Gerakan sosial Nahdlatul Ulama: Studi kasus Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Malang

*Muhammad Luthfil Hakim -  Universitas Brawijaya, Indonesia
Received: 17 Sep 2018; Published: 9 Oct 2018.
Open Access Copyright 2018 Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 188 249
Abstract
Penelitian ini berupaya untuk menjelaskan mengenai gerakan sosial PCNU Kota Malang pada tahun 2010-2015 dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif.  Penelitian ini menggunakan teori gerakan sosial karya Mc Adam, Mc Charty dan Zald. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan sosial Nahdlatul Ulama’ (NU) pada masa reformasi memiliki pola yang berbeda dengan masa sebelumnya. Pada masa reformasi, strategi gerakan NU mengedepankan tiga cara yakni melalui program struktural, dakwah, dan mediasi. Dengan melakukan studi kasus di PCNU Kota Malang penelitian ini menemukan bahwa gerakan NU di era reformasi muncul dan dapat eksis akibat adanya keterbukaan struktur sosial dan ketidakseimbangan politik di Kota Malang. Proses tersebut kemudian juga dikuatkan oleh kekuatan aktor perubahan PCNU Kota Malang yang meliputi: ulama’ (kyai), aktivis, politisi dan akademisi.
Keywords
Gerakan Sosial; Kota Malang; Nahdlatul Ulama; PCNU Kota Malang

Article Metrics:

  1. Angka Kemiskinan Kota Malang Masih Tinggi. (2015). Diakses pada 30 Januari 2015, dari http://www.malang-post.com/kota-malang/82519-angka-kemiskinan-kota-malang-masih-tinggi
  2. Empat Rektor juga Mustasyar NU. (2015). Diakses pada 30 Januari 2015, dari https://www.malangtimes.com/berita/14112014/16072/empat-rektor-juga-mustasyar-nu.html.
  3. Fauzi, I. A. (2012). Sintesis Saling Menguntungkan: Hilangnya “Orang Luar” dan “Orang Dalam.” In Q. Wiktorowicz (Ed.), Aktivisme Islam Pendekatan Teori Gerakan Sosial (pp. 1–26). Jakarta: Democracy Project.
  4. Hardiansyah, H. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
  5. LSM Malang Laporkan Korupsi Rp 163 Miliar ke KPK. (2014). Diakses pada 25 Juni 2015, dari https://nasional.tempo.co/read/614371/lsm-malang-laporkan-korupsi-rp-163-miliar-ke-kpk
  6. Malang Dalam Angka 2011. (2011). Badan Pusat Statistik Kota Malang.
  7. McAdam, D., McCarthy, J. D., & Zald, M. N. (Eds.). (1996). Comparative Perspectives on Social Movements Political Opportunities, Mobilizing Structures, and Cultural Framings. Cambridge: Cambridge University Press.
  8. Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
  9. Pemkot Malang Musnahkan 5.110 Botol Miras. (2015). Diakses pada 25 Februari 2015, dari https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/03/09/nkxkkz-pemkot-malang-musnahkan-5110-botol-miras
  10. Ridwan. (2004). Paradigma Politik NU Relasi Sunni-NU dalam Pemikiran Politik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  11. Saputra, M. I. (2014). Marketing Politik Pasangan Kepala Daerah dalam Pemilukada Kota Malang (Studi Kasus Tim Sukses Pemenangan Pasangan Abah Anton Dan Sutiaji dalam Pemilukada Kota Malang 2013). Jurnal Administrasi Publik, 2(2), 250–256. Diakses dari http://administrasipublik.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jap/article/view/366
  12. Tarrow, S. G. (2011). Power in Movement: Social Movements and Contentious Politics Updated and Revised 3rd Edition. Cambridge University Press. New York.
  13. Zahro, A. (2004). Tradisi Intelektual NU Lajnah Bahtsul Masail 1926-1999. Yogyakarta: LKiS.