Analisis Daya Dukung Bored Pile Pada Pembangunan Pondasi Jembatan Kali Kenteng dan Kali Serang Segmen Susukan di Ruas Jalan Tol Salatiga-Kartasura, PT. Waskita Karya (Persero), Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah

*Reza Afrizona Fauzih -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Najib Najib -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Narulita Santi -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 2 Jun 2019; Revised: 2 Jul 2019; Accepted: 3 Jul 2019; Published: 31 Jul 2019.
Open Access Copyright 2019 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 32 60

Abstract
Jembatan Kali Kenteng dan Kali Serang merupakan salah satu proyek dari 4 pembangunan jembatan di ruas jalan tol Salatiga – Kartasura (STA 47+860.50 ~ 48+348.52). Jembatan ini terletak di terusan Kali Kenteng dan Kali Serang yang terdapat pada daerah Susukan, Kabupaten Semarang. Permasalahan yang ditemukan pada sepanjang jalur Salatiga ini adalah akibat morfologi dan kelerengan yang cukup curam, grid elevasinya mencapai 10-15º yang dapat membahayakan pengguna jalan dan dapat membuat kemacetan panjang. Tujuan dari penelitian tersebut untuk mengetahui persebaran tanah dan batuan secara vertikal dan lateral, mengetahui kapasitas daya dukung yang diijinkan pada pondasi pembangunan jembatan, dan mengetahui litologi dan kedalaman yang tepat sebagai batuan pondasi jembatan untuk rekomendasi desain pondasi tiang pancang. Jenis pondasi yang digunakan dalam pembangunan jembatan tersebut yakni pondasi bored pile. Kapasitas daya dukung maksimum dan beban maksimum yang diizinkan ditentukan berdasarkan analisis data yakni uji SPT (Standart Penetration Test), param sifat fisik tanah (berat jenis) dan sifat mekanik tanah (kohesi dan sudut geser dalam). Berdasarkan pemetaan geologi teknik, daerah penelitian memiliki satuan breksi vulkanik dan satuan lempung. Hasil perhitungan menggunakan metode Uji SPT dan sifat fisik dan mekanik tanah, menunjukkan nilai diameter 1,5 mampu menjadi pondasi daerah tersebut pada kedalaman yang berbeda. Nilai yang direkomendasikan menggunakan pengujian SPT lebih cocok karena memiliki nilai daya dukung yang lebih besar dibandingkan dengan menggunakan metode sifat fisik dan mekanik tanah. Batuan yang cocok menjadi pondasi adalah breksi vulkanik.
Keywords
Daya Dukung Tanah; jembatan, Segmen Susukan; Standard Penetration Test; Pondasi Bored Pile

Article Metrics:

  1. Hardiyatmo, H. C. 2006. Teknik Pondasi 2. Beta Offset: Yogyakarta.
  2. Hardiyatmo, H. C. 2010. Analisa dan Perancangan Fondasi II. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.
  3. Hendarsin, S. L. 2000. Perencanaan Teknik Jalan Raya. Politeknik Negeri Bandung: Bandung.
  4. Nailufar, N., 2018. Jalur Bawah Jembatan Kali Kenteng Semarang Curam, Polisi Alihkan Pemudik via Arteri : KOMPAS.
  5. Nandi, 2010. Batuan, Mineral dan Batubara, Jurusan Pendidikan Geografi. Universitas Pendidikan Indonesia: Bandung.
  6. Peck, R. B., Hanson, Walter E., dan Thornburn, Thomas H., 1996. Teknik Fondasi. Gadjah Mada University: Yogyakarta.
  7. Price, D. G., 2010. Engineering Geology Principles and Practice. Imperial College London: London, UK.
  8. Sosrodarsono, S., Nakazawa, K. 2000. Mekanika Tanah dan Teknik Pondasi. Pradnya Paramita: Jakarta.
  9. Sukardi dan Budhitrisna, T. 1992. Peta Geologi Regional Lembar Salatiga, skala 1 : 100.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Geologi: Jakarta.
  10. Wesley, L. D., 2012. Mekanika Tanah, untuk Endapan dan Residu Edisi 1. ANDI: Yogyakarta.
  11. Zufialdi, Z., Jihadi, L.H. 2016. Peran Ilmu Dasar dalam Geoteknik untuk Menunjang Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan, Bulletin of Scientific Contribution, Volume 14, Nomor 3, Desember 2016 : 239 – 250.