Pengaruh financial technology (fintech) terhadap perkembangan UMKM di Kota Magelang. In Prosiding Seminar Nasional Fakultas Ekonomi Untidar 2019 (pp.347-356). Magelang: Untidar
  33. Pusat Data dan Analisa Tempo. (2019). SERI I Perkembangan FINTECH di Indonesia. Jakarta: Tempo Publishing
  34. Pusat Data dan Analisa Tempo. (2020). Perkembangan FINTECH di Indonesia. Jakarta: Tempo Publishing
  35. Soekanto, Soerjono., & Mamudji, Sri. (2003). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
  36. Tresnaatmaja, L. (2019). Pengaruh Persepsi Manfaat Kartu Debit dan e-Money Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa. UNIKA Soegijapranata Semarang
  37. geeks1city. (2017). FinTech Ecosystem in Singapore-Documentary. Retrieved from https://youtu.be/eLgr_TepmQs
  38. CNBC Indonesia. (2021). Raksasa Dunia Berebut Bisnis Fintech. Retrieved from https://youtu.be/CVR7Vq4-4wQQ
  39. Kin, Lim Chong., & Gaw, Benjamin. (2020). FinTech Law and Regulation-Singapore. Retrieved from https://www.globallegal insights.com/practice-areas/fintech-laws-and-regulations/singapore
  40. Li-Ling, Ch’ng., & Lee, Aaron. (2020). Singapore: Fintech Law and Regulations 2020. Retrieved from https://iclg.com/practice-areas/fintech-laws-and-regulations/ singapore
  41. MAS. (2019). Payment Services Act. Retrieved from https://www.mas.gov.sg/regulation/ acts/payment-services-act
  42. Muhn, J. (2020). Southeast Asia’s Fintech Boom: All You Need to Know. Retrieved from https://finovate.com/southeast-asias-fintech-boom-all-you-need-to-know/
  43. Mustinda, L. (2020). Negara Anggota ASEAN yang Memiliki Pendapatan Perkapita Tertinggi. Retrieved from https://travel.detik.com/travel-news/d-5291836/negara-anggota-asean-yang-memiliki-pendapatan-perkapita-tertinggi
  44. Naitoh, M. (2020). How New P2P Regulations Make the Industry Safer for Investors in Southeast Asia. Retrieved from https://www.crowdfundinsider.com/2020/12/169854-how-new-p2p-regulations-make-the-industry-safer-for-investors-in-southeast-asia/
  45. Wyman, O. (2020). Singapore Fintech Landscape 2020 And Beyond. Retrieved from https://www.oliverwyman.com/our-expertise/insights/2020/dec/singapore-fintech-landscape -2020-and-beyond.html
  46. Olivi, G. (2019). FinTech: The Top Five Legal Issue to Consider. Retrieved from https://www.dentons.com/en/insights/articles/2019/february/26/fintech-the-top-five-legal-issues-to-consider
  47. Purnomo, H. (2018). Indonesia Kini Punya Payung Hukum aturan Fintech. Retrieved from https://www.cnbcindonesia.com/tech/ 20180901144740-37-31329/indonesia-kini-punya-payung-hukum-aturan-fintech
  48. Safaraz. (2018). Transaksi ‘Cashless’ di Cina Buat Kecanggihan Singapura dan Hong Kong Nampak Usang. Retrieved from https://akurat.co/transaksi-cashless-di-cina-buat-kecanggihan-singapura-dan-hong-kong-nampak-usang
  49. Startup Ranking. (n.d.). Countries with highest number of startups. Countries with the top startups worldwide. Retrieved September 27, 2022. Retrieved from https://www.startupranking.com/countries
  50. United Overseas Bank. (2021). Fintech in ASEAN 2021: Digital Takes Flight Report: UOB. Fintech in ASEAN 2021: Digital Takes Flight Report | UOB. Retrieved September 27, 2022. Retrieved from https://www.uobgroup.com/techecosystem/news-insights-fintech-in-asean-2021.html
  51. Walter, P. (2021). OJK Mulai Mempersiapkan Aturan untuk Fintech Indonesia. Retrieved from https://koinworks.com/media/ojk-buat-aturan-untuk-fintech-di-indonesia/
  52. Wijaya, Alvian S. (2019). Perkembangan FinTech dan Pengaruhnya di Indonesia Retrieved from https://sis.binus.ac.id/2019/07/19/ perkembangan-fintech-dan-pengaruhnya-di-indonesia/

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.