Kajian Analisis Sesar di Perbukitan Jiwo Barat, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

*Ikhwannur Adha -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Anis Kurniasih -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Hadi Nugroho -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Prakosa Rachwibowo -  Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 31 Mar 2018.
Open Access Copyright 2018 Jurnal Geosains dan Teknologi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 327 958

Abstract
Bayat adalah salah satu daerah di Pulau Jawa yang memiliki singkapan batuan pra-Tersier. Batuan terkekarkan karena aktivitas tektonik. Hal ini membutuhkan penjelasan dan analisis terperinci untuk memahami zona sesar dan mekanismenya. Penelitian dilakukan untuk mengetahui zona sesar dan karakteristiknya di Perbukitan Jiwo Barat, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dan juga mekanisme pembentukan zona sesar untuk mengetahui kerangka tektoniknya. Metode penelitian ini meliputi analisis topografi, analisis petrografi, proyeksi stereografi, dan penentuan kronostratigrafi. Proyeksi stereografi memanfaatkan data hasil pengukurn struktur lapangan dan dijalankan pada perangkat lunak Dips. Hasil analisis dipakai untuk mendukung interpretasi tentang mekanisme pembentukan zona sesar di daerah penelitian. Stratigrafi di lokasi penelitian, dari urutan tua ke muda, terdiri dari Batuan Metamorf, Batupasir, Batugamping Eosen, Intrusi Batuan Beku, Batugamping Miosen, dan Aluvial. Zona sesar yang ditemukan di daerah penelitian adalah sesar mendatar menganan yang terdiri dari Sesar Mendatar Tugu, Sesar Mendatar Sari dan Sesar Mendatar Kebo, dan detachment fault yang terdiri dari Jowo Detachment Fault. Zona sesar memiliki dua orientasi utama, barat daya-timurlaut (N 217o E) dan barat laut-tenggara (N 330o E, N 122o E, dan N 287o E). Mekanisme pembentukan zona sesar di lokasi penelitian terjadi dalam dua periode tektonik, pada Kapur Akhir karena subduksi baratdaya - baratlaut yang membentuk Sesar Mendatar Tugu dan Sesar Mendatar Kebo, dan pada Akhir Eosen-Oligosen yang disebabkan oleh subduksi utara-selatan yang membentuk Sesar Mendatar Sari dan Jowo Detachment Fault.
Keywords
Analisis sesar, Perbukitan Jiwo Barat, proyeksi stereografi.

Article Metrics:

  1. Asikin, Sukendar, 1979. Dasar – Dasar Geologi Struktur, Departemen Teknik Geologi ITB, Bandung.
  2. Bott, M.H.P., 1959. The mechanisms of oblique slip faulting, Geology Magazine, Volume 96.
  3. Hardwood, Richard, 2009. “Structural Geology”, http://facweb.bhc.edu, 6 Maret 2010.
  4. McClay, K. R., 1987. The Mapping of Geological Structures, Open University Press, New York
  5. Prasetyadi, C., 2007. Evolusi Tektonik Paleogen Jawa Bagian Timur, Tidak dipublikasikan, Disertasi, Dept. Teknik Geologi ITB, Bandung.
  6. Ragan, Donal M., 1973. Structural Geology: An Introduction to Geometrical Techniques, Edisi Kedua, John Wiley and Sons, New York
  7. Rahardjo, W., 1997, “Geologi Daerah Jiwo Kecamatan Bayat”, http://klastik.wordpress.com, 3 Mei 2009.