Evaluasi Faktor Keamanan Geometri Lereng Tanggul Sidoarjo di Daerah Tanggul Utara Daerah Lumpur Sidoarjo

Roni Alberto Pakpahan -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
*Nurakhmi Qadaryati -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Najib Najib -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 19 May 2019; Revised: 26 Jun 2019; Accepted: 27 Jun 2019; Published: 31 Jul 2019.
Open Access Copyright 2019 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 17 36

Abstract
Pada bencana Lumpur Sidoarjo, pembangunan tanggul merupakan salah satu penanggulangan untuk membatasi dampak terjadinya Lumpur Sidoarjo. Tanggul bagian utara Lumpur Sidoarjo merupakan salah satu segmen yang pernah mengalami keruntuhan. Sebenarnya risiko keruntuhan tanggul dapat diminimalkan dengan mengevaluasi faktor keamanan (FK) dari segmen tanggul yang rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi FK di tanggul utara dan menentukan rekomendasi peningkatan FK.  Metode penelitian mencakup analisis evaluasi stabilitas lereng dengan menggunakan parameter geometri lereng tanggul dari lapangan dan dari hasil uji laboratorium. Daerah penelitian tersusun dari satuan tanah asli berupa endapan aluvium berukuran pasir-lempung dan satuan tanah urugan berupa material pasir-kerakal. Pada kondisi tampungan normal dan tanpa gempa, FK di bagian hilir tanggul P74 dan P75 tergolong aman (1,572 dan 1,580).  Tanggul P79 tergolong rentan karena memiliki FK 0,840 dengan kondisi tampungan normal dan tanpa gempa. Rekomendasi untuk peningkatan nilai FK adalah pemadatan tanah, membuat kawat pada bagian hulu, pelandaian lereng tubuh tanggul dan penutupan rekahan, serta pembuataan drainase pada hilir tanggul.
Keywords
Faktor keamanan; kestabilan lereng; Lumpur Sidoarjo; tanggul

Article Metrics:

  1. Badan Standardisasi Nasional, 2016. Metode Analisis Stabilitas Lereng Static Bendungan Tipe Urugan. Badan Standardisasi Nasional: Jakarta.
  2. Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, 2017. Laporan Akhir Kegiatan Pemantauan Bawah Permukaan Tahun 2017. Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo: Surabaya.
  3. Bishop, A.W, 1955. The Use of the Slip Circle in the Stability Analysis of Earth Slopes. Geotechnique, Vol. 5, no. 1, London.
  4. Husein, A., Sungkono., Wijaya, A., dan Hadi, S, 2014, Subsurface Monitoring of P.79 – P.82 LUSI Embankment using GPR Method to Locate Subsidence and Possible Failure, Proceeding of 15th International Conference on Ground Penetrating Radar 2014, Brussels, hal 278-283.
  5. ICOLD, 2003, World register of dams, Paris, International Commission on Large Dams (ICOLD).
  6. Mazzini, A., Etiope, G., dan Svensen, H., 2012. A new hydrothermal scenario for the 2006 Lusi eruption, Indonesia, Insights from gas geochemistry. Earth and Planetary Science Letters, vol. 317-318, no. 0, hal. 305-318.
  7. Pusat Studi Gempa Nasional, 2017, Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017, Bandung, Badan Penerbit Pekerjaan Umum.
  8. Rajagukguk, O. C. P., Turangan, A., dan Monitja, S., 2014, Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Bishop Studi Kasus: Kawasan Citraland. Jurnal Sipil Statik, 2(3), hal.140–147.
  9. Robbins, F. W., 1946. The Story of Water Supply. Oxford University Press: London, U.K.