Petrogenesis Batuan Metamorf di Perbukitan Jiwo Barat, Bayat, Klaten, Jawa Tengah

*Anis Kurniasih -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ikhwannur Adha -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hadi Nugroho -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Prakosa Rachwibowo -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 31 Mar 2018.
Open Access Copyright 2018 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 1441 1556
Abstract

Singkapan batuan yang ditemukan di Komplek Bayat terdiri dari batuan beku, sedimen, dan metamorf memiliki berumur Pra – Tersier hingga Neogen. Keberadaan ketiga jenis batuan dalam lokasi yang berdekatan dan menunjukkan hubungan kontak, hanya mungkin terjadi akibat aktivitas tektonik yang kompleks. Penelitian ini diutamakan untuk mengetahui karakteristik batuan metamorf di Perbukitan Jiwo Barat, Bayat, yang meliputi karakter di lapangan dan mikroskopis, yang selanjutnya digunakan untuk memperkirakan sejarah tektonik yang terjadi di daerah penelitian. Observasi langsung di lapangan dijalankan untuk mengetahui kondisi geologi, terutama litologi. Analisis petrografi dilakukan untuk mendukung peta geologi.

Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa batuan metamorf di daerah penelitian termasuk ke dalam kelompok metamorf derajat rendah (low grade), diwakili oleh batuan sekis muskovit – klorit, sekis klorit, dan filit. Kelompok batuan metamorf ini termasuk ke dalam fasies Greenschist yang ditandai dari kehadiran mineral muskovit, klorit dan kuarsa. Diperkirakan batuan ini telah mengalami retrograde metamorphisme, dibuktikan dengan kehadiran mineral muskovit dan klorit hasil rekristalisasi dari biotit, dan plagioklas. Protolit batuan metamorf di daerah penelitian adalah batuan dengan ciri asal darat seperti batulanau dan batulempung, selain itu batuan beku yang ditemukan sebagian besar berkomposisi menengah hingga basa, dan batuan sedimen menunjukkan lingkungan pengendapan laut dangkal. Himpunan batuan di daerah penelitian diinterpretasikan sebagai kompleks konvergen yang lebih berciri asal kontinen, kemungkinan besar terbentuk akibat tumbukan lempeng Benua Eurasia dengan Mikrokontinen Jawa Timur.
Keywords
petrogenesis, batuan metamorf, Jiwo Barat, Bayat

Article Metrics:

  1. Mason, Roger, 1990. Petrology of the Metamorphic Rocks, Academic Division of Unwin Hyman Ltd, London.
  2. Patonah, Aton, 2007. Batuan Metamorf Komplek Melange Luk Ulo, Karangsambung – Banjarnegara, Jawa Tengah, Laporan tidak dipublikasikan, Skripsi, Departemen Teknik Geologi ITB, Bandung.
  3. Prasetyadi, C., 2007. Evolusi Tektonik Paleogen Jawa Bagian Timur, Laporan tidak dipublikasikan, Disertasi, Dept. Teknik Geologi ITB, Bandung.
  4. Yulianto, 1997. Diktat Praktikum Petrologi, Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Yogyakarta.