skip to main content

Waterfront city development di kawasan sempadan sungai: Studi kasus Sungai Wiso dan Kanal, Jepara

*Yoga Putra Prameswari  -  Institute for Development and Economic Analysis (IDEA) Yogyakarta, Indonesia
Open Access Copyright 2018 Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan

Citation Format:
Abstract

Tulisan ini bermaksud menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan kawasan sempadan sungai di Kabupaten Jepara, serta membingkainya dalam konsepsi waterfront city development. Penelitian ini menggunakan implementasi kebijakan publik dari Merilee Grindle. Menurut Grindle, keberhasilan suatu implementasi kebijakan publik sangat ditentukan oleh derajat dari level implementasi tersebut, yang terdiri dari content of policy dan context of implementation. Content of policy merujuk pada substansi yang terkandung di dalam kebijakan publik, sedangkan context of implementation merupakan representasi dari lingkungan dimana kebijakan publik itu akan berlangsung. Implementasi kebijakan publik ini berhasil dikarenakan policy statement dapat tersampaikan menjadi policy outcome. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Studi kasus merupakan metode penelitian terhadap satu kasus yang dilakukan secara intensif dan mendalam.

Fulltext View|Download
Keywords: Analisis terhadap Kebijakan; Jepara; Waterfront City Development

Article Metrics:

Article Info
Section: Articles
Language : ID
Statistics:
  1. Banjir di Jepara itu Sebuah Peringatan. (2005). Suara Merdeka
  2. Breen, A. E. (1996). The New Waterfront: A Worldwide Urban Succes Story. New York: Mc Graw Hill
  3. Budiarjo, E., & Sujarto, D. (1999). Kota Berkelanjutan. Bandung: Alumni
  4. Dunn, W. N. (1999). Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  5. Giddens, A. (2002). Sociology Fourth Edition. Cambridge: Polity Press
  6. Grindle, M. S. (Ed.). (1980). Politics and Policy Implementation in The Third World. Princeton: Princeton University Press
  7. Laswell, H. (1956). The Decision Process: Seven Categories of Functional Analysis. Maryland: University of Maryland
  8. Lombard, D. (2000). Nusa Jawa Silang Budaya: Kajian Sejarah Terpadu (Bagian II, Jaringan Asia). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
  9. Menyimpan Sejarah Kehebatan Ratu Sungainyamat. (2008). Suara Merdeka
  10. Narbuko, C. (2003). Metodologi Penelitian. Semarang: Bumi Aksara
  11. Prabudiantoro, B. (1997). Kriteria Citra Waterfront City (tesis tidak dipublikasikan). Semarang: Universitas Diponegoro
  12. Santoso, P. (2010). Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Polgov
  13. Sarantakos, S. (1999). Social Research. Basingstoke: Mc Millan
  14. Subarsono, A. (2006). Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  15. Toer, P. A. (2002). Arus Balik (Cetakan Kelima). Jakarta: Hasta Mitra
  16. Undang Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  17. Peraturan Daerah Propinsi Nomor 21 Tahun 2003 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Jawa Tengah
  18. Peraturan Daerah Kabupaten Nomor 6 Tahun 1998 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Jepara
  19. Yin, R. K. (2006). Studi Kasus: Desain dan Metode. Bandung: PT Raja Grafindo Persada
  20. Yuwono, M. (2009). Visi Pembangunan Waterfront City: Suatu Tinjauan Budaya. Buletin Tata Ruang Edisi September- Oktober

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.