*Ferancha Retika
-
Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Denny Nugroho Sugianto
-
Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rikha Widiaratih
-
Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Abstract
Laut Jawa Utara merupakan jalur pelayaran yang penting untuk perekonomian, dan gelombang tinggi menimbulkan ancaman terhadap keselamatan pelayaran. Studi ini menganalisis hubungan antara pergerakan pola angin dan kejadian gelombang tinggi di Laut Jawa Utara, dengan fokus pada keselamatan navigasi. Penelitian ini menggunakan data angin dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF). Data ini digunakan untuk mengidentifikasi pola angin dominan yang berkontribusi terhadap kejadian gelombang tinggi. Metode yang digunakan adalah metode DNS untuk peramalan gelombang, metode Weibull dan Gumbel untuk peramalan gelombang tinggi 2-100 tahun yang akan datang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola angin dari arah tenggara dan barat laut merupakan penyebab utama gelombang tinggi di Laut Jawa Utara. Gelombang tertinggi terjadi selama musim muson barat daya, dengan tinggi gelombang mencapai 2 meter. Peramalan gelombang periode ulang 2, 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun menggunakan perhitungan Weibull lebih sesuai di Lokasi laut lepas dan pesisir seperti pada stasiun 4 didapatkan hasil berturut-turut adalah 2.11 m, 2.31 m, 2.5 m, 2.77 m, 3 m, dan 3.24 m. Sedangkan peramalan gelombang periode ulang Gumbel lebih sesuai digunakan di daerah pesisir seperti pada stasiun 3 didapatkan hasil secara berturut-turut adalah 1.51 m, 1.73 m, 1.87 m, 2.06 m, 2.20 m dan 2.33 m.