BibTex Citation Data :
@article{JIIP30635, author = {Nur'aini Fadilah and Baeti Kurniasih and Lavia Permatasari and Aqilla Dawanas and ogyan prayogo}, title = {DEFORESTASI DAN INDUSTRI SAWIT DI INDONESIA: ANTARA KEPENTINGAN EKONOMI DAN KRISIS EKOLOGI}, journal = {JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan}, volume = {11}, number = {1}, year = {2026}, keywords = {deforestasi, kelapa sawit, politik lingkungan, keberlanjutan}, abstract = { Deforestasi di Indonesia berkaitan erat dengan ekspansi industri kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional. Meskipun berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan devisa negara, perluasan perkebunan sawit telah mendorong hilangnya tutupan hutan, degradasi lingkungan, dan konflik agraria. Artikel ini menganalisis deforestasi sawit dalam perspektif politik lingkungan dengan menelaah relasi kuasa antara negara, korporasi, masyarakat lokal, dan aktor global. Metode penelitian menggunakan studi literatur terhadap berbagai penelitian dan dokumen kebijakan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan lingkungan cenderung bersifat normatif dan belum efektif akibat lemahnya implementasi, penegakan hukum, serta dominasi kepentingan industri. Tekanan pasar global dan wacana keberlanjutan turut mereproduksi ketimpangan struktural. Artikel ini menegaskan perlunya pendekatan kebijakan yang lebih transformatif dan berkeadilan ekologis. }, issn = {2548-4931}, pages = {73--89} doi = {10.14710/jiip.v11i1.30635}, url = {https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/jiip/article/view/30635} }
Refworks Citation Data :
Deforestasi di Indonesia berkaitan erat dengan ekspansi industri kelapa sawit sebagai komoditas strategis nasional. Meskipun berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan devisa negara, perluasan perkebunan sawit telah mendorong hilangnya tutupan hutan, degradasi lingkungan, dan konflik agraria. Artikel ini menganalisis deforestasi sawit dalam perspektif politik lingkungan dengan menelaah relasi kuasa antara negara, korporasi, masyarakat lokal, dan aktor global. Metode penelitian menggunakan studi literatur terhadap berbagai penelitian dan dokumen kebijakan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan lingkungan cenderung bersifat normatif dan belum efektif akibat lemahnya implementasi, penegakan hukum, serta dominasi kepentingan industri. Tekanan pasar global dan wacana keberlanjutan turut mereproduksi ketimpangan struktural. Artikel ini menegaskan perlunya pendekatan kebijakan yang lebih transformatif dan berkeadilan ekologis.
Article Metrics:
Last update:
By submitting a manuscript and upon its acceptance for publication, the author acknowledges that the copyright of the article will be transferred to Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan and the Undergraduate Program (S1) in Government Studies, Department of Politics and Government, Universitas Diponegoro, as the publisher of the journal.
This copyright includes the right to reproduce and distribute the article in all forms and media, including reprints, photographs, microfilms, and other similar reproductions, as well as translations.
Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan and the Undergraduate Program (S1) in Government Studies, Department of Politics and Government, Universitas Diponegoro, along with the editors, make every effort to ensure that no incorrect or misleading data, opinions, or statements are published in the journal. However, the content of articles and advertisements published in the journal remains the sole and exclusive responsibility of the respective authors and advertisers.
Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
View My Stats