Evaluasi Stabilitas Lereng Pada Tubuh Bendungan Butak, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah

*Adi Setya Yudha Pratama -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Najib Najib -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Devina Trisnawati -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Revised: 11 Mar 2019; Accepted: 12 Mar 2019; Published: 31 Mar 2019.
Open Access Copyright 2019 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 16 16
Abstract

Bendungan Butak yang terletak di Desa Butak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu bangunan air dengan tipe bendungan homogen. Fungsi utama dari bendungan ini ialah sebagai sarana irigasi dengan luas daerah aliran 160 km2. Mengingat urgensinya, suatu bendungan dapat dikategorikan tingkat bahayanya berdasarkan hasil evaluasi stabilitas lereng bendungan. Upaya ini dapat dilakukan dengan menganalisis faktor keamanan (Fk) bendungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai faktor keamanan (Fk) pada tubuh Bendungan Butak. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan metode analisis data secara kuantitatif meliputi pemetaan geologi, pemetaan geoteknik, hasil pengeboran inti, dan uji laboratorium mekanika tanah dari contoh tanah tidak terganggu dengan uji soil test berikut uji triaxial UU serta perhitungan koefisien beban gempa terkoreksi OBE dan MDE. Hasil penelitian dari penyelidikan pemetaan permukaan diperoleh satuan endapan aluvium dengan persebaran lempung dan lanau berada di sekitar bendungan. Hasil penyelidikan bawah permukaan dengan 4 lubang bor terdiri dari tanah lempung. Parameter desain Bendungan Butak meliputi berat isi basah (γ), kohesi (c), sudut geser dalam (f), dan garis freatik muka air bendungan, serta beban gempa terkoreksi (Ko) digunakan untuk memperoleh nilai faktor keamanan (Fk) menggunakan perangkat lunak Slide V6.009 dengan metode Bishop. Hasil analisis pada 14 kondisi dari muka air maksimum diperoleh hasil Fk hitung > 1,2 Fk minimum , muka air normal dengan hasil Fk hitung > 1,1 Fk minimum, dan muka air surut cepat didapatkan hasil Fk hitung > 1,3 Fk minimum, sehingga Bendungan Butak dikategorikan memenuhi syarat keamanan dari standar Fk minimum yang ditetapkan oleh SNI 8064;2016.

Keywords
Bendungan Butak; stabilitas lereng; faktor keamanan (Fk)

Article Metrics:

  1. Ameratung, J., Sivakugan, N. dan Das, B.M., 2016. Correlations of Soil Rock Properties in Geothechnical Engineering. Springer: India.
  2. Chopra, A.K., 1995. Dynamics of Structures (Theory and Applications to Earthquake Engineering). Prentice-Hall: New Jersey.
  3. Fredlund, D.G and Rahardjo, H., 1993. Soil Mechanics for Unsatureted Soils. John Wiley and Sons: New York.
  4. Linsey, R.K., Franzini, J.B., 1991. Teknik Sumber Daya Air Jilid II Edisi III. Erlangga. Jakarta.
  5. Soedibyo. 1993. Teknik Bendungan. Pradnya Paramita: Jakarta.
  6. Sosrodarsono, S and Takeda, K. 1981. Bendungan Tipe Urugan. Pradnya Paramita: Jakarta.