Kemandirian masyarakat desa wisata dalam perspektif community based tourism: Studi kasus Desa Ketengger, Kabupaten Banyumas

*Neny Marlina -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 24 Apr 2019; Published: 8 May 2019.
Open Access Copyright 2019 Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 92 78
Abstract

Pengembangan pariwisata adalah salah satu dari tiga sektor utama pembangunan di Indonesia, selain pertanian dan perikanan. Tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah,  pengembangan bisnis pariwisata juga membutuhkan peran aktif masyarakat setempat. Hal ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi industri pariwisata dan untuk melestarikan sejarah lokal serta keberadaan warisan budaya. Adapun tulisan ini akan menggunakan pendekatan Community Based Tourism (CBT) untuk melihat eksistensi Desa Wisata Ketengger Kabupaten Banyumas. Dalam pendekatan ini, komunitas dilihat bukan sekadar sebagai objek pengembangan pariwisata, tetapi juga sebagai subjek dalam perumusan dan pelaksanaan kegiatan pengembangan pariwisata di desa. Dengan menerapkan manajemen pariwisata berbasis CBT, maka partisipasi masyarakat Desa Wisata Ketenger dalam pengembangan desanya bisa berjalan baik. Hasil dari penerapan CBT di Desa Ketengger adalah terjadi peningkatan keahlian dan kesadaran akan kepariwisataan, yang kemudian secara tidak langsung ikut meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung dan menaikan jumlah PADes setempat.

Keywords
Desa; Desa Wisata; Community Based Tourism; Komunitas

Article Metrics:

  1. Abe, A. (2002). Perencanaan Daerah Partisipatif. Solo: Pondok Edukasi.
  2. Ernawati, N. M. (2014). Tingkat Kesepian Desa Tihingan-Klungkung, Bali Sebagai Desa Wisata Berbasis Masyarakat. Jurnal Analisis Pariwisata Politeknik Negeri Bali, 10(1).
  3. INews.id. (2018). Menikmati Alam Desa Ketenger Baturraden, Indah Mirip di Luar Negeri. Diakses pada 21 April 2009, dari https://www.inews.id/travel/destinasi/menikmati-alam-desa-ketenger-baturraden-indah-mirip-di-luar-negeri/341762
  4. Mardikanta, T., & Subianto, P. (2013). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Kebijakan publik. Bandung: Alfabeta.
  5. Martiarini, R. (2017). Strategi Pengembangan Desa Wisata Melalui Pemberdayaan Masyarakat Desa Ketenger Baturraden. Institut Agama Islam Negeri Purwokerto.
  6. Permanasari, I. (2010). Pengentasan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Desa Wisata. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 5(1), 57–69.
  7. Prafitri, G. R., & Damayanti, M. (2016). Kapasitas Kelembagaan dalam Pengembangan Desa Wisata: Studi kasus Desa Wisata Ketenger, Banyumas. Jurnal Pengembangan Kota, 4(1).
  8. Radar Banyumas. (2016). Desa Ketenger Kembangkan Wisata Baru. Diakses pada 21 April 2019, dari https://radarbanyumas.co.id/desa-ketenger-kembangkan-wisata-baru/
  9. Satelit Pos. (2018). Dinporabudpar Penuhi Target Pedapatan. Diakses pada 21 April 2019, dari https://satelitpost.com/regional/purwokerto/dinporabudpar-penuhi-target-pedapatan
  10. Suansri, P. (2003). Community Based Tourism Handbook. Mekong: REST Project.
  11. Sunaryo, B. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Yogyakarta: Gava Media.
  12. Timothy, D. J. (1999). Participatory Planning a View of Tourism in Indonesia. Dalam Annual of Research, 26(2).
  13. Wardoyo, W. M., & Bahtarudin. (2003). Kebijakan Pengembangan Kepariwisataan: Studi Kasus Perumusan Kebijakan Desa Wisata Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Jurnal Pembangunan Pedesaan, 3(1).