Aktivis Dakwah di Tengah Percaturan Politik Kampus: Dinamika Gerakan Keislaman di Universitas Diponegoro

*Hendra Try Ardianto orcid  -  Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 8 Jan 2021; Revised: 23 Feb 2021; Accepted: 23 Feb 2021; Published: 25 Mar 2021.
Open Access Copyright 2021 JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

Artikel ini menyoroti bagaimana dinamika gerakan aktivis dakwah di tengah percaturan politik kampus. Lokus dari percaturan politik ini adalah seputar perebutan posisi ketua di organisasi intrakampus, baik organisasi kerohanian maupun Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Dengan mengandalkan pada metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali data dari aktor-aktor yang terlibat dalam kontestasi politik kampus, seperti aktivis dakwah, aktivis mahasiswa sekuler, dan pihak representasi perguruan tinggi. Temuannya menunjukkan bahwa kuatnya dominasi KAMMI sebagai representasi kelompok Tarbiyah dalam menduduki jabatan-jabatan strategis di organisasi intrakampus bukan terjadi karena kelompok keislaman lain yang meredup dan meninggalkan aktivitas dakwahnya. Sebaliknya, kelompok aktivis dakwah non-Tarbiyah juga terbukti aktif dalam berbagai aktivitas dakwah, mulai dari kaderisasi, forum pengajian, bahkan diskusi seputar politik kontemporer di kampus. Kesimpulannya, posisi dominasi status quo yang disandang KAMMI bukan sekadar karena mereka aktif meramaikan masjid dan mengelola organisasi kerohanian, namun juga karena politik eksklusi yang mereka lakukan kepada kelompok lain, baik eksklusi secara kultural maupun struktural.

Keywords: aktivis dakwah; Tarbiyah; Badan Eksekutif Mahasiswa; politik kampus; perguruan tinggi

Article Metrics:

  1. Aidulsyah, F. (2016). Berebut Ruang Publik Sekolah Pasca Orde Baru: Studi Kasus Pertarungan Politik Ideologi di Kerohanian Islam (ROHIS). Jurnal Studi Pemuda, 5(1), 370–385
  2. Arrobi, M. Z. (2020). Islamisme ala Kaum Muda Kampus: Dinamika Aktivisme Mahasiswa Islam di Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia di Era Pasca Soeharto. UGM PRESS
  3. Azca, M. N. (2013). Yang muda, yang radikal: Refleksi sosiologis terhadap fenomena radikalisme kaum muda muslim di indonesia pasca orde baru. Jurnal Maarif, 8(1), 14–44
  4. BBC. (2016). Bahrun Naim, “Dalang” Serangan Jakarta Tamatan Ilmu Komputer. Retrieved from https://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160115_indonesia_bahrun
  5. Darmawati, E. (2013). Aktivitas Mahasiswa Kelompok Dakwah Tarbiyah Ikhwanul Muslimin (Studi Tentang Konstruksi Sosial Keagamaan Pada Aktivis Dakwah Mahasiswa Universitas Airlangga). AntroUnairDotNet
  6. Fajar, S. (2017). Psychological Well-being Pada Aktivis Dakwah Kampus. Character: Jurnal Penelitian Psikologi., 3(3)
  7. Husin, L. H. (2014). Gerakan Mahasiswa Sebagai Kelompok Penekan: Keluarga Mahasiswa UGM dari Masa Orde Lama hingga Paska-reformasi. Yogyakarta: PolGov
  8. Isnaniah, S. (2015). Kajian Sosiolinguistik Terhadap Bahasa Dakwah Aktivis Dakwah Kampus (ADK) Surakarta. KARSA: Journal of Social and Islamic Culture, 21(2), 270–284
  9. Iswanto, A. (2017). Ideologi dalam Literatur Keagamaan pada Aktivis Dakwah Kampus dan Kajian Islam di ITB Bandung (The Ideology and Transmission of Religious Literature In Da’wah Activists and Islamic Studies in ITB Bandung). Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 3(1), 13–26
  10. Kamim, A. B. M., Azizi, A. N., Pratama, D. A., Haekal, L., & Santoso, D. R. (2018). Kontestasi di Arena Dakwah Kampus: Studi Atas Strategi Aktivis Dakwah Fakultas dan Kampus Untuk Memobilisasi Sumber Daya Dakwah di Universitas Gadjah Mada. Hikmatuna, 4(2), 183–203. https://doi.org/10.28918/hikmatuna.v4i2.1308
  11. Kompas.com. (2018). Sabtu Mengejutkan di Universitas Riau, 3 Terduga Teroris dan Bom yang Dirakit di Kampus. Retrieved from https://regional.kompas.com/read/2018/06/03/09411991/sabtu-mengejutkan-di-universitas-riau-3-terduga-teroris-dan-bom-yang-dirakit?page=all
  12. Mediani, M. (2017). Kaum Terdidik dalam Pusaran Ideologi “Anti-Pancasila.” Retrieved from https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170724064103-20-229829/kaum-terdidik-dalam-pusaran-ideologi-anti-pancasila
  13. Munip, A. (2012). Menangkal Radikalisme Agama di Sekolah. Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 159–181
  14. Rofiq, N., & Bhakti, I. S. G. (2018). Persepsi Mahasiswa Aktivis Lembaga Dakwah Kampus Universitas Tidar tentang Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara, serta Gerakan Islam Radikal. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 498–509
  15. Setiawan, D. (2018). Ini Pesan Menristekdikti ke Rektor Undip Soal Guru Besar Diduga Berpaham Radikalisme. Retrieved February 20, 2019, from https://www.tribunnews.com/regional/2018/06/26/ini-pesan-menristekdikti-ke-rektor-undip-soal-guru-besar-diduga-berpaham-radikalisme
  16. Tahir, Q., & Cangara, H. (2016). Masjid Kampus sebagai Media Komunikasi Aktivis Dakwah dalam Pembentukan Karakter Mahasisw A. KAREBA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(3), 186–192
  17. Trisno, A. (2010). Perbedaan Motivasi Berprestasi Antara Mahasiswa Aktivis Dan Non Aktivis UKM Kerohanian Di Universitas Merdeka Malang. Jurnal Psikologi Tabularasa, 5(2)
  18. Widyaningsih, R., Sumiyem, S., & Kuntarto, K. (2017). Kerentanan Radikalisme Agama di Kalangan Anak Muda. Prosiding, 7(1)

Last update: 2021-05-16 03:09:16

No citation recorded.

Last update: 2021-05-16 03:09:16

No citation recorded.